| Mario Teguh | |
|---|---|
| Lahir | Sis Maryono Teguh 5 Maret 1956 Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia |
| Almamater | IKIP Malang |
| Pekerjaan | Konsultan, Pengusaha, Penulis, Filsuf |
| Suami/istri | Aryani Soenarto
โ โ (m.ย 1984; c.ย 1993)Linna Teguh โ (m.ย 1995) |
| Anak | Pernikahan dengan Aryani Soenarto:
Pernikahan dengan Linna Teguh:
|
| Orang tua | Gozali Teguh Siti Marwiyah |
| Situs web | www |
Mario Teguh (lahir dengan nama Sis Maryono Teguh; lahir 5 Maret 1956) adalah seorang pembicara dan konsultan motivasi asal Indonesia. Pada tahun 2010, Teguh tercatat sebagai salah satu dari 8 Tokoh Perubahan versi koran Republika. Teguh semakin dikenal publik saat menjadi pembawa acara Mario Teguh Golden Ways di MetroTV.
Sebelum memulai kariernya, Teguh pernah bekerja di beberapa bank, seperti Citibank, BSB Bank, dan Aspac Bank. Teguh juga mendirikan perusahaan bisnis Exnal Corp Jakarta di mana ia menjabat sebagai CEO dan konsultan senior. Teguh membawakan sebuah acara bertajuk Business Art di O Channel. Teguh adalah salah satu motivator termahal di Indonesia.
Kehidupan pribadi
suntingMario Teguh lahir di Makassar pada 5 Maret 1956 dengan nama Sis Maryono Teguh. Nama Sis berarti siswa, Maryono bermakna lahir pada bulan Maret, dan Teguh diambil dari nama ayahnya, Gozali Teguh. Ayahnya merupakan seorang tentara yang memiliki keturunan JawaโTionghoa, sedangkan ibunya, Siti Marwiyah, berasal dari keturunan ArabโBugis.[1][2]
Mario Teguh menempuh pendidikan menengah di jurusan Arsitektur di New Trier West High School, Chicago, Amerika Serikat, dan lulus pada tahun 1975. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang dengan mengambil jurusan Linguistik dan Pendidikan Bahasa Inggris (S-1). Selanjutnya, ia mempelajari bidang International Business di Sophia University, Tokyo, Jepang. Ia juga meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dalam bidang Operations Systems dari Indiana University, Amerika Serikat, pada tahun 1983.
Karier
suntingMario Teguh merupakan seorang motivator dan konsultan bisnis Indonesia yang memiliki pengalaman profesional di berbagai institusi perbankan dan korporasi. Ia pernah menjabat sebagai Head of Manager di BIMC, sebelum bergabung dengan Citibank Indonesia pada periode 1983 hingga 1986 sebagai Head of Sales. Kariernya kemudian berlanjut di BSB Bank pada tahun 1986 hingga 1989 sebagai Manager Business Development. Pada tahun 1990 hingga 1994, ia menjabat sebagai Vice President Marketing & Organization Development di Aspac Bank. Sejak tahun 1994, ia memimpin Exnal Corp Jakarta sebagai Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Senior Consultant.
Selain karier profesionalnya, Mario Teguh juga dikenal luas melalui kiprahnya di dunia motivasi dan media. Ia pernah membawakan acara Business Art di O Channel, sebelum semakin populer melalui program Mario Teguh Golden Ways di Metro TV yang memperluas jangkauan pengaruhnya di masyarakat. Ia kemudian dikenal sebagai salah satu motivator terkemuka di Indonesia.
Pada tahun 2003, ia memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penyelenggara seminar berhadiah mobil pertama di Indonesia. Pada tahun 2010, ia kembali menerima penghargaan dari MURI sebagai motivator dengan halaman penggemar Facebook terbesar di Indonesia. Pada tahun yang sama, ia juga terpilih sebagai salah satu dari delapan Tokoh Perubahan 2009 versi Republika.
Buku
sunting- Becoming a Star (2006)
- One Million Second Chances (2006)
- Life Changer (2009)
- Leadership Golden Ways (2009)
Filmografi
suntingFilm
sunting| Tahun | Judul | Peran | Produksi |
|---|---|---|---|
| 2015 | Catatan Akhir Kuliah | Motivator | Darihati Films |
Acara televisi
sunting- Mario Teguh Golden Ways (2008-2015 dan 2016) (MetroTV dan Kompas TV)
- Mario Teguh Business Art (2007) (O Channel)
- Mario Teguh Super Show (2015-2016) (MNCTV)
Kontroversi
suntingPada 7 September 2016, seorang pria berusia 30 tahun yang bernama Ario Kiswinar secara terang-terangan mengaku sebagai anak Mario Teguh yang tak diakui, di acara Hitam Putih. Ario menunjukan akta lahir, kartu keluarga, dan salinan akta nikah orang tuanya. Di akta lahir tersebut tertulis Ario lahir pada tanggal 29 April 1986 dari ayah bernama Sis Maryono Teguh dan Aryani Soenarto.[3] Menjawab pengakuan ini, Mario Teguh mengajak melakukan tes DNA dalam wawancara dengan Kompas TV 9 September 2016.[4] Hasil tes DNA yang dilakukan oleh Ario Kiswinar Teguh dan Mario Teguh telah keluar, hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono pada hari Jumat, 25 November 2016. Dari hasil tes DNA tersebut, Ario Kiswinar Teguh dinyatakan sebagai anak biologis dari Sis Maryono Teguh dengan pernikahan sebelumnya bersama Aryani Soenarto.[5] Namun, sepertinya hasil tes DNA ini sulit diterima oleh Linna Teguh, istri Mario Teguh sekarang.[6]
Referensi
sunting- ^ Mario Teguh: Jangan Membatasi Agama yang Besar dengan Istilah yang Sempit. JurnalMadani.com. Diakses 21 Desember 2025.
- ^ Pak Mario Teguh yang Super. Catatan Hangga Nuarta. Diakses 21 Desember 2025.
- ^ "Tak Diakui Mario Teguh Sebagai Anak, Kiswinar Blak-blakan di "Hitam Putih" Trans7". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-11-27. Diakses tanggal 2016-09-10.
- ^ Umardini, Trinilo. "Ini Jawaban Ario Kiswinar saat Ditantang Mario Teguh untuk Tes DNA". Tribunnews.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-01-17. Diakses tanggal 2016-09-10.
- ^ Hantoro, Juli, ed. (2016-11-25). "Hasil Tes DNA, Polisi: Kiswinar Anak Biologis Mario Teguh". Tempo.co. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-08-28. Diakses tanggal 2016-11-28.
- ^ Wardhani, Anita K. Wardhani, Anita K (ed.). "Hasil Tes DNA Kiswinar Anak Mario Teguh, Linna Teguh: Anak Saya Hanya 2". Tribunnews.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-11-28. Diakses tanggal 2016-11-28.
Pranala luar
sunting- Situs web resmi
- (Indonesia) Profil di KapanLagi.com
- Mario Teguh di Facebook
- Mario Teguh di X
- Mario Teguh di Instagram
- (Indonesia) Mario Teguh Super Reference Web Diarsipkan 2016-09-18 di Wayback Machine.
- (Indonesia) Mario Teguh dan latar belakang keluarga Diarsipkan 2013-12-03 di Wayback Machine.