📑 Table of Contents
Sisplatin, senyawa koordinasi yang mengandung logam platina, merupakan senyawa kompleks dengan empat ligan

Ligan adalah molekul atau ion yang berikatan dengan atom logam pusat untuk membentuk senyawa kompleks.[1] Ikatan yang terbentuk merupakan ikatan koordinasi dan melibatkan pasangan elektron yang didonorkan oleh ligan kepada atom pusat. Hal ini menjadikan ligan dapat dianggap sebagai basa Lewis.[2]

Ligan di dalam senyawa kompleks memiliki peran penting dalam sifat-sifat yang dimiliki senyawa tersebut. Paling sederhana, ligan menentukan kereaktifan senyawa kompleks, seperti reaksi redoks yang dapat dialami oleh atom pusat. Oleh karena itu, senyawa kompleks berperan penting di dalam berbagai bidang, termasuk kimia obat, kimia bioanorganik, katalisis, dan kimia lingkungan.

Ligan dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan beberapa hal, yakni muatan, ukuran, unsur yang terikat dengan atom pusat, jumlah ikatan yang terbentuk (dentisitas), dan jumlah atom bersebelahan yang mendonorkan elektron (haptisitas).[3]

Sejarah

sunting
Lukisan ็ฅžๅฅˆๅทๆฒ–ๆตช่ฃ (Ombak Besar di Kanagawa) karya Hokusai dilukis dengan pigmen biru Prussia

Senyawa kompleks bukanlah sesuatu yang asing bagi manusia dan telah digunakan di berbagai hal, seperti biru Prussia yang menjadi salah satu pigmen penting di seluruh dunia. Pigmen lain yang juga telah digunakan di antaranya aureolin, senyawa kobalt, dengan warna kuning kepodang dan alizarin dengan warna merah.

Meski komposisi kimiawi dari senyawa kompleks ini sudah mulai ditentukan, ilmuwan masih belum dapat menjawab struktur dari senyawa kompleks.[2] Tokoh penting dalam senyawa kompleks adalah Alfred Werner yang berhasil membuktikan bahwa rumus kimia dari beberapa senyawa kompleks krom dan platina dapat dipahami apabila senyawa tersebut berikatan dengan enam buah ligan. Senyawa yang terbentuk memiliki geometri oktahedral. Istilah ligan, yang digunakan oleh beliau dan Carl Somiesky, dipakai untuk membedakan ion klorida yang berkoordinasi dengan atom pusat dan ion klorida yang menjadi anion dalam senyawa kompleks tersebut.[4]

Ligan umum

sunting

Anion dan molekul sederhana dapat langsung berikatan dengan memanfaatkan pasangan elektron bebas di salah satu atomnya. Molekul yang memiliki ikatan rangkap, seperti etena dan butadiena, juga dapat berikatan dengan memanfaatkan elektron pada ikatan rangkapnya. Ikatan tunggal pun dapat menjadi donor elektron, misalnya ikatan pada H2, dan umumnya ini terjadi di reaksi organologam.

Ligan Rumus Muatan Dentisitas Keterangan
Iodida (iodo) Iโˆ’ โˆ’1 Monodentat
Bromida (bromo) Brโˆ’ โˆ’1 Monodentat
Sulfida (tio) S2โˆ’ โˆ’2 Monodentat (M=S) atau

bidentat (Mโˆ’Sโˆ’M')

Ligan tunggal atau ligan jembatan
Tiosianat (tiosianato) Sโˆ’CNโˆ’ โˆ’1 Monodentat Ambidentat
Klorida (kloro) Clโˆ’ โˆ’1 Monodentat
Nitrat (nitrato) Oโˆ’NO2โˆ’ โˆ’1 Monodentat
Azida (azido) Nโˆ’N2โˆ’ โˆ’1 Monodentat
Fluorida (fluoro) Fโˆ’ โˆ’1 Monodentat
Hidroksida (hidrokso) Oโˆ’Hโˆ’ โˆ’1 Monodentat
Oksalat (oksalato) [Oโˆ’COโˆ’COโˆ’O]2โˆ’ โˆ’2 Bidentat
Air (akua) Oโˆ’H2 0 Monodentat
Nitrit (nitrito) Oโˆ’Nโˆ’Oโˆ’ โˆ’1 Monodentat Ambidentat
Isotiosianat (isotiosianato) N=C=Sโˆ’ โˆ’1 Monodentat Ambidentat
Asetonitril CH3CN 0 Monodentat
Piridina (py) C5H5N 0 Monodentat
Amonia (amina) NH3 0 Monodentat
Etilenadiamina (en) NH2โˆ’CH2โˆ’CH2โˆ’H2N 0 Bidentat
2,2'-bipiridina (bipy) NC5H4โˆ’C5H4N 0 Bidentat
1,10-fenantrolina (phen) C12H8N2 0 Bidentat
Nitrit (nitro) Nโˆ’O2โˆ’ โˆ’1 Monodentat Ambidentat
Trifenilfosfina Pโˆ’(C6H5)3 0 Monodentat
Sianida (siano) Cโ‰กNโˆ’

