| 96 Minutes | |
|---|---|
Poster rilis di bioskop Taiwan | |
| Judul asli | |
| Tionghoa | 96分鐘 |
| Sutradara | Hung Tzu-hsuan |
| Produser | Chou Chieh-chung |
| Ditulis oleh | Hung Tzu-hsuan Chen Yi-fang Yang Wan-ju |
| Pemeran | |
| Penata musik | Chris Hou |
| Sinematografer | Wang Chin-cheng |
| Editor | Lee Tung-chuan |
Perusahaan produksi | WOWing Entertainment Group Flash Forward Entertainment |
| Distributor | Machi Xcelsior Studios Co., Ltd |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 118 menit |
| Negara | Taiwan |
| Bahasa | Mandarin Taiwan |
| Anggaran | NT$160 juta[1] |
Pendapatan kotor | NT$207 juta (Taiwan)[2] |
96 Minutes (Hanzi: 96分鐘; Tongyong Pinyin: jiǒu shí liòu fēn jhōng) adalah sebuah film triler aksi Taiwan tahun 2025 yang disutradarai oleh Hung Tzu-hsuan dan diproduseri oleh Chou Chieh-chung, serta dibintangi oleh Austin Lin, Vivian Sung, Wang Po-chieh, dan Lee Lee-zen. Film ini adalah film Taiwan pertama yang berfokus pada sistem kereta kecepatan tinggi Taiwan. Ceritanya berfokus pada seorang ahli penjinak bom yang menaiki kereta cepat dan harus menghadapi ancaman bom yang terkait dengan sebuah tragedi masa lalu yang menghantui pikirannya.
96 Minutes tayang perdana sebagai film pembukaan di Festival Film Taipei pada 20 Juni 2025 dan dirilis di bioskop Taiwan pada 5 September 2025.[3]
Plot
suntingSung Kang-jen adalah seorang petugas penjinak bom yang keluar dari kepolisian setelah mengalami kejadian traumatis tiga tahun sebelumnya. Saat terjadi dua pengeboman bersamaan di sebuah bioskop dan pusat perbelanjaan, Sung memilih menjinakkan bom di bioskop demi menyelamatkan istrinya, Huang Hsin, serta atasannya, Lee Chieh. Keputusan itu secara tidak langsung menyebabkan ratusan orang tewas di pusat perbelanjaan. Peristiwa tersebut meninggalkan rasa bersalah yang mendalam dalam dirinya.
Pada peringatan tiga tahun tragedi itu, Sung dan istrinya Huang Hsin—seorang penyelidik kriminal— bersama dengan ibunya menaiki kereta Taiwan High Speed Rail nomor 115 dari Taipei menuju Kaohsiung, dengan waktu tempuh 96 menit. Pada saat yang sama, Lee Chieh juga naik ke kereta itu setelah menerima pesan ancaman dari seseorang. Tak lama kemudian, Lee Chieh menerima pesan hitungan mundur yang menandakan adanya bom di dalam kereta. Setelah kereta melewati Taoyuan, Lee mengajak bicara Sung secara privat di dekat toilet, yang secara tidak sengaja didengar oleh seorang penumpang bernama Liu Kai. Lee dan Sung mulai bekerja sama dengan para petugas kereta untuk menyelidiki secara diam-diam agar tidak menimbulkan kepanikan. Liu mencoba menawarkan bantuan kepada Sung, tapi Sung langsung menahannya karena tidak ingin ada resiko lain yang bisa menyebabkan keadaan bertambah buruk. Di gerbong tempat mereka berada, sebuah dering telepon terus berdering, sehingga membuat seorang penumpang memeriksanya. Penumpang tersebut menemukan bahwa suara tersebut berasal dari sebuah kaleng. Kaleng itu sempat dicurigai berisi bom, namun ternyata hanya berisi sebuah telepon genggam. Meski demikian, tulisan di bawah kaleng menunjukkan bahwa ancaman kali ini berkaitan dengan insiden tiga tahun sebelumnya. Pada saat bersamaan, ibu Sung menerima pesan yang memintanya menelpon sebuah nomor, yang ternyata mengaktifkan bom di toilet kereta cepat lain bernomor 289.
Setelah pengeboman tersebut, seorang penumpang di kereta cepat lain bernama Yang Ting-juan, yang ternyata adalah istri dari Liu Kai, mengaku bahwa ada bom lain di dalam sebuah koper merah di kereta mereka. Setelah diperiksa, Liu dan Yang memiliki anak yang menjadi korban pengemboman tiga tahun lalu. Keadaan menjadi tegang, setelah timer waktu bom tersebut mendadak berkurang dengan cepat. Dengan bantuan analisa Liu Kai, mereka menyadari bahwa sistem penghitung waktunya telah diatur berbanding terbalik dengan kecepatan kedua kereta, di mana jika kecepatan kereta menurun maka timer bom akan berjalan lebih cepat.
