Pangkat "Letnan Kolonel" dalam TNI-AD

Letnan Kolonel (Letkol) adalah pangkat perwira menengah dalam kemiliteran di Indonesia, setara dengan Ajun Komisaris Besar Polisi dalam Kepolisian Republik Indonesia/Polri. Pangkat ini ditandai dengan pemakaian dua melati emas di bahu.

Semasa penjajahan Belanda, dikenal dengan sebutan Overste dalam ketentaraan Hindia Belanda atau ' Koninklijk Nederlands-Indisch Leger/KNIL.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Letnan Jenderal (Indonesia)

berbintang dua, sedangkan pangkat jenderal berbintang tiga adalah Kolonel Jenderal. Pangkat Letnan Jenderal digunakan sebagai pangkat perwira tinggi berbintang

Letnan jenderal

pangkat letnan jenderal biasanya berada tepat di bawah jenderal (atau kolonel jenderal) dan berada di atas mayor jenderal; pengkat letnan jenderal ini

Teddy Indra Wijaya

pangkat terakhir kolonel dan Patris R.A. Rumbayan dari Manado yang merupakan purnawirawan militer dengan pangkat terakhir letnan kolonel. Teddy menempuh

Komando Distrik Militer

Distrik Militer) yang berpangkat Kolonel (Kodim tipe A dan Kodim Berdiri Sendiri/BS tanpa korem) dan Letnan Kolonel (Letkol) (Kodim Tipe B). Secara garis

Lucky Avianto

Jakarta pada 2 Oktober 1974 sebagai putra H.R. Slamet Iswadi, seorang letnan kolonel angkatan darat. Lucky menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di kompleks

Kolonel

Kolonel adalah pangkat perwira menengah tertinggi, satu tingkatan di atas Letnan Kolonel dan satu tingkat di bawah Brigadir Jenderal. Di kepolisian Indonesia

Tanda Kepangkatan Kepolisian Negara Republik Indonesia

Polisi Letnan Jenderal Polisi Mayor Jenderal Polisi Brigadir Jenderal Polisi Kolonel Polisi Letnan Kolonel Polisi Mayor Polisi Kapten Polisi Letnan Satu

Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat

Letnan Kolonel Muwardi yang ditugasi menyusun Orgas Teritorial, Letnan Kolonel Amir Mahmud yang ditugasi menyusun Orgas Latihan dan Operasi, Letnan Kolonel