Mansa Mahmud IV (juga disebut Mansa Mamadou III, Mali Mansa Mamadou dan Niani Mansa Mamadou) adalah kaisar Mali yang terakhir menurut Tarikh es-Sudan. Dinyatakan bahwa ia melancarkan serangan terhadap kota Djenne pada tahun 1599 dengan sekutu Fulani dan berharap untuk mengambil kesempatan dalam kekalahan Songhai.[1] Namun, angkatan bersenjata di dalam Djenne ikut serta, memaksa Mansa Mahmud IV dan pasukannya mundur ke Kangaba.[2]

Mahmud IV
Didahului oleh:
Mahmud III
Mansa Kekaisaran Mali
1590sโ€“1600s
Diteruskanย oleh:
tidak ada

Referensi

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Mahmud III (mansa)

Mansa Mahmud III, juga disebut Mamadou II, adalah mansa Kekaisaran Mali dari tahun 1496 hingga 1559. Ia adalah mansa terakhir yang berkuasa dari Niani

Kekaisaran Mali

berkuasa dari Kangaba selama kemunduran akhirnya. Mansa penting selanjutnya, Mahmud IV, tidak muncul dalam catatan apapun sampai akhir abad ke-16. Namun, ia

Jupri Mahmud

Pada Pemilu 2024, Jupri Mahmud terpilih sebagai anggota DPD-RI dari daerah pemilihan Sulawesi Barat dan tergabung dalam Komite IV DPD RI. Ia juga aktif

Abdul Jalil Syah dari Siak

Kesultanan Siak Sri Inderapura. Menurut legenda, ia adalah putra Sultan Mahmud Shah II dari Johor dan dengan klaim tersebut, ia menghimpun berbagai suku

Mahmud II

Mahmud II (bahasa Turki Utsmaniyah: ู…ุญู…ูˆุฏ ุซุงู†ู‰ Mahmud-u sฬ ฤnฤซ, ู…ุญู…ูˆุฏ ุนุฏู„ู‰ Mahmud-u ร‚dlรฎ; bahasa Turki: ฤฐkinci Mahmut; 20 Juli 1785 - 1 Juli 1839) adalah

Mustafa IV

tanggapannya, Mustafa IV memerintahkan eksekusi Selim III sebagaimana saudaranya yang lain, Mahmud. Ini akan membuat Mustafa IV anggota pria satu-satunya

Safiah dari Lingga

Sultan Mahmud IV Muzaffar Syah, dengan ibunya adalah seorang Tionghoa-Indonesia yang masuk Islam. Pada tanggal 26 Juli 1861, ketika Sultan Mahmud IV Muzaffar

Erwin Aksa

Erwin Aksa Mahmud dikenal dengan Erwin Aksa (lahir pada 7 Desember 1975) adalah Seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang