Lambang pundak letnan penerbang

Letnan Penerbang (Flight Lieutenant, Flt Lt di RAF dan IAF; FLTLT di RAAF dan RNZAF—dulunya terkadang disebut F/L di seluruh layanan) adalah sebuah pangkat angkatan udara terkomisi junior yang bermula di Royal Naval Air Service dan masuk dipakai di Royal Air Force[1] dan beberapa negara lain, khususnya di Persemakmuran. Ini terkadang dipakai sebagai terjemahan dari pangkat setara di negara-negara yang memiliki struktur pangkat angkatan udara spesifik non-Inggris.

Referensi

sunting
  1. ^ "Ranks and Badges of the RAF". Royal Air Force. 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-07-02. Diakses tanggal 22 March 2015.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Letnan Dua

Teks tebal Letnan Dua (disingkat letda) adalah pangkat terendah dalam jenjang perwira pertama di kemiliteran di Indonesia. Diberikan kepada: Taruna Akademi

Akademi Angkatan Laut

tahun dan setelah lulus dan dilantik menjadi Perwira Pertama berpangkat Letnan Dua, Kadet AAL berhak menyandang predikat sebagai Sarjana Terapan Pertahanan

Luluk Teguh Prabowo

Udara yang menjadi penerbang pesawat tempur T-50 Golden Eagle dan memiliki callsign “Wiggler”. Luluk Teguh merupakan seorang penerbang pertama di TNI Angkatan

Dudung Abdurachman

Agustus 2022). Prabowo, Dani (ed.). "Jenderal Dudung Terima Wing Kehormatan Penerbang Kelas I TNI AU". Kompas.com. Diakses tanggal 27 Agustus 2022. Yahya, Achmad

Abdul Mateen dari Brunei

pilot helikopter di Sekolah Terbang Helikopter Pertahanan di RAF Shawbury, dan pada saat kelulusan dianugerahkan brevet penerbang langsung oleh bapaknya,

Fred Akuffo

Juni 1979 oleh para perwira junior militer Ghana yang dipimpin oleh Letnan Penerbang Jerry John Rawlings dan Dewan Revolusioner Angkatan Bersenjata. Ia

Tanda Kepangkatan Kepolisian Negara Republik Indonesia

Kadivhubinter. Jabatan Operasional, diantaranya adalah: Museum Polri; SAR Polri; Penerbang Polri; Teknika dan Nautika Polri. Staf, penggunaan garis pinggir pada

Gatot Nurmantyo

Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menggantikan Letnan Jenderal Muhammad Munir. Pada bulan Juni 2015, ia diajukan oleh Presiden