Susunan peralatan studio rekaman rumahan tahun 1980-an-1990-an

Lo-fi (bisa juga dituliskan lofi atau low-fi; kependekan dari low fidelity) adalah kualitas produksi musik yang direkam biasanya memiliki elemen dan unsur yang dianggap sebagai ketidaksempurnaan suara dalam perekaman, yang terkadang juga dipilih secara tidak disengaja. Standar kualitas suara (fidelity) dan produksi musik ini telah berkembang selama beberapa dekade, yang artinya beberapa contoh lo-fi yang lebih lawas awalnya tidak dikenali. Lo-fi mulai dikenal sebagai gaya musik populer di tahun 1990-an, yang saat itu telah berganti dan disebut sebagai musik DIY (Do it yourself; bahasa Indonesia: Swakriya).[1]

Distorsi harmonisa dan "keramahan suara analog" terkadang dikarutkan sebagai fitur inti dari musik lo-fi. Secara tradisional, lo-fi telah dicirikan oleh penyertaan elemen yang biasanya dianggap tidak diinginkan dalam konteks profesional, seperti nada yang salah diputar, gangguan lingkungan sekitar (derau), atau ketidaksempurnaan suara fonograf (penurunan kualitas sinyal audio, desisan pita kaset, dan lain sebagainya).

Pada tahun 1980-an hingga 1990-an, Lo-Fi dianggap sebagai bentuk produksi musik yang lebih otentik dibandingkan metode profesional, sehingga banyak penyanyi punk, indie, rock, dan hip-hop yang mengejar estetika Lo-Fi.[2] Musik lo-fi mengacu pada musik dengan karakteristik yang khas, yaitu suara rendah dan tidak halus, tetapi sedikit kebisingan yang justru ikut memperindah dan menambah estetika suara. Musik lo-fi menekankan kualitas rekaman analog buatan sendiri yang tidak sempurna dengan hasil audio yang menerawang dan suara retro yang santai. Saat ini musik lo-fi sudah berkembang menjadi jenis musik gabungan antara hip-hop dan jazz yang kemudian dimodifikasi menjadi musik sederhana yang memiliki etstetika dan ciri khas sehingga mudah melekat dan diingat pada saat didengarkan.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Harper, Adam (2014). Lo-Fi Aesthetics in Popular Music Discourse (PDF) (dalam bahasa Inggris). Wadham College. hlm.ย 2โ€“3, 44. Diakses tanggal 10 Maret 2018.
  2. ^ a b Eka Maharani, Nirmala (2 Februari 2022). "Apa Itu Musik Lo-Fi: Pengertian dan Contohnya". Tirto.id. Diakses tanggal 17 Februari 2023.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

The White Stripes

hit di Kanada dan Inggris. The White Stripes menggunakan pendekatan low-fidelity untuk menulis dan merekam album. Musik mereka menampilkan perpaduan pengaruh

Wi-Fi

singkatan dari 'Wireless Fidelity', walaupun Wi-Fi Alliance pernah menggunakan slogan iklan "The Standard for Wireless Fidelity" untuk beberapa saat setelah

Stimulasi saraf listrik transkutan

controlled trials of transcutaneous electric nerve stimulation for pain: low fidelity may explain negative findings". Pain. 152 (6): 1226โ€“1232. doi:10.1016/j

Illinois (album Sufjan Stevens)

berbagai lokasi di New York City dengan menggunakan perangkat studio low-fidelity dan berbagai instrumen pada akhir tahun 2004 hingga awal tahun 2005.

Webull

14, 2021. Vanian, Jonathan (February 2, 2021). "Robinhood, Webull, and Fidelity apps soar amid GameStop controversy". Fortune. Diarsipkan dari versi aslinya

Nick Hornby

Inggris. Ia dikenal atas memoir buatannya Fever Pitch dan novel-novel High Fidelity dan About a Boy, semuanya diadaptasi dalam film-film fitur. Karya Hornby

Gale Harold

dokumenter 2009 Passenger Side Karl 2010 Fertile Ground Nate Weaver 2011 Low Fidelity Ted Rehab Dr. Daniel Brody 2013 The Spirit Game Reggie Film pendek Cafe

Monkey Business

Larry Blackmon, Thomas Jenkins Printz Board 3:56 14. "Audio Delite at Low Fidelity" Adams, Pineda, Keith Harris, Rick James will.i.am 5:29 15. "Union" (duet