Di kereta nomor 289, Yang Yi-hui, adik dari Yang Ting-juan, mengancam akan meledakkan kereta jika Sung dan Lee tidak keluar dan menjelaskan kebenaran di balik tragedi yang terjadi tiga tahun sebelumnya. Selama tiga tahun, Yi-hui terus dihantui rasa bersalah karena keponakannya—yang menjadi salah satu korban—sedang bersamanya ketika bom meledak. Sung kemudian berkomunikasi dengannya melalui tablet dan setuju untuk mengaku di hadapan publik bahwa ia mengetahui bom yang dijinakkannya di gedung bioskop akan memicu ledakan bom lain di pusat perbelanjaan. Setelah pengakuan tersebut, Sung memutuskan melakukan lompatan nekat ke kereta nomor 889 ketika kedua kereta melaju berdampingan, demi menjinakkan bom yang ada di sana. Di kereta itu, Sung terlibat perkelahian dengan Yi-hui. Ia berhasil melempar Yi-hui keluar dari kereta, tetapi menderita luka parah akibat tusukan di perut. Setelah Yi-hui terbunuh, Sung menyadari bahwa Yi-hui hanya dimanfaatkan oleh pelaku sebenarnya setelah menemukan bahwa remote yang dipegangnya adalah remote palsu.
Sementara itu, di kereta nomor 115, pelaku utama pengeboman tiga tahun lalu—yang ternyata adalah pria yang menemukan kaleng berisi telepon genggam di awal cerita—membunuh Lee di toilet. Melalui kilas balik, terungkap bahwa motif pria tersebut adalah balas dendam terhadap Lee, yang pernah memilih menyelamatkan kelompok mayoritas dalam sebuah bencana terowongan, sementara istrinya berada di kelompok minoritas yang dibiarkan menjadi korban. Setelah membunuh Lee, pria tersebut mengaktifkan bom dalam sebuah koper. Bom tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga jika salah satu bom di salah satu kereta berhasil dijinakkan, bom di kereta lainnya justru akan meledak. Sung yang kehabisan darah akibat tusukan tidak mampu berjalan setelah membawa koper bom ke ujung gerbong kereta untuk meminimalisir dampak ledakan. Sung berpamitan dengan Huang untuk menyelesaikan misi terakhirnya. Liu Kai yang mengetahui adanya spidol UV yang dipegang oleh Lee sebelum kematiannya mengecek toilet tempat kematian Lee. Dia kemudian mematikan listrik kereta api, dan kemudian dan berhasil menemukan sang pelaku pengeboman.
Beberapa waktu kemudian sejak kejadian tersebut, Liu Kai bersama Yang Ting-juan mengunjungi tempat penyimpanan abu jenasah Yi-hui dan anak mereka. Sementara itu, Huang melihat sepasang pria dan wanita dari kejauhan dan membalas isi pesan Line almarhum suaminya dengan kata-kata "Misi selesai, terima kasih atas kerja kerasmu".
Pemeran
sunting- Austin Lin sebagai Sung Kang-jen, mantan penjinak bom dari kepolisian
- Vivian Sung sebagai Huang Hsin, seorang penyidik kriminal dan istri Sung
- Lee Lee-zen sebagai Lee Chieh, komandan unit polisi yang terlibat dalam investigasi pemboman sebelumnya dan mantan atasan Sung
- Wang Po-chieh sebagai Liu Kai, seorang tutor fisika yang terlibat dalam krisis
- Frederick Lee sebagai Wu Chang-ren
- Lü Hsueh-feng sebagai ibu Sung
- Eleven Yao sebagai Yang Ting-juan, istri Liu
- Kent Tsai sebagai Yang Yi-hui, adik laki-laki Yang
- Ng Ki-pin sebagai A-bin
- Wu Chien-ho sebagai A-Ken
- Vera Chen sebagai kondektur kereta api Lü
Produksi
suntingPengembangan 96 Minutes dimulai pada tahun 2017 dengan penyelesaian naskah awal. Proyek ini memperoleh dukungan pendanaan dari Dana Pengembangan Film Cerita Taiwan serta Program Insentif Produksi Internasional milik Komisi Film Taipei. Investasi tambahan diberikan oleh Taiwan Creative Content Agency dengan bantuan dari beberapa pemerintah daerah.[4]
Film ini diproduksi dengan anggaran sekitar NT$160 juta. Pengambilan gambar utama dimulai pada April 2024 dan selesai pada Mei 2024. Sebagian besar proses produksi berlangsung di Central Taiwan Film Studio yang berlokasi di Distrik Wufeng, Taichung, tempat dibangun set khusus berupa gerbong Kereta Kecepatan Tinggi Taiwan. Studio pintar untuk pengambilan gambar di dalam gerbong kereta tersebut menelan biaya pembangunan sekitar NT$20 juta.[5]
Sutradara Hung Tzu-hsuan menyatakan bahwa ia memiliki ketertarikan khusus pada cerita yang berlangsung dalam ruang dan waktu terbatas, karena menurutnya batasan semacam itu dapat memperkuat ketegangan naratif sekaligus meningkatkan keterlibatan penonton. Produksi sempat mengalami penundaan selama tahap pengembangan akibat kendala finansial serta dampak pandemi COVID-19 terhadap industri film.[6]
Efek visual
suntingFilm ini memuat lebih dari 800 bidikan efek visual dan melibatkan sekitar 90 kru dalam tahap pra-produksi maupun pascaproduksi. Tim efek visual menggunakan sistem simulasi virtual untuk meninjau adegan di dalam maupun di luar lingkungan gerbong kereta. Model digital interior kereta dibuat dengan Unreal Engine, memungkinkan sutradara meninjau pergerakan kamera dan pencahayaan melalui perangkat tablet serta pengendali gim. Produksi juga memanfaatkan latar virtual LED, sebuah teknik yang pada saat itu jarang digunakan dalam film Taiwan.
