| Sati Rasuanto | |
|---|---|
| Lahir | Jakarta, Indonesia |
| Pendidikan | University of Melbourne, |
| Karier ilmiah | |
| Bidang | CEO & Co-Founder |
| Institusi | |
Sati Rasuanto merupakan Co-Founder & Group President dari PT Indonesia Digital Identity (VIDA) sejak September 2019. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Managing Director Endeavor Indonesia, organisasi yang mendukung pengusaha dengan dampak besar melalui jaringan global. [1] Pada tahun 2023, Sati Rasuanto dan rekannya, Gajendran Kandasamy, terpilih sebagai Endeavour Entrepreneur (EE) nomor 81 dan 82 dalam ajang 60th Virtual Local Selection Panel (LSP) yang diselenggarakan oleh Endeavor Indonesia.[2]
Kehidupan awal dan pendidikan
suntingSati Rasuanto berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang jurnalistik, di mana ayahnya, Bur Rasuanto, adalah seorang jurnalis senior dan salah satu pemimpin di Majalah Tempo. Pada tahun 2002, Sati Rasuanto menempuh pendidikan di University of Melbourne, Australia, dan berhasil memperoleh gelar Master of Financial Management dengan fokus pada keuangan korporat, akuntansi, dan manajemen pada tahun 2003.Setelah menyelesaikan studinya, Sati terus mengembangkan keahliannya di bidang manajemen keuangan dan analisis risiko. Pada tahun 2006, ia mengikuti Project Appraisal and Risk Analysis Program di Duke University, Amerika Serikat. Program eksekutif ini diselenggarakan oleh Duke Center for International Development, dengan fokus pada penilaian proyek, manajemen, dan analisis risiko.[3]
Pada tahun 2011, Sati terpilih sebagai salah satu dari 16 individu di dunia yang mengikuti Yale World Fellows Program di Yale University. Program ini merupakan inisiatif pengembangan kepemimpinan global yang diperuntukkan bagi pemimpin baru dari berbagai negara. Selama mengikuti program ini, Sati berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan diskusi yang bertujuan untuk membentuk pemimpin yang berdampak secara global. Pada tahun 2018, Sati semakin memperdalam pemahamannya mengenai inovasi dan pertumbuhan bisnis dengan mengikuti Innovation and Growth Executive Program di Stanford Graduate School of Business. Program ini berfokus pada strategi inovasi dan pengembangan bisnis untuk meningkatkan daya saing perusahaan dalam skala global.[4]
Di tahun 2013 Sati juga terpilih sebagai Kauffman Fellows pertama dari Indonesia. Kauffman fellows adalah jejaring venture capital terbesar di dunia dengan pusat di Silicon valley.[5]
Pekerjaan
suntingSati memulai kariernya di sektor publik dan memiliki pengalaman luas di berbagai organisasi nasional maupun internasional. Pada tahun 2005, ia bergabung dengan Bank Dunia sebagai Energy and Financial Specialist, kemudian menjabat sebagai Advisor to the Country Director hingga 2009. Ia juga pernah bekerja sebagai Kepala Staf Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dari Oktober 2009 hingga Desember 2011, di mana ia berperan dalam merancang strategi untuk meningkatkan investasi ke Indonesia.[6] Selain itu, Sati juga terlibat dalam dunia jurnalistik dan strategi kebijakan. Dari Mei 2011 hingga Juli 2014, ia menjadi Founding Managing Editor di Strategic Review, sebuah jurnal kebijakan luar negeri dan ekonomi.[7]
Pada tahun 2012, Sati menjadi Co-founder dan Managing Director Endeavor Indonesia, organisasi yang mendukung pengusaha dengan dampak besar melalui jaringan, pengetahuan, dan akses ke investor. Ia menjabat di posisi tersebut hingga Maret 2019. Pada tahun 2018, Sati bersama Gajendran Kandasamy mendirikan VIDA, sebuah startup penyedia layanan identitas digital di Indonesia. VIDA menawarkan layanan verifikasi identitas, tanda tangan digital, dan autentikasi untuk bisnis dan individu.[8] Perusahaan ini juga terdaftar sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSE) di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo). Pada September 2019, Sati diangkat sebagai Group President & Co-Founder VIDA.[9] Di bawah kepemimpinannya, VIDA berkembang menjadi salah satu pemimpin industri identitas digital di Indonesia dengan layanan yang mencakup berbagai sektor seperti keuangan, e-commerce, transportasi, telekomunikasi, dan kesehatan.[10]
Referensi
sunting- ^ FDVS. "Sati Rasuanto Bekerja di Simpang Kepentingan". www.pesona.co.id (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2025-03-20. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ Parapuan.co. "Dua Founder Startup Indonesia Menangkan Gelar Wirausaha Bergengsi Dunia - Parapuan". Parapuan.co. Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ "Sati Rasuanto". linkedin.com. Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ "Sati Rasuanto – Maurice R. Greenberg World Fellows Program" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ "Sati Rasuanto | Directory | Kauffman Fellows". www.kauffmanfellows.org. Diakses tanggal 2025-07-15.
- ^ "Sati Rasuanto – Maurice R. Greenberg World Fellows Program" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ Dihni, Rezza Aji Pratama , Vika Azkiya (2022-10-13). "Raih Gelar Wirausahawan Dunia, Ini Profil Founder VIDA Sati Rasuanto - Profil Katadata.co.id". katadata.co.id. Diakses tanggal 2025-03-20. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ "ABOUT US | VIDA DIGITAL IDENTITY". vida.id. Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ Ardianto, Prisma (2022-03-23). "Percuma Pintar dan Kaya Jika Tidak Punya Hati dan Empati". investor.id. Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ Dihni, Rezza Aji Pratama , Vika Azkiya (2022-10-13). "Raih Gelar Wirausahawan Dunia, Ini Profil Founder VIDA Sati Rasuanto - Profil Katadata.co.id". katadata.co.id. Diakses tanggal 2025-03-20. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)