Lis kusen dari sisi kiri portal di fasad Basilika Sant'Ambrogio di Milan, Italia (dengan lengkungan di atasnya.)
Lis kusen pada sebuah Basilika di San Salvatore, Spoleto, Italia.

Arkitraf atau Lis kusen (/ˈɑːrkɪtrv/; dari bahasa Italia: architrave berarti "balok utama", juga disebut epistyle;[1] dari Yunani ἐπίστυλον epistylon berarti "kusen pintu") dalam arsitektur klasik adalah balok lintel/latei atau balok yang bersandar pada kapital dari kolom.

Istilah ini juga dapat berlaku untuk semua sisi, termasuk bagian vertikal dari bingkai dengan cetakan di sekitar pintu atau jendela. Kata "artikraf" juga digunakan untuk merujuk secara lebih umum untuk gaya pengelisan (atau elemen lainnya) yang membingkai bagian atas pintu, jendela atau bukaan persegi panjang lainnya, ketika bagian "kepala" yang horisontal meluas melewati bagian atas sisi vertikal tempat elemen disambungkan dengan butt joint (sambungan tumpul) yang merupakan kebalikan dari mitre joint (sambungan siku).[2]

Arsitektur klasik

sunting

Sebuah balok entablatur di dalam arsitektur klasik berada di bagian bawah yang terendah, di bawah dekorasi dan birai (elemen penghias). Kata ini berasal dari kata Yunani dan Latin arche dan trab digabung berarti "balok utama". Artikraf berbeda-beda pada setiap ordo klasik. Misalnya dalam ordo Toskana, hanya terdiri dari satu bagian muka biasa yang dimahkotai dengan fillet dan tingginya setengah dari Modul Vitruvian. Sedangkan dalam ordo Doria dan ordo komposit, memiliki dua bagian muka atau kaki lima dan tiga bagian muka dalam ordo Ionia dan ordo Korintus, dengan tinggi 10/12 dari modul vitruvian, meskipun dari setengah modul sisanya.

Referensi

sunting
  1. ^  Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Epistyle" . Encyclopædia Britannica. Vol. 9 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 703.
  2. ^ Ching, Francis D.K. (1995). A Visual Dictionary of Architecture. New York: John Wiley & Sons, Inc. hlm. 179, 186. ISBN 0-471-28451-3.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pintu

untuk celah antara lantai dan kusen pintu, membantu mencegah kebocoran air, serangga, atau angin masuk melalui bukaan. Lis kusen (Architrave) : Balok pada

Relik yang berhubungan dengan Buddha

suku Malla dari Kushinara untuk mendapatkan relik Sang Buddha. Di tengah lis kusen, pengepungan Kushinara sedang berlangsung; di kanan dan kiri, para pemimpin

Pemanelan

penutup tambahan permukaan dinding. Kini seni lis dinding atau wainscot mengacu pada penggunaan panel atau lis kayu atau bahan lain yang ditempatkan di dinding

Stasiun Malang Kotalama

pintu, yang atasnya membentuk lengkungan, dengan pola garis-garis pada kusen. Selain itu, jendela yang digunakan merupakan jenis jendela besar (skala

Stasiun Jember

2007–2008 dan 2015–2016. Renovasi terakhir dilakukan dengan mengecat ulang kusen pintu dan jendela, mengecat ulang plafon kanopi, memasang penghubung kanopi

Ambang atas

beban dan ditempatkan di atas pintu masuk. Latei pintu dapat disebut lis kusen, tetapi istilah tersebut memiliki arti alternatif yang mencakup lebih

Umpak

patung, dan ditinggikan dari substruktur yang menopangnya (biasanya atap atau lis), kadang-kadang disebut acropodium. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani

Indonesia Soccer Championship B 2016

8 Mei 2016 PSMS Medan 5-0 Persebo Bondowoso Medan Kiki Lis Susanto 2' Muhammad Antoni 38' Willyando 56', 90' Donny Siregar 89' Laporan Stadion: Stadion