Kupido
Dewa asmara, cinta erotis, ketertarikan, dan kasih sayang
Patung Kupido, karya Bertel Thorvaldsen.
SimbolBusur panah
Kendaraanlumba-lumba[1]
Keluarga
Orang tua
PasanganPsikhe
AnakVoluptas
Padanan
HinduKamadewa[2]
YunaniEros

Kupido (bahasa Latin: Cupฤซdล;[a] dieja pula Cupidon) atau Amor adalah dewa cinta erotis dalam mitologi Romawi. Dia disamakan dengan dewa Eros dalam mitologi Yunani.[3] Meskipun Eros digambarkan dalam kesenian Yunani Kuno sebagai pemuda bersayap dengan tubuh ramping, berangsur-angsur selama periode Helenistik ia digambarkan sebagai pemuda sintal. Pada masa itu, dalam penggambarannya ditambahkan busur dan panah yang hingga kini menjadi ciri khasnya;[4] seseorangโ€•atau bahkan dewaโ€•yang terkena panahnya akan merasa bahwa hatinya dipenuhi gejolak asmara.[5] Karakteristik tersebut lestari pada Kupido bangsa Romawi, yang berkesinambungan pada penggambaran berbagai Kupido baik pada kesenian Romawi Kuno dan tradisi seni Barat klasik.

Kupido menjadi figur populer bahkan hingga Abad Pertengahan, ketika di bawah pengaruh penyebaran agama Kristen ia dikonsepkan memiliki dua sifat yaitu cinta duniawi dan surgawi, dan pada zaman Renaisans, saat ketertarikan kembali pada filsafat klasik telah memberikannya berbagai alegori. Pada budaya populer saat ini, Kupido sering digambarkan mengarahkan panahnya sebagai simbol cinta romantis, dan sering kali sebagai ikon hari Valentine.[6]

Galeri

sunting

Lihat pula

sunting

Catatan

sunting
  1. ^ Cupido dibaca kสŠหˆpiหdoห dengarkanโ“˜

Referensi

sunting
  1. ^ Janet Huskinson, Roman Children's Sarcophagi: Their Decoration and Its Social Significance (Oxford University Press, 1996), passim; Joan P. Alcock, "Pisces in Britannia: The Eating and Portrayal of Fish in Roman Britain," in Fish: Food from the Waters. Proceedings of the Oxford Symposium on Food and Cookery 1997 (Prospect Books, 1998), p. 25.
  2. ^ Roshen Dalal (2014). Hinduism: An Alphabetical Guide. Penguin Books. ISBNย 9788184752779. Entry: "Kama"
  3. ^ Larousse Desk Reference Encyclopedia, The Book People, Haydock, 1995, p. 215.
  4. ^ Isidore, Etymologies 8.11.80.
  5. ^ Ovid, Metamorphoses 1.463โ€“473.
  6. ^ This introduction is based on the entry on "Cupid" in The Classical Tradition, edited by Anthony Grafton, Glenn W. Most, and Salvatore Settis (Harvard University Press, 2010), pp. 244โ€“246.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Eros

dari Afrodit, dewi kecantikan (mitologi Romawi: Venus). Eros disebut juga Kupido atau Amor dan dilambangkan dengan anak kecil bersayap yang selalu membawa

Kleopatra

pertengahan abad ke-1 SM yang menampilkan sosok dewi Venus sedang menggendong Kupido di antara sepasang daun pintu kuil berukuran raksasa. Mungkin sekali lukisan

Kontroversi ras Kleopatra

Pompeii yang menggambarkan Kleopatra sebagai Dewi Venus Genetrix memegang kupido di lengannya, seolah-olah penggambaran langka dari putranya Caesarion anak

Rokoko

alam, garis lengkung dan asimetri. Pematung Edmรฉ Bouchardon menampilkan Kupido membuat peralatan panah cintanya dari gada Herkules (lihat gambar). Ini

Daftar dewa-dewi Romawi

Sosok Venus, Vulkanus, Mars, dan Kupido pada lukisan dinding di Pompeii

Adai Mazhai Kaalam

Manian sebagai Prof Mayilvaganam Sasitharan Rajoo sebagai Bonu, mantan Kupido "'The Eclipse' (Adai Mazhai Kaalam) Netflix Movie Review - Stodgy, Repetitious

Henri Fantin-Latour

National Gallery of Art Still Life with Flowers and Fruit (1865) Venus dan Kupido (1867) Still Life, primroses, pears and promenates (1873) Vase of Roses

Busur bibir

lekukan ganda bibir atas manusia dikatakan menyerupai busur panah dari dewa kupido, dewa cinta erotis Romawi. Puncak busur bertepatan dengan kolom philtral