Suhu likuidus, TL atau Tliq, menentukan suhu yang dapat membuat zat mulai mempertahankan wujud cairnya secara penuh,[1] dan suhu maksimum agar wujud kristal (padat) dapat berdampingan dengan wujud lelehan (cair) dalam kesetimbangan termodinamik. Istilah ini biasanya digunakan untuk senyawa-senyawa tidak murni (campuran) seperti kaca, logam paduan, dan batuan.

Referensi

sunting
  1. ^ Askeland, Donald R.; Wright, Wendelin J. (January 14, 2014) [1st. Pub. 2009]. Essentials of Materials Science and Engineering. Cengage Learning. hlm.ย 329. ISBNย 978-1-11157685-1.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Solder

bertepatan dengan titik bekunya. Paduan noneutektik memiliki suhu solidus dan likuidus yang berbeda, karena paduan semacam itu memiliki titik leleh dan titik

Sistem eutektik

eutektik. Sebagai contoh, yaitu dalam sistem perak-emas, dengan suhu leleh (likuidus) dan suhu beku (solidus) dari campuran tersebut justru lebih tinggi daripada

Bijih besi

dapat sangat bermanfaat dalam casting operasi. Fosfor menekan temperatur likuidus, memungkinkan besi untuk tetap cair lebih lama dan meningkatkan fluiditas

Diagram fase

padat. Likuidus adalah temperatur di mana zat tersebut stabil dalam keadaan cair. Adalah mungkin terdapat celah di antara solidus dan likuidus; di antara

Lelehan parsial

komposisi solidnya secara umum. Lelehan parsial terjadi saat suhu solidus dan likuidus berbeda. Untuk mineral tunggal, ini bisa terjadi ketika mereka menampakkan

Patri

kapilaritas. Logam pengisi dipanaskan hingga sedikit di atas suhu lebur (likuidus) sambil dilindungi oleh lingkungan atmosfer yang sesuai, biasanya oleh

Kristalisasi fraksional (geologi)

mineral mana yang pertama kali mengkristal saat lelehan mendingin melewati likuidus. Salah satu contohnya menyangkut kristalisasi lelehan yang membentuk batuan