| Maman Suherman | |
|---|---|
| Lahir | 10 November 1965 Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia |
| Almamater | Universitas Indonesia |
| Pekerjaan | Penulis |
| Tahun aktif | 1998 - sekarang |
Maman Suherman (lahir 10 November 1965) adalah penulis berkebangsaan Indonesia. Alumni jurusan Ilmu Kriminologi Universitas Indonesia ini pernah berkarier sebagai jurnalis bermula 1988 dan sempat menjabat sebagai pemimpin redaksi di Kelompok Kompas Gramedia.[1] Dalam lintasan kariernya, ia bergerak dari kerja-kerja jurnalistik di media cetak menuju dunia produksi kreatif, sebelum kembali memusatkan perhatian pada penulisan dan kegiatan literasi. Namun, kemudian berhenti pada tahun 2003. Sekarang ini, ia mengabdikan dirinya ke dalam dunia penulisan.
Karya-karyanya ialah Matahati (2012), Bokis 1: Kisah Gelap Dunia Seleb (2012), dan Bokis 2: Potret Para Pesohor (2013), Re: (2014), Notulen Cakeppp (2014), Virus Akal Bulus (2014), Notulen Cakeppp 2 (2015), dan 99 Mutiara Hijabers (2015), dan peRempuan (2016).[2]
Ia juga dikenal sebagai notulen dalam acara Indonesia Lawak Klub.[2] Di luar perannya di layar, ia kerap terlibat dalam aktivitas diskusi publik dan kegiatan berbasis komunitas yang beririsan dengan literasi dan kebudayaan populer.
Karier
suntingMaman Suherman berkarier di media cetak dan industri kreatif. Di lingkungan Kelompok Kompas Gramedia, ia tercatat bekerja di Tabloid Nova (1988–1994), kemudian menjadi Redaktur Pelaksana/Pemimpin Redaksi di Tabloid Citra (1994–2002), dan Pemimpin Redaksi Majalah SeRu (2002–2004).[3] Dalam periode ini, pekerjaannya banyak bersentuhan dengan pengolahan naskah, kurasi isu, dan kepemimpinan redaksi, yang membentuk gaya bertuturnya yang ringkas namun bertumpu pada detail.
Pengalaman panjang di ruang redaksi juga memberi bekal dalam menyusun narasi, mengolah fragmen peristiwa, dan menata suara penceritaan—unsur yang kemudian hadir dalam sebagian karya tulisnya.
Pada 2004–2012, ia terlibat di industri produksi dan periklanan melalui Avicom sebagai Managing Director/Direktur Kreatif/Produser.[4] Di ranah produksi, ia terlibat dalam proses kreatif dari pengembangan konsep hingga eksekusi, termasuk kerja-kerja komunikasi visual dan periklanan.
Peralihan dari media cetak ke industri kreatif memperluas spektrum pekerjaannya—dari teks ke audiovisual—tanpa meninggalkan disiplin editorial yang ia bangun di redaksi.
Di televisi, ia dikenal sebagai notulen dalam program Indonesia Lawak Klub (Trans7) pada 2014–2018, serta terlibat dalam sejumlah program sebagai host/pemandu acara dan panelis.[5] Peran notulen menuntut ketelitian menangkap alur gagasan, memadatkan perdebatan, dan menata kembali percakapan menjadi simpulan yang mudah dipahami; kemampuan ini juga selaras dengan kerja kepenulisan.
Di televisi, ia dikenal publik melalui kehadiran yang mengedepankan ketajaman catatan dan ritme dialog, bukan sekadar penampilan.
Sejak 2016, ia aktif dalam kegiatan literasi dan pembinaan komunitas literasi.[6] Dalam kegiatan literasi, ia tercatat terlibat pada pembinaan komunitas dan aktivitas berbasis publik yang berfokus pada kebiasaan membaca, penulisan, dan penguatan ekosistem buku.
Aktivitas ini menempatkannya tidak hanya sebagai penulis, tetapi juga sebagai penggerak yang mempertemukan karya, pembaca, dan ruang-ruang diskusi.
Pendidikan
suntingMaman Suherman menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Jurusan Kriminologi (1984–1990).[7] Latar Kriminologi memberinya perangkat analitis untuk membaca perilaku sosial, struktur narasi, dan dinamika keseharian—tema yang kadang hadir sebagai latar atau cara pandang dalam tulisannya.
Pendidikan ini juga menguatkan tradisi riset kecil: mengumpulkan data, menyaring sumber, dan menautkan detail menjadi cerita yang utuh.
