M. A. Rachman
Muhammad Abdul Rachman sebagai Jaksa Agung
Jaksa Agung Republik Indonesia ke-19
Masa jabatan
15 Agustus 2001ย โ€“ 21 Oktober 2004
PresidenMegawati Soekarnoputri
Susilo Bambang Yudhoyono
Sebelum
Pendahulu
Marsillam Simanjuntak
Suparman (Plt.)
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir(1942-02-03)3 Februari 1942
Sumenep, Hindia Belanda
Meninggal24 Maret 2020(2020-03-24) (umurย 78)
Jakarta, Indonesia
AlmamaterUniversitas Airlangga[1]
Pekerjaanjaksa, birokrat, penyidik
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lย โ€ข B
Bantuan penggunaan templat ini

Muhammad Abdul Rachman adalah jaksa dan birokrat asal Madura. Ia pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia untuk periode 2001 sampai 2004.[2]

Ia ditunjuk menggantikan Marsillam Simanjuntak. Pada masa kepemimpinannya beberapa dokumen Pembaruan Kejaksaan mulai disusun, seperti Cetak Biru Pembaruan Kejaksaan (hasil kerja sama Kejaksaan bersama KHN) dan dokumen pembaruan kejaksaan yang pada Law Summit II & III.

Masa jabatan M. A. Rachman sebagai Jaksa Agung berakhir pada 21 Oktober 2004. Ia kemudian digantikan oleh Abdul Rahman Saleh.

Karier

sunting

M. A. Rachman memulai kariernya sebagai anggota Pusat Bontos (PBo) pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung pada 1965. Kemudian ia menjadi jaksa di Kejaksaan Tinggi Aceh pada 1965 hingga 1968. Selanjutnya, ia naik pangkat menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Takengon, Aceh (1968โ€“1969), Kepala Kejaksaan Negeri Sigli (1970โ€“1972), dan Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep (1973โ€“1980).[1]

Tahun 1980 hingga 1978, ia menjadi Asisten Inteligen Kejaksaan Tinggi. Kemudian, ia pindah ke lampung menjadi Asisten Pengawasan Daerah (Aswanda) Kejaksaan Tinggi Lampung dari 1984 hingga 1985. Selama 4 tahun sejak 1985, ia pindah ke pusat tepatnya di Kejaksaan Agung, mendapat posisi Kepala Sub Direktorat Pengawasan Media Bidang Intel hingga 1989. Kemudian ia dimutasi ke Medan sebagai Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dari 1989 hingga 1992.[1]

Posisi M. A. Rachman dinaikkan menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi di Kalimantan Barat (1992โ€“1994) dan di Jawa Timur (1994). Belum satu tahun di Kejati Jatim, ia kembali naik jabatan menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi di Nusa Tenggara Timur (1994โ€“1995), Daerah Istimewah Aceh (1995โ€“1996) dan Jawa Timur (1996โ€“1998).[1]

Ia kembali ke Kejaksaan Agung sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum pada 1998. Kemudian, ia naik jabatan sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum merangkap Staf Ahli Jaksa Agung pada 1999 hingga 2001.[1][3][4]

Pada tahun 2001, ia ditunjuk Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri sebagai Jaksa Agung.[3][4][5]

Kontroversi

sunting

M. A. Rachman pernah diduga menyembunyikan kekayaan berupa sebuah rumah mewah dan deposito berjumlah besar oleh KPKPN.[6]

Kematian

sunting

M. A. Rachman meninggal pada 24 Maret 2020 di RS Premier Bintaro, Selasa sekitar pukul 14.00 WIB karena penyakit lambung yang dideritanya.[7]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e Lumbanbatu, Ramses; Hussein, Agus Salim; Harun Pamungkas, Harun (November 2001). Soekartono; Barus, Sedia Wiling; Rahmat; Astono, Bambang (ed.). Kabinet Gotong Royong 2001โ€“2004. Lembaga Informasi Nasional.
  2. ^ "Jaksa Agung dari Masa ke Masa". Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Diakses tanggal 16 Juli 2025.
  3. ^ a b "MA Rahman, "Kuda Hitam" yang Menjadi Jaksa Agung". Hukum Online. 15 Agustus 2001. Diakses tanggal 16 Juli 2025.
  4. ^ a b "Mega Meminta Rachman Membenahi Kejagung". Liputan6.com. 16 Agustus 2001. Diakses tanggal 16 Juli 2025.
  5. ^ "Kasus MA Rachman-KPKPN Tidak Masuk Prioritas Tinggi KPK". 17 Juni 2004. Diakses tanggal 16 Juli 2025.
  6. ^ "Kasus MA Rachman, Polri Masih Memeriksa Saksi". Hukum Online. 3 Februari 2003. Diakses tanggal 16 Juli 2025.
  7. ^ Susapto, Leo Wisnu (25 Maret 2020). Fatwa, Agung Muhammad (ed.). "Mantan Jaksa Agung MA Rachman Tutup Usia". Diakses tanggal 16 Juli 2025.
Jabatan peradilan
Didahului oleh:
Marsillam Simanjuntak
Jaksa Agung Republik Indonesia
2001โ€“2004
Diteruskanย oleh:
Abdul Rahman Saleh


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Ali M. A. Rachman

Prof. Dr. Ir. Ali M. A. Rachman, M.A. (lahir 8 Juli 1944) adalah seorang akademisi Indonesia. Ia merupakan Kepala Sub Bagian Konservasi Tumbuhan Institut

Ammy Amalia Fatma Surya

Pelaksana Tugas Bupati Cilacap sejak 15 Maret 2026, menggantikan Syamsul Aulia Rachman ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus pemerasan oleh Komisi Pemberantasan

Fadjroel Rachman

Dr. Mochammad Fadjroel Rachman, S.E., M.H. (lahir 17 Januari 1964) adalah seorang akademisi Indonesia yang menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk

Jenny Rachman

Jenny Rosjeni Rachman (lahir 18 Januari 1959) adalah pemeran, politikus, dan model Indonesia. Kariernya berlangsung lebih dari empat dekade, ia telah

Daftar pelawak Indonesia

memuat nama-nama pelawak/komedian dari Indonesia. Daftar isi A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z Ade Juwita - Ade Namnung - Ali Sabat

Daftar film Indonesia tahun 2025

Ghifari, Abidzar Al (2025-02-06), A Business Proposal, diakses tanggal 2025-03-24 Priherdityo, Endro. "Review Film: A Business Proposal (2025)". hiburan

Yura Yunita

Rachman atau yang lebih dikenal dengan Yura Yunita (lahir 9 Juni 1991) adalah seorang penyanyi-penulis lagu Indonesia berdarah Sunda. Yunita Rachman atau

Bandar Udara Abdulrachman Saleh

arah timur dari pusat Kota Malang. Bandara Abdul Rachman Saleh memiliki landasan pacu sepanjang 2.500 m dan merupakan tempat pesawat Hercules C-130 dan