Rekaman pemandangan sepanjang jalur Kereta Kecepatan Tinggi Taiwan diambil untuk menciptakan tampilan luar yang realistis melalui jendela kereta. Efek lingkungan tambahan, termasuk hujan dan perubahan pencahayaan di dalam terowongan, ditambahkan secara digital.[7]
Perilisan
suntingTrailer pertama film ini dirilis pada 27 Mei 2025. 96 Minutes tayang perdana di Festival Film Taipei ke-27 pada 20 Juni 2025 dan kemudian diputar dalam kompetisi internasional di Festival Film Fantastik Internasional Bucheon.
Film ini dirilis di Taiwan pada 5 September 2025, disusul oleh penayangan di Singapura pada 30 September, Malaysia pada 2 Oktober, Hong Kong dan Makau pada 29 Oktober, serta Vietnam pada 5 Desember. Film ini kemudian tersedia untuk layanan streaming di Netflix mulai 30 Januari 2026.[8]
Penerimaan
suntingBioskop
sunting96 Minutes meraup lebih dari NT$18 juta pada akhir pekan pembukaannya di Taiwan. Dalam tujuh hari setelah rilis, total pendapatan mencapai lebih dari NT$32 juta. Film ini menembus angka NT$100 juta setelah 19 hari penayangan, menjadikannya film Taiwan kedua yang dirilis pada 2025 yang berhasil melampaui pencapaian tersebut.[9]
Hingga 3 November 2025, film ini telah meraih lebih dari NT$200 juta di box office Taiwan.[10]
Referensi
sunting- ^ 蕭采薇 (9 Juli 2025). "1.6億打造台灣高鐵災難片!《96分鐘》動員封街 林柏宏、宋芸樺曝超狂挑戰". ETtoday (dalam bahasa Chinese (Taiwan)). Diakses tanggal 18 September 2025.
- ^ "全國電影票房統計資訊". Taiwan Film and Audiovisual Institute. 23 Februari 2026.
- ^ 王心妤 (2025-05-02). "北影「96分鐘」災難開場 「進行曲」熱血閉幕 | 娛樂". Central News Agency (Taiwan) (dalam bahasa Chinese (Taiwan)). Diakses tanggal 2025-05-27.
- ^ "高鐵災難動作片《96分鐘》9月5日上映 林柏宏增重飾拆彈專家 宋芸樺首拍動作片上癮「我要打更多」". www.filmcommission.taipei. Diakses tanggal 27 Mei 2025.
- ^ 蘇木春 (14 Agustus 2024). "台灣首座高鐵車廂攝影棚亮相 李遠盼壯大片場技術[影] | 娛樂" (dalam bahasa Chinese (Taiwan)). Central News Agency (Taiwan). Diakses tanggal 27 Mei 2025.
- ^ 蔡立勳 (4 September 2025). "台灣終於也有列車電影!《96分鐘》砸1.6億、耗時9年拍出高鐵炸彈危機". Majalah CommonWealth (Taiwan) (dalam bahasa Chinese (Taiwan)). Diakses tanggal 19 Maret 2026.
- ^ 洪子茜 (8 September 2025). "斥資 1.6 億、逾 800 顆特效鏡頭,打造為「大銀幕而生」台灣大型災難片《96 分鐘》── 專訪導演洪子烜、夢想動畫特效總監温兆銘". incgmedia.com (dalam bahasa Chinese (Taiwan)). Diakses tanggal 6 Februari 2026.
- ^ 娛樂組. "這次是真的衝上國際 台片《96分鐘》登Netflix全球排行Top4紅遍24國". Mirror Media (dalam bahasa Chinese (Taiwan)). Diakses tanggal 6 Februari 2026.
- ^ 蕭采薇 (23 September 2025). "《96分鐘》狂飆19天票房破億! 林柏宏晉升雙億萬男星:真的非常感動". ETtoday (dalam bahasa Chinese (Taiwan)). Diakses tanggal 23 September 2025.
- ^ 陳穎 (4 November 2025). "炸出好成績!「96分鐘」全台衝破2億". United Daily News. Diakses tanggal 19 Maret 2026.
Pranala luar
sunting- 96 Minutes di IMDb (dalam bahasa Inggris)