Karya
suntingMaman Suherman telah menulis 61 buku dalam berbagai format.[8]
Tema dan gaya
suntingMaman Suherman menulis dalam beragam bentuk—mulai dari catatan, potret sosial, hingga pengamatan atas budaya populer—dengan kecenderungan pada narasi yang dekat dengan percakapan sehari-hari namun tetap terstruktur.
Sebagian karyanya memadukan humor, ironi, dan refleksi personal sebagai cara untuk mendekatkan pembaca pada isu yang lebih luas.
Dalam beberapa judul, ia menggunakan fragmen pendek dan ritme kalimat yang cepat, seolah membawa pembaca mengikuti “notulensi” pengalaman hidup yang bergerak.
Buku (pilihan)
sunting- Matahati (2012).[9]
- Bokis 1: Kisah Gelap Dunia Seleb (2012).[10]
- Bokis 2: Potret Para Pesohor (2013).[11]
- Re: (2014).[12]
- Notulen Cakeppp (2014).[13]
- Virus Akal Bulus (2014).[14]
- Notulen Cakeppp 2 (2015).[15]
- 99 Mutiara Hijabers (2015).[16]
- peRempuan (2016).[17]
- ... dan janda itu ibuku (Grasindo, 2024).[18]
Kegiatan
suntingMaman Suherman terlibat dalam berbagai kegiatan berbasis literasi, termasuk pembinaan komunitas dan partisipasi dalam forum diskusi publik terkait buku dan penulisan.[19]
Penghargaan
sunting- Anugerah Revolusi Mental (Kemenko PMK), 2022.[20]
- IKAPI Awards (kategori “Literacy Promoter”), 2024.[21]
- Nugra Jasa Dharma Pustaloka (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia), 2025.[22]
Penghargaan-penghargaan tersebut berkaitan dengan kontribusinya pada kerja literasi dan ekosistem buku, baik melalui karya tulis maupun keterlibatan pada kegiatan publik.
Rincian penetapan dan kategori penghargaan dapat dirujuk pada pengumuman resmi masing-masing lembaga.
Referensi
sunting- ^ Grasindo. "Maman Suherman". Maman Suherman (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-02.
- ^ a b "Maman Suherman: Menguak Rahasia dengan Karya". Gramedia Blog. Diakses tanggal 7 Januari 2020.
- ^ https://www.gramedia.com/blog/profil-perjalanan-karir-penulis-maman-suherman-dan-buku-bukunya/.
- ^ https://katalog.siapabilang.com/tag/kangmaman/
- ^ https://grasindo.id/events/gumaman-kang-maman
- ^ https://www.tempo.co/wawancara/maman-suherman-pemerintah-harus-serius-membangun-ekosistem-literasi-851760
- ^ https://tirto.id/tokoh/maman-suherman-i6
- ^ https://www.inilah.com/maman-suherman
- ^ https://www.grasindo.id/authors/maman-suherman
- ^ https://www.instagram.com/p/CYBxK81vN1j/
- ^ https://dpk.kepriprov.go.id/opac/ebook/0a20dcdb-b6a4-4416-a4e5-2c790ecb85c6
- ^ https://conference.fib.unsoed.ac.id/ojs/index.php/kokadoma/article/view/118
- ^ https://kios-perpustakaan.jakarta.go.id/catalogue/detail/109018
- ^ https://alfirdausina.net/perpusonline/index.php?p=show_detail&id=1961&keywords=
- ^ https://openlibrary.telkomuniversity.ac.id/home/catalog/id/188986/slug/notulen-cakeppp-kang-maman-2.html
- ^ https://katalog.siapabilang.com/buku-99-mutiara-hijabers/
- ^ https://rangerkimi.wordpress.com/2021/07/23/107-perempuan/
- ^ https://jalastoria.id/stigma-janda-menjerat-ibuku/
- ^ Sekretariat Jenderal Kemenkeu RI (2025-07-16), [LIVE] Bincang Literasi: Membangun Kekuatan Tulisan, Memberdayakan Masyarakat bersama Maman Suherman, diakses tanggal 2026-03-02
- ^ "Anugerah Revolusi Mental 2022, Dorong Perubahan Positif di Masyarakat - Suara Muhammadiyah". 2022-12-21. Diakses tanggal 2026-03-02.
- ^ "Instagram". www.instagram.com. Diakses tanggal 2026-03-02.
- ^ XMLThemes. "Maman Suherman Terima Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka Dari Perpustakaan Nasional". acehpublish. Diakses tanggal 2026-03-02.
