Mama Ghufron
Kehidupan pribadi
Lahir
Iyus Sugirman

25 Desember 1963 (umurย 62)
Dikenal karenaPendiri dan Pembina Pondok Pesantren UNIQ Nusantara Malang
Nama lain
  • Mama Ghufron
  • Abuya Ghufron
Sosok Mama Ghufron al-Bantani

Iyus Sugirman (lahir 25 Desember 1963) atau yang dikenal sebagai Mama Ghufron, merupakan pendiri dan pengasuh Pesantren UNIQ Nusantara yang terletak di Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.[1]

Kontroversi

sunting

Mengaku bisa berbahasa semut

sunting

Beredar video Mama Ghufron yang mengaku bahwa dirinya bisa berbahasa monyet, semut, cacing dan jin. Ia juga mengatakan bahwa makhluk hidup selain manusia di dunia ini berkomunikasi dengan Bahasa Suryani, bahasa yang diklaim pula olehnya sebagai bahasa para wali dan para nabi. Penggalan tersebut menuai kontroversi, karena bahasa Suryani yang diucapkan oleh Mama Ghufron berbeda dengan bahasa Suryani yang asli.[2]

Mengaku siap menjadi penjaga gawang neraka

sunting

Mama Ghufron dan okum sejenisnya kemudian menawarkan diri sebagai satu-satunya jalan keselamatan. Pengikut diajarkan bahwa hanya dengan tunduk dan mengabdi pada mereka, barulah mereka memiliki kesempatan untuk masuk surga. Ini menciptakan ketergantungan yang mendalam.[3] Dalam potongan video yang beredar di media sosial, Mama Ghufron mengaku siap menjadi penjaga gawang neraka. Video ini memunculkan reaksi dari berbagai pihak, termasuk dari beberapa ulama yang menyoroti ucapan tersebut, hingga menyamakan Ghufron dengan Dajal karena banyak orang yang mengikuti ajaran tersebut.[4] Majelis Ulama Indonesia sedang meminta kepada Komisi Pengkajian untuk mengkaji tentang siapa itu Mama Gufron, kemudian dari mana asalnya, serta apa sebenarnya keyakinan dan ajarannya. Hal tersebut penting dilakukan karena beberapa alasan. MUI ingin menjaga umat Islam jangan sampai terbawa dengan ajaran-ajaran yang tidak sesuai, apalagi terkesan mengarang sendiri.[5]

Referensi

sunting
  1. ^ "Siapa Mama Ghufron? Kiai yang Mengaku punya Kemampuan Seperti Nabi Sulaiman". suara.com. Diakses tanggal 2024-07-13.
  2. ^ Aminudin, Muhammad. "Mama Ghufron Minta Maaf Usai Viral Kontroversi Bisa Bahasa Semut dan Jin". detiknews. Diakses tanggal 2024-09-24.
  3. ^ Imami, Teguh (2024-07-01). "Mengurai Fenomena 'Mama Ghufron', Manipulasi Agama Menjadi Senjata Efektif". PWMU.CO | Portal Berkemajuan. Diakses tanggal 2025-04-24.
  4. ^ Siswandini, Novianti. "Mama Ghufron Punya Banyak Pengikut Gara-Gara Ngaku Bisa Jaga Gerbang Neraka, Kiai Ini Tak Heran: Dajjal Juga Nanti Banyak Pengikutnya". tvone news. Diakses tanggal 2024-10-01.
  5. ^ "Respons MUI Pusat soal Kontroversi Mama Gufron". NU Online Jatim. Diakses tanggal 2025-04-24.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Byeon Woo-seok

dinyanyikannya masuk dalam Billboard Global 200dan memenangkan penghargaan di MAMA Awards dan Best OST di Melon Music Awards. Karier filmnya dimulai lewat peran

Indonesian Idol (musim 14)

lainnya: Top 7 - "Idola Indonesia" Niki Becker, Novia Bachmid, Nowela - "Sio Mama" Toton Caribo, Novia Bachmid, Jacson Zeran - "Ambon Manise", "Ora Urus" Idol

Isyana Sarasvati

"Best Asian Artist Indonesia 2016", Best Composer of the Year 2017" dari MAMA (Mnet Asian Music Awards) dan dinobatkan dalam "30 Under 30 Asia 2020" oleh

Alpha Drive One

November, ALPHA DRIVE ONE tampil perdana di acara penghargaan tahunan Mnet, MAMA yang diselenggarakan di Stadion Kai Tak, Hongkong dan mereka menampilkan

Makam Mama Sempur

Makam Mama Sempur adalah salah satu makam keramat Syekh Tubagus Ahmad Bakri yang ada di Desa Sempur, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Mama Sempur

Jangan Panggil Mama Kafir

Jangan Panggil Mama Kafir adalah sebuah film drama Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo. Film tersebut dibintangi oleh Michelle

Istri Paruh Waktu

sebagai Aldi Dwi Surya sebagai Nathan Akmal Fadh sebagai Wahyu Decynta sebagai mama Rendra Yovi Saddan sebagai papa Rendra Andri Sulistiandri sebagai Narto Yanah

Maia Estianty

(2011) Masterpiece Maia Estianty (2020) Bodyguard Cantik (2007) sebagai Mama April "Selimut Hati" โ€” Dewa 19 "Kenanglah" โ€” Romeo Febriarko, Yulianus (2015-03-31)