Lotharingia
855–959
Pembagian Lotharingia pada tahun 959 Biru: Alsace, diserahkan kepada Swabia tahun 925 Jingga: Lorraine Hulu setelah tahun 928 Hijau: Lorraine Hilir setelah tahun 977
Pembagian Lotharingia pada tahun 959
Biru: Alsace, diserahkan kepada Swabia tahun 925
Jingga: Lorraine Hulu setelah tahun 928
Hijau: Lorraine Hilir setelah tahun 977
Bahasa yang umum digunakanBelanda Kuno, Jerman Hulu Kuno, Jerman Hilir Kuno, Prancis Kuno, Latin
Agama
Kekristenan
PemerintahanMonarki
Raja; adipati 
• 866-869
Lothair II
• 953-965
Bruno yang Agung
Era SejarahAbad Pertengahan
855
• Dipecah
959
Didahului oleh
Digantikan oleh
Francia Tengah
Kadipaten Lorraine Hilir
Kadipaten Lorraine Hulu
Sekarang bagian dari Belgia
 Prancis
 Jerman
 Luksemburg
 Belanda
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Lotharingia adalah salah satu kerajaan penerus Kekaisaran Karoling. Wilayahnya meliputi Lage Landen, Rhineland barat, dan wilayah di perbatasan Prancis dan Jerman. Kerajaan ini dinamai dari rajanya, Lothair II.[1]

Kerajaan ini merupakan hasil dari pembagian kerajaan Francia Tengah pada tahun 855. Francia Tengah sendiri merupakan hasil pembagian Kekaisaran Karoling menjadi tiga bagian berdasarkan Traktat Verdun pada tahun 843. Batas wilayah Lotharingia dan Francia Tengah tidak dibentuk berdasarkan bentukan geografis, tetapi berdasarkan pembagian wilayah untuk cucu-cucu Charlemagne. Pada tahun 870, setelah periode interregnum yang singkat, Traktat Meerssen membagi Lotharingia untuk tetangga-tetangganya, Francia Timur dan Francia Barat. Setelah perang singkat pada tahun 876 dan 879, Francia Barat menyerahkan wilayah Lotharingia yang ia kuasai kepada Francia Timur berdasarkan Traktat Ribemont (880). Pada tahun 939, raja Francia Timur Otto I berhasil mengalahkan penguasa Lotharingia Gilbert dan menjadikan Lotharingia salah satu kadipaten di bawah kekuasaan Otto.

Pada tahun 959, adipati Lotharingia Bruno yang Agung membagi kadipaten ini menjadi Lotharingia superior (Lorraine Hulu) dan Lotharingia inferior (Lorraine Hilir). Pada abad ke-12, Lorraine Hilir terpecah menjadi Kadipaten Limburg dan Kadipaten Brabant. Dengan jatuhnya Lorraine "hilir", Lorraine Hulu menjadi satu-satunya "Lorraine" yang tersisa di dalam Kekaisaran Romawi Suci. Setelah diserang dan diduduki Prancis, Lorraine akhirnya menjadi bagian dari Prancis setelah berakhirnya Perang Penerus Polandia (1737). Pada tahun 1766, kadipaten ini diwarisi oleh raja Prancis dan menjadi provinsi.

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Bullough, D.A. (1975). "The Continental Background of the Reform". Dalam Parsons, David (ed.). Tenth-Century Studies. Chichester, UK: Phillimore. hlm. 22. ISBN 0 85033 179 X.

Daftar pustaka

sunting

Sumber primer

sunting

Sumber sekunder

sunting
  • Bartholomew, John,and Wakelyn Nightingale. Monasteries and Patrons in the Gorze Reform: Lotharingia C.850-1000 (2001)
  • Clark, Samuel. State and Status: The Rise of the State and Aristocratic Power in Western Europe (1995) pp 53-79 excerpt
  • MacLean, Simon. (2013). "Shadow Kingdom: Lotharingia and the Frankish World, c.850–c.1050". History Compass, 11: 443–457.
  • Timothy Reuter, ed. The New Cambridge Medieval History, III: c. 900–c. 1024, Cambridge: Cambridge University Press, 2005. excerpts

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Mathilde dari Lotharingia

atau Mathilde (musim panas 979 – November 1025), adalah Pfalzgrafin Lotharingia. Dia berasal dari Wangsa Ottonian sebagai putri ketiga Kaisar Otto II

Hermann I dari Lotharingia

Herman I († 996), disebut Pusillus atau si Langsing, adalah Graf Pfalz Lotharingia, dan dari beberapa wilayah di sepanjang Rhein, termasuk Bonngau, Eifelgau

Richeza dari Lotharingia

Richeza dari Lotharingia (juga disebut Richenza dan Rixa; lahir tahun 995/1000 - wafat Saalfeld, 21 Maret 1063), merupakan seorang bangsawan wanita Jerman

Adolf II dari Lotharingia

Adolf II dari Lotharingia (1002–1041) adalah graf Keldachgau dan Vogt Deutz. Dia adalah putra Adolf I dari Lotharingia, graf Keldachgau, Vogt Deutz. Dia

Adolf I dari Lotharingia

Pfalzgraf Lotharingia. Dia memiliki tiga putra: Hermann III, Vogt Deutz St. Severin (Köln) dan Werden († 1056); Adolf II dari Lotharingia, graf Keldachgau

Kerajaan Franka

wilayah Negeri Franka Tengah dibagi-bagi oleh putra-putra Lothar menjadi Lotharingia yang berpusat di Lorraine, Burgundia, dan Lombardia di kawasan utara

Sejarah Belanda

barat Eropa. Negeri Belanda kala itu merupakan bagian dari Kadipaten Lotharingia Hilir di dalam wilayah Kekaisaran Romawi Suci yang didirikan dan diperintah

Karolus yang Sederhana

Prancis yang tak dipersoalkan dari tahun 898 s/d tahun 922 dan Raja Lotharingia dari tahun 911 s/d tahun 919/23. Ia adalah anggota keluarga Wangsa Karolingia