Latosol merupakan salah satu jenis tanah yang dikenal dengan sebutan tanah merah tropis. Jenis tanah latosol lazim ditemukan di daerah tropis yang kandungan tanahnya memiliki konsentrasi besi dan aluminium oksida yang tinggi. Kondisi tersebut membuat tanah ini dikategorikan sebagai oxisols (USDA soil taxonomy) atau ferralsols (World Reference Base for Soil Resources).[1] Meskipun tanah latosol kerap ditemukan di daerah tropis, akan tetapi tidak semua tanah di daerah tropis merupakan tanah latosol. Banyak tanah di daerah tropis yang justru tidak bersifat latosolik.[2]

Sifat tanah

sunting

Latosol merupakan salah satu jenis tanah yang tercipta dari proses pengeroposan batu api. Tanah latosol termasuk tipe tanah tua yang berwarna merah hingga kuning, strukturnya lempung, serta kandungan bahan organik yang cenderung rendah dan sedang. Warna merah pada tanah ini terjadi akibat proses oksidasi besi di dalam tanah tersebut.

Kandungan fosfor, kalium, magnesium, dan kalsium dalam tanah ini sangat rendah. Selain itu, pertukaran kation atau KPK tanah latosol tergolong rendah. Pelapukan dan perkembangan yang berlanjut dalam tanah latosol membuat tanah ini bersifat masam.[3] Tingkat keasaman tanah latosol berkisar 4,5-6,0. Tipe tanah ini memiliki tingkat kesuburan dan produktivitas yang rendah. Hal demikian membuat tanah latosol sering dipergunakan untuk bercocok tanam tanaman musiman seperti kacang-kacangan, jagung dan ubi jalar. Agar pemanfaatannya maksimal, beberapa bahan organik seperti kulit pisang, jerami, dan dedaunan kering bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah latosol. Jenis tanah seperti ini merupakan tanah yang dapat ditemukan di bawah hutan hujan tropis. Di Indonesia, tanah latosol banyak tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.[4]

Referensi

sunting
  1. ^ "LECTURE NOTES ON THE MAJOR SOILS OF THE WORLD". www.fao.org. Diakses tanggal 2021-04-22.
  2. ^ Sanchez, P.A.; Logan, T.J. (1992). "Myths and science about the chemistry and fertility of soils of the tropics" (PDF). Dalam Lal, R; Sanchez, P.ย A. (ed.). Myths and Science of Soils of the Tropics. Madison, Wisconsin: Soil Science Society of America. hlm.ย 36. Diakses tanggal 14 Juni 2014.
  3. ^ Fahmi, Arifin; Syamsudin, Syamsudin; Utami, Sri Nuryani H.; Radjagukguk, Bostang (10 April 2024). "Peran Pemupukan Posfor dalam Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Tanah Regosol dan Latosol". BERITA BIOLOGI. 9 (6): 745โ€“750. doi:10.14203/beritabiologi.v9i6.851. Diakses tanggal 10 April 2024 โ€“ via biologyjournal.brin.go.id.
  4. ^ Saptiningsih, Endang; Sri Haryanti (Oktober 2015). "KANDUNGAN SELULOSA DAN LIGNIN BERBAGAI SUMBER BAHAN ORGANIK SETELAH DEKOMPOSISI PADA TANAH LATOSOL" (PDF). Buletin Anatomi dan Fisiologi. XXIII (2). Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Jawa Tengah

tahun 1969, jenis tanah wilayah Provinsi Jawa Tengah didominasi oleh tanah latosol, aluvial, dan grumusol; sehingga hamparan tanah di provinsi ini termasuk

Kota Tangerang Selatan

jenis tanahnya, pada umumnya di Tangerang Selatan berupa asosiasi latosol merah dan latosol coklat kemerahan yang secara umum cocok untuk pertanian atau perkebunan

Kabupaten Bekasi

komplek latosol merah kekuningan, latosol coklat, dan podsolik merah; aluvial kelabu tua; asosiasi glei humus dan alluvial kelabu; dan asosiasi latosol merah

Kabupaten Ogan Komering Ilir

merupakan endapan rawa. Untuk jenis latosol dijumpai di kecamatan Pampangan dan Pedamaran. Di daerah ini Latosol berwarna coklat kemerahan. Seri tanah

Kota Pagar Alam

lainnya: Sebagian besar keadaan tanah di kota Pagar Alam berasal dari jenis latosol dan andosol dengan bentuk permukaan bergelombang sampai berbukit. Jika

Kabupaten Bengkulu Utara

tanah di Kabupaten Bengkulu Utara terdiri dari Latasol: 29.01ย %, Asosiasi Latosol dan PMK: 1,42%, Asosiasi MPK dan Lotosol: 25,36%, Pedsolik Merah Kuning:

Nilam

diketahui bahwa jenis tanah yang cocok untuk ditanam adalah tanah regosol, latosol merah, atau/dan aluvial. Budi daya tanaman nilam dapat dilakukan dengan

Kelapa sawit

daerah semak belukar dengan berbagai jenis tipe tanah seperti podzolik, latosol, hidromorfik kelabu, alluvial atau regosol, tanah gambut saprik, dataran