📑 Table of Contents
Marawis

Marawis (bahasa Arab: ู…ุฑุงูˆูŠุณ) adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tecermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta.

Sejarah

sunting

Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari Yaman. Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan hajir (gendang besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm, dumbuk atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong kayu bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan tamborin atau krecek dan Simbal yang berdiameter kecil. Lagu-lagu yang berirama gambus atau padang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan tertentu

Dalam Katalog Pekan Musik Daerah, Dinas Kebudayaan DKI, 1997, terdapat tiga jenis pukulan atau nada, yaitu zapin, sarah, dan zahefah. Pukulan zapin mengiringi lagu-lagu gembira pada saat pentas di panggung, seperti lagu berbalas pantun. Nada zapin adalah nada yang sering digunakan untuk mengiringi lagu-lagu pujian kepada Nabi Muhammad SAW (shalawat). Tempo nada zafin lebih lambat dan tidak terlalu menghentak, sehingga banyak juga digunakan dalam mengiringi lagu-lagu Melayu.

Pukulan sarah dipakai untuk mengarak pengantin. Sedangkan zahefah mengiringi lagu di majlis. Kedua nada itu lebih banyak digunakan untuk irama yang menghentak dan membangkitkan semangat. Dalam marawis juga dikenal istilah ngepang yang artinya berbalasan memukul dan ngangkat. Selain mengiringi acara hajatan seperti sunatan dan pesta perkawinan, marawis juga kerap dipentaskan dalam acara-acara seni-budaya Islam.

Jumlah Pemain

sunting

Musik ini dimainkan oleh minimal sembilan atau sepuluh orang. Setiap orang memainkan satu buah alat sambil bernyanyi. Terkadang, untuk membangkitkan semangat, beberapa orang dari kelompok tersebut bergerak sesuai dengan irama lagu. Semua pemainnya pria, dengan busana gamis dan celana panjang, serta berpeci. tetapi ada juga wanita. Uniknya, pemain marawis bersifat turun temurun. Sebagian besar masih dalam hubungan darah - kakek, cucu, dan keponakan. Sekarang hampir di setiap wilayah terdapat marawis.

Sumber

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tari Zapin

utama yaitu alat musik petik Gambus dan tiga buah alat musik tabuh Marwas/Marawis, Gendang, dan Rebana. Biola dan Akordion juga digunakan pada beberapa jenis

Bedana marawis

Bedana marawis merupakan sebuah tarian yang biasa ditarikan secara berpasangan dengan menggunakan rebana sebagai properti pendukung. Tarian ini diciptakan

Sara Fajira

merasakan tampil dalam group marawis sekolahnya. Pihak sekolah yang menyadari bakat Sara memintanya menjadi vokal dalam group marawisnya. Di kelas 4 ke 5 ia mengikuti

D'Academy (musim 7)

Nose) Ibu Een Sebagai Pelatih Gambus (Rina Nose) Ibu Een Sebagai Pemain Marawis (Rina Nose) Ibu Een Sebagai Tim Rampak Gendang (Rina Nose) Iklm Band (Rina

Putri Titian

mereka dikaruniai anak yang bernama Theodore Iori Liem dan Mykah Iago Liem. Marawis di Hati Tasya Jomblo So What Gitu Loh Cintaku Bersemi Di Angkot Mencari

Darbuka

berbentuk dandang paling sering digunakan dalam musik tradisional Mesir, juga marawis, di mana ia dianggap sebagai simbol nasional Musik Shaabi Mesir. Instrumen

Parung, Bogor

khas kecamatan Parung juga beraneka ragam. Ada kesenian keagamaan seperti marawis, rebana, kemudian kesenian pawai kelaran dan cucurak yang telah ada di

Ondel-ondel

kromong dan tanjidor. Ada juga yang di iringi dengan silat pencak betawi, marawis, hadroh dan rebana ketimpring. Pada umumnya, pementasan ondel-ondel diiringi