Nโ‰กCโˆ’

โˆ’1 Monodentat Dapat berperan sebagai ligan jembatan Mโˆ’Cโˆ’M' atau Mโˆ’Cโ‰กNโˆ’M'
Karbon monoksida (karbonil) Cโ‰กO 0 Monodentat Dapat berperan sebagai ligan jembatan Mโˆ’Cโˆ’M'

Beberapa ligan dinyatakan sebagai ambidentat karena spesi tersebut dapat berikatan dengan atom pusat melalui dua atom yang berbeda.

Selain yang disebutkan, terdapat juga beberapa ligan lain yang juga sering dimanfaatkan.

Ligan Rumus Muatan Dentisitas Keterangan
Asetilasetonat (acac) [CH3โˆ’COโˆ’CH2โˆ’COโˆ’CH3]โˆ’ โˆ’1 Bidentat
Alkena R2C=CR2 0 Monodentat
Benzena C6H6 0 Dapat membentuk mono, bi, atau tridentat sesuai haptisitasnya
Dietilenatriamina (dien) C4H13N3 0 Tridentat
Eter mahkota 0 Makrosiklik dengan atom donor O
Etilenadiaminatetraasetat (EDTA4โˆ’) (โˆ’OOCโˆ’CH2)2Nโˆ’C2H4โˆ’N(CH2โˆ’COOโˆ’)2 โˆ’4 Heksadentat
Glisinat (glisinato) NH2CH2COOโˆ’ โˆ’1 Bidentat Asam amino lain menyerupai glisinat
Heme 0 Tetradentat Makrosiklik dengan atom donor N
Okso O2โˆ’ โˆ’2 Monodentat Dapat menjadi jembatan
Siklopentadienil (Cp) C5H5โˆ’ โˆ’1 Dapat membentuk mono, bi, atau tridentat sesuai haptisitasnya

Referensi

sunting
  1. ^ Rittner, Don; Bailey, Ronald A. (2005). Encyclopedia of Chemistry. New York: Facts On File, Inc. ISBNย 0-8160-4894-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ a b Miessler, Gary L.; Fischer, Paul J.; Tarr, Donald A. (2014). Inorganic chemistry (Edisi Fifth edition). Boston: Pearson. ISBNย 978-0-321-81105-9.
  3. ^ Kimia, Ilmu (2013-04-18). "Ligan Senyawa Kompleks". Ilmu Kimia | Artikel dan Materi Kimia (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-04-20.
  4. ^ Berke, Heinz (2014). "'Counting ions' in Alfred Werner's coordination chemistry using electrical conductivity measurements". Educaciรณn Quรญmica (dalam bahasa Spanyol). 25 (1): 267โ€“275. doi:10.1016/S0187-893X(14)70567-1. ISSNย 1870-8404.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Jembatan ligan

koordinasi, sebuah jembatan ligan adalah sebuah ligan yang menghubungkan dua atau lebih atom, biasanya ion logam. Ligan dapat berupa atom atau poliatom

Reseptor (biokimia)

dengan ligan struktur tertentu, seperti halnya gembok yang menerima kunci berbentuk khusus. Ketika ligan berikatan dengan reseptornya, ligan mengaktifkan

Reagen Grignard

Grignard adalah kompleks dengan atom magnesium yang terikat pada dua ligan eter serta ligan halida dan organil. Penemuan reaksi Grignard pada tahun 1900 diakui

Reseptor GABA

GABA, yakni GABAA dan GABAB. Reseptor GABAA adalah saluran ion yang diatur ligan (juga dikenal sebagai reseptor ionotropik); sedangkan reseptor GABAB adalah

Teori medan ligan

Teori medan ligan (Bahasa Inggris: Ligand Field Theory), disingkat LFT, adalah sebuah teori yang menjelaskan ikatan pada senyawa kompleks koordinasi.

Aturan 18 elektron

medan ligan yang kuat, biasanya ligan tersebut merupakan donor dan akseptor yang baik, salah satu contoh adalah ligan karbonil (CO). Kuat lemahnya ligan ditentukan

CCR5

receptor 5, CCR5code: en is deprecated ) adalah pencerap kemokina dengan ligan, antara lain berupa RANTES, MIP-1ฮฑ dan MIP-1ฮฒ. CCR5 juga merupakan nama

Ligan, Sampoiniet, Aceh Jaya

Ligan merupakan salah satu gampong yang ada di Mukim Pante Purba, kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, provinsi Aceh, Indonesia. (Indonesia) Keputusan