Contoh lensa ledak yang merupakan bagian senjata nuklir modern. Bagian berwarna tebal ditempati "peledak cepat" sedangkan bagian putih ditempati "peledak lambat".

Lensa ledak adalah sebuah peledak terarah dengan rancangan sangat khusus, digunakan di senjata seperti senjata nuklir. Pada umumnya, alat ini terdiri dari banyak bahan peledak yang disusun sedemikian rupa sehingga gelombak ledakan yang akan terfokus atau terkuatkan di suatu titik. Istilah lensa digunakan karena konsepnya mirip konsep lensa optik dalam memfokuskan cahaya melalui pembiasan. Lensa ledak banyak digunakan di senjata nuklir tipe imposif.[1]

Menurut Hans Bethe, penemuan lensa ledak terjadi berkat rancangan dan kontribusi John von Neumann.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Benjamin C. Garrett (25 August 2017). Historical Dictionary of Nuclear, Biological, and Chemical Warfare. Rowman & Littlefield Publishers. hlm.ย 103. ISBNย 978-1-5381-0684-6.
  2. ^ John Von Neumann Documentary. Mathematical Association of America. 1966.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar bahan peledak yang digunakan selama Perang Dunia II

Hampir semua bahan peledak umum yang tercantum di sini adalah campuran dari beberapa komponen umum: Amonium pikrat TNT (Trinitrotoluena) PETN (Pentaerythritol

High Explosive Research

campuran uranium-plutonium, dan menggunakan lensa ledak udara demi memperkecil ukurannya dan mempertahankan daya ledak sekurangnya 10 kiloton. Versi berpenggalak

Composition B

ini juga digunakan untuk lensa ledak dalam senjata nuklir jenis implosi yang pertama dibuat oleh Amerika Serikat. Bahan peledak TNT HMX RDX PETN Bubuk aluminium

Alutsista Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

meluncurkan 32 roket hanya dalam waktu enam detik, dengan jangkauan daya ledak hampir dua hektare. Roket Astros II (Artillery Saturation Rocket System

Dewa 19

Stars 2.0 hingga September". Antara News. Diakses tanggal 2025-11-06. LewatLensa (2025-09-04). "DEWA 19 All Stars 2.0 Hadirkan Bintang Tamu Tambahan, Gitaris

Ipank

minang pada tahun 2011. Album perdananya "Rantau Den Pajauah" langsung meledak di pasaran. Banyak yang tidak mengetahui bahwa sebelum terkenalnya Ipank

Julius Robert Oppenheimer

mengabaikan desain bedil dan memilih desain senjata berjenis peledak. Dengan memanfaatkan lensa ledak kimia, bola subkritikal material fisi dapat diperas menjadi

Trinity (uji coba nuklir)

kompresi yang mendorong ke dalam. Desain ini, yang dikenal sebagai โ€œlensa peledakโ€, memfokuskan gelombang kejut ke arah inti plutonium padat dengan kekuatan