| Malhun | |
|---|---|
| Nama asal | ุงูู
ูุญูู |
| Sumber aliran | Musik Maroko |
| Malhun, seni puisi dan musik populer | |
|---|---|
| Negara | Maroko |
| Referensi | 01592 |
| Kawasan | Negara-Negara Arab |
| Sejarah Inskripsi | |
| Inskripsi | 2023 (sesi ke-18th) |
Malhun (Bahasa Arab: ุงูู ูุญูู / ALA-LC: al-malแธฅลซn), yang berarti puisi melodi adalah salah satu jenis musik yang berasal dari Maroko, Afrika Utara. Kesenian ini merupakan puisi urban yang dinyanyikan dan berasal dari lingkungan kelas pekerja yang maskulin dalam serikat perajin.[1][2]
Tema yang dibahas dalam karya Malhun biasanya seputar agama, salah satunya tentang gairah spiritualitas Muhammad. Selain itu, puisi ini juga sering membahas tentang isu tertentu yang terjadi di masyarakat. El Hadj Toulali, yang meninggal dunia pada 1998 dianggap sebagai salah satu seniman malhun yang populer.[3]
Pada 6 Desember 2023 di Kasane, Botswana, UNESCO mengakui malhun sebagai Warisan Budaya Takbenda asal Maroko.[2][4]
Sejarah
suntingMวlแธฅun pertama kali muncul sebagai sebuah karya sastra murni dan genre puisi yang kini dikenal di Maroko dengan nama "qasida" (berarti "puisi") (Arab: ุงููุตูุฏุฉ) atau "zajal" (Arab: ุงูุฒุฌู).[1]
Tafilalet yang terletak di Maroko Tenggara dianggap sebagai tempat kelahiran Malhun, setidaknya sejak abad ke-10. Awalnya budaya ini hanya muncul di zawiya, ordo keagamaan dan tempat ibadah masyarakat Maroko. Namun mulai abad ke-15, keberadaannya menyebar ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya para perajin. Sementara sejak abad ke-20, penyebarannya menjadi lebih luas karena malhun juga diminati oleh kaum elit dan anggota kerajaan Maroko.[5] Saat ini, Meknes menjadi salah satu pusat perkembangan malhun.[1]
Tokoh terkenal
suntingMalhun dilestarikan dan dipopulerkan oleh sejumlah tokoh terkenal, seperti pencipta malhun Abdelaziz al-Maghrawi dan Abderrahman El Majdoub yang meninggal dunia pada 1568. Malhun berkembang pesat pada abad ke-18 dan 19 yang ditandai dengan kehadiran para penyair ternama yang biasanya berasal dari Fez, Meknes dan Marrakesh. Contohnya adalah Kaddour El Alamy dan Thami Midaghri.[6]
Pada abad ke-20 hingga masa kini, malhun dipopulerkan oleh[7] Haj Houcine Toulali (1924-1998), Fatima Hadad,[8] and Zohra Al Fassiya.[9] Untuk melestarikan malhun, Fatima Hadad bahkan mendirikan sebuah asosiasi bernama Jawg Huwwat fann al-malhun yang didedikasikan kepada para penggemar malhun.[10]
Referensi
sunting- ^ a b c Mounira Soliman, Popular Culture in the Middle East and North Africa: A Postcolonial Outlook, p.58 (Routledge 2013) โ ISBN 9780415509725
- ^ a b "UNESCO lists Morocco's 'Malhoun' as an Intangible Cultural Heritage of Humanity". HESPRESS English - Morocco News (dalam bahasa American English). 2023-12-06. Diakses tanggal 2023-12-06.
- ^ "The Malhรปn of Meknes โ Arabosounds" (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2019-12-09. Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ "UNESCO - Malhun, a popular poetic and musical art". ich.unesco.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-12-06.
- ^ "Morocco's Malhoun Music listed part of UNESCO Intangible Heritage โ The North Africa Post" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ Farid Ababou, "Thami Mdaghri", in Horizons Maghrรฉbins, nยฐ 43 (2000), pp 50โ55
- ^ Akyeampong, Emmanuel Kwaku; Gates (Jr.), Henry Louis (2012-02-02). Dictionary of African Biography (dalam bahasa Inggris). OUP USA. hlm.ย 580. ISBNย 978-0-19-538207-5.
- ^ Saรฏd El Meftahi, Houssein Toulali, le chantre du Melhoun, ou une vie entiรจre dรฉdiรฉe ร l'Art, yabiladi.com, Oct. 13th 2005
- ^ Siham Jadraoui, Hommage ร la grande chanteuse Zohra El Fassia, Aujourd'hui Le Maroc, Oct. 12th 2009 (archive on maghress.com)
- ^ "Fatima Hadad (1969)". Biografias de Mulheres Africanas (dalam bahasa Brazilian Portuguese). Diakses tanggal 3 November 2025.