Palang Merah memberikan ID untuk berpergian melalui rute lorong tikus (Ratlines) untuk warga Kroasia agar dapat melarikan diri ke Amerika Selatan.

Ratlines adalah sebuah sistem rute pelarian orang-orang Nazi dan para fasis lainnya yang melarikan diri dari Eropa pada akhir Perang Dunia II. Rute pelarian tersebut utamanya berujung ke Amerika Latin, terutama Argentina, Paraguay, Kolombia,[1] Brasil, Uruguay, Meksiko, Guatemala, Chili, Ekuador dan Bolivia, serta Swiss. Tujuan lainnya meliputi Australia, Kanada, dan Timur Tengah. Terdapat dua rute utama: pertama dari Jerman ke Spanyol, kemudian Argentina; kedua dari Jerman ke Roma ke Genoa, kemudian Amerika Selatan. Dua rute tersebut berkembang secara independen tetapi kemudian datang bersamaan untuk kolaborasi.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ "Colombia Nazi". Semana. Diakses tanggal 14 November 2016.
  2. ^ Phayer, 2008, p. 173.

Sumber

sunting
  • Aarons, Mark, and John Loftus. (1991). Unholy Trinity: The Vatican, The Nazis, and the Swiss Bankers. New York: St. Martin's Press, (1991; revised 1998).
  • Goñi, Uki. (2003; revised). The Real Odessa: Smuggling the Nazis to Perón's Argentina. London: Granta.
  • Graham, Robert, and David Alvarez. (1998). Nothing Sacred: Nazi Espionage against the Vatican, 1939-1945. London: Frank Cass.
  • Phayer, Michael (2000). The Catholic Church and the Holocaust, 1930–1965. Bloomington and Indianapolis: Indiana University Press.
  • Phayer, Michael (2008). Pius XII, the Holocaust, and the Cold War. Bloomington and Indianapolis: Indiana University Press.
  • Sereny, Gitta. (1977). Into That Darkness. London: Picador.
  • Steinacher, Gerald. (2006). The Cape of Last Hope: The Flight of Nazi War Criminals through Italy to South America, in Eisterer, Klaus and Günter Bischof (eds; 2006) Transatlantic Relations: Austria and Latin America in the 19th and 20th Century (Transatlantica 1), pp. 203–24. New Brunswick: Transatlantica.
  • Wiesenthal, Simon. (1989). Justice not Vengeance. London: Weidenfeld & Nicolson.
  • Loftus, John. (2010). America's Nazi Secret: An Insider's History . Waterwille: (Trine Day); ISBN 978-1936296040.
  • Simpson, Christopher (1988). Blowback: The First Full Account of America's Recruitment of Nazis and Its Disastrous Effect on The cold war, Our Domestic and Foreign Policy. New York: (Grove/Atlantic); ISBN 978-0020449959.
  • Breitman, Richard, Norman J.W. Goda, Timothy Naftali, and Robert Wolfe (2005). U.S. Intelligence and the Nazis. Cambridge University Press; ISBN 9780521617949.
  • Steinacher, Gerald. (2012; P/B edition). "Nazis on the Run: How Hitler's Henchmen Fled Justice". Oxford University Press; ISBN 978-0199642458.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Impunitas

kemanusiaan internasional Hukum internasional Impunity Watch (publikasi) Lorong tikus Kekebalan hukum "Free Dictionary". Free Dictionary. Diakses tanggal 23

Lorong Waktu (seri televisi 2019)

Lorong Waktu adalah serial animasi Indonesia produksi CookIt Studio yang merupakan divisi animasi dari Citra Sinema. Serial ini ditayangkan perdana pada

Borobudur

pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat

Jumbo (film 2025)

Entong Hela Heli Helo Kabayan Liplap Keluarga Somat Kiko Kuci Kuku Rock You Lorong Waktu MamaPapa Menggapai Bintang Nina Sahabatku Petualangan Si Unyil Petualangan

Daftar acara SCTV

Ketos (2022) Lollipop (2023) Lorong Waktu (2023) Lorong Waktu (2025) Love Story the Series (2021) Lucky Voice (2025) Lorong Waktu Jilid 2 (2026) Luka Cinta

Candi Prambanan

stupa yang ditemukan pada kemuncak candi Buddha. Candi Siwa dikelilingi lorong galeri yang dihiasi relief yang menceritakan kisah Ramayana; terukir di

Lawang Sewu

besar dan tangga besar di tengahnya. Di bawah bangunan terdapat sebuah lorong bawah tanah. Gedung B terletak di belakang gedung A, setinggi tiga lantai

Miqdad Addausy

meningkatkan popularitasnya adalah ketika ia memerankan tokoh Zidan dalam sinetron Lorong Waktu. Peran tersebut menunjukkan kemampuannya dalam membawakan beragam