Magis adalah kata dalam bahasa Latin yang berarti "lebih banyak" atau "lebih besar".[1] Konsep ini terkait dengan ad majorem Dei gloriam, yaitu frasa dalam bahasa Latin yang berarti "demi lebih besarnya kemuliaan Tuhan" dan juga merupakan semboyan Serikat Yesus.[2] Magis adalah falsafah Yesuit dalam melakukan lebih banyak hal untuk Kristus, yang berarti melakukan lebih banyak hal untuk orang lain. Semboyan ini merupakan pernyataan aspirasi dan inspirasi.

Penggunaan kata ini berasal dari latihan rohani Santo Ignatius Loyola yang mengajak peserta untuk bertanya "Apa yang telah aku lakukan untuk Kristus? Apa yang sedang aku lakukan untuk Kristus? dan apa yang sebaiknya aku lakukan untuk Kristus?.[3]

Catatan kaki

sunting
  1. ^ "magis - Wiktionary". en.wiktionary.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-15.
  2. ^ "Dictionary: To the Greater Glory of God". www.catholicculture.org. Diakses tanggal 2017-12-15.
  3. ^ "Louis J. Puhl, SJ Translation - The Spiritual Exercises | St. Ignatius of Loyola". spex.ignatianspirituality.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-03-18. Diakses tanggal 2017-12-15.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Reog

dalam arena terbuka yang berfungsi sebagai hiburan rakyat, mengandung unsur magis, penari utama adalah orang berkepala singa dengan hiasan bulu merak, dengan

Realisme magis

Realisme magis adalah aliran sastra dan seni yang menggunakan pendekatan realis/kejadian sehari-hari dengan gabungan elemen magis di dalamnya. Penggunaan

Mata Batin (magis)

rasa. Mata batin bisa digunakan untuk melihat segala sesuatu yang sifatnya magis dan tidak kesat mata dan cara membuka mata batin tentu tidak mudah diperlukan

Sumatera Utara

patam-patam sering dan kebangkiung. Tari magis misalnya tari tortor nasiaran, tortor tunggal panaluan. Tarian magis ini biasanya dilakukan dengan penuh kekhusukan

Danarto

adalah kumpulan cerpen, Godlob. Ia merupakan pelopor aliran sastra realisme magis di Indonesia. Danarto dilahirkan pada tahun 1941. Ia dilahirkan di Kabupaten

Penyebaran Islam di Nusantara

ketika peristiwa-peristiwa magis masih memainkan peran penting dalam kesaksian Jawa tentang Islamisasi, peristiwa magis dalam konversi ke Islam menurut

Rawon

kluwek, hal itu dikarenakan dalam budaya Ponorogo masih kental akan hal magis. Di luar Indonesia, rawon disebut sebagai Black Soup. Rawon disajikan bersama

Minyak bintang

menyembuhkan berbagai penyakit melalui ritual khusus yang melibatkan unsur magis atau ilmu gaib. Minyak bintang merupakan bagian dari tradisi mistis Suku