Mapalus adalah suatu sistem atau teknik kerja sama untuk kepentingan bersama dalam budaya Suku Minahasa.[1] Secara fundamental, Mapalus adalah suatu bentuk gotong royong tradisional yang memiliki perbedaan dengan bentuk-bentuk gotong royong modern, misalnya: perkumpulan atau asosiasi usaha. Secara filosofis, MAPALUS mengandung makna dan arti yang sangat mendasar. MAPALUS sebagai local spirit and local wisdom Masyarakat Minahasa yang terpatri dan berkohesi di dalamnya: 3 (tiga) jenis hakikat dasar pribadi manusia dalam kelompoknya, yaitu: Touching Hearts, Teaching Mind, dan Transforming Life. Mapalus adalah hakikat dasar dan aktivitas kehidupan orang Minahasa (Manado) yang terpanggil dengan ketulusan hati nurani yang mendasar dan mendalam (touching hearts) dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab menjadikan manusia dan kelompoknya (teaching mind) untuk saling menghidupkan dan menyejahterakan setiap orang dan kelompok dalam komunitasnya (transforming life). Menurut buku, The Mapalus Way, mapalus sebagai sebuah sistem kerja yang memiliki nilai-nilai etos seperti, etos resiprokal, etos partisipatif, solidaritas, responsibilitas, gotong royong, good leadership, disiplin, transparansi, kesetaraan, dan trust.[2]

Seiring dengan berkembangnya fungsi-fungsi organisasi sosial yang menerapkan kegiatan-kegiatan dengan asas Mapalus, saat ini, Mapalus juga sering digunakan sebagai asas dari suatu organisasi kemasyarakatan di Minahasa.

Mapalus berasaskan kekeluargaan, keagamaan, dan persatuan dan kesatuan. Bentuk Mapalus, antara lain:

  • Mapalus tani
  • Mapalus nelayan
  • Mapalus uang
  • Mapalus bantuan duka dan perkawinan; dan,
  • Mapalus kelompok masyarakat.

Dalam penerapannya, Mapalus berfungsi sebagai daya tangkal bagi resesi ekonomi dunia, sarana untuk memotivasi dan memobilisasi manusia bagi pemantapan pembangunan, dan merupakan sarana pembinaan semangat kerja produktif untuk keberhasilan operasi mandiri, misalnya: program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian.

Prinsip solidaritas yang tecermin dalam Mapalus terefleksi dalam perekonomian masyarakat di Minahasa, yaitu dikenalkannya prinsip ekonomi Tamber.[3]

Prinsip ekonomi Tamber merujuk pada suatu kegiatan untuk memberikan sesuatu kepada orang lain, atau warga sewanua (sekampung) secara sukarela dan cuma-cuma, tanpa menghitung-hitung atau mengharapkan balas jasa.

Prinsip ekonomi Tamber berasaskan kekeluargaan. Dari segi motivasi adat, prinsip ini mengandung suatu makna perekat kultural (cagar budaya) yang mengungkapkan juga kepedulian sosial, bahkan indikator keakraban sosial.

Faktor kultural prinsip ekonomi Tamber berdasarkan keadaan alam Minahasa yang subur dan berlimpah, dan tipikal orang Minahasa yang cenderung rajin dan murah hati.

  1. ^ Jan Turang, Pembangunan Daerah Minahasa dengan Pertanian Inti Sistem Mapalus (Prisma), Yayasan Mapalus, 1984.
  2. ^ Umbas Veldy, The Mapalus Way, 2011
  3. ^ Wem Senduk, EKONOMI TAMBER: Secuil Kajian tentang suatu Lemtra Minahasa, Manado, 1608930001.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Upacara Mapalus

Upacara Mapalus berasal dari bahasa Minahasa, yaitu awalan ma- yang berarti “saling” atau “melakukan”, dan kata dasar palus yang berarti “tuang”, “menuang”

Welly Titah

2025 setelah dilantik Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Manado. Kalangi, Ariany (21-06-2025). Richard

Kota Tomohon

memiliki adat istiadat dan budaya yang dikenal dengan sebutan Mapalus. Budaya Mapalus atau bekerja bersama dan saling bantu ini telah berakar dan membudaya

Anisya Gretsya Bambungan

2025 setelah dilantik Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Manado. Pada Pilbup Kepulauan Talaud 2024

Kabupaten Minahasa Tenggara

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, pada 23 September 2024 di aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut. Kabupaten Minahasa Tenggara memiliki 12 kecamatan

Pancasila

getteng Banjar Waja sampai kaputing Madura Lebbi bagus pote tollang Minahasa Mapalus Melayu Budi dan bahasa Lempar batu sembunyi tangan Malu itu adalah iman

Wewene Minahasa

wanita dan pria bekerja sama menggarap ladang dan hal ini ada dalam tradisi mapalus. Budaya patriarki telah menciptakan ruang dalam rumah tangga di mana dapur

Salam Lintas Agama

getteng Banjar Waja sampai kaputing Madura Lebbi bagus pote tollang Minahasa Mapalus Melayu Budi dan bahasa Lempar batu sembunyi tangan Malu itu adalah iman