Lokasi Maroua di Kamerun

Maroua ialah ibu kota Provinsi Ujung Utara, Kamerun. Kota ini terletak di Sungai Ferngo dan Kaliao. Pusat industri kapas ini berpenduduk sekitar 299.600 jiwa. Kota ini memiliki sebuah bandara yang terletak dekat Salak, sebuah museum budaya dan etnografi. Di utara kota terdapat Taman Nasional Waza yang terkenal. Di selatan kota ini ada pangkalan militer besar milik angkatan intervensi cepat BIR. Gunung Maroua mendominasi kaki langit kota ini. Iklimnya berciri Sahel, panas dan kering sepanjang tahun. Agama dominan adalah Islam Sufi.

10°34′56.359″N 14°19′39.162″E / 10.58232194°N 14.32754500°E / 10.58232194; 14.32754500


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Katedral Maroua

Katedral Maroua atau yang bernama resmi Katedral Bunda Maria Diangkat ke Surga adalah sebuah gereja katedral Katolik yang terletak di Maroua, Kamerun

Keuskupan Maroua–Mokolo

Prefektur Apostolik Maroua–Mokolo dari Keuskupan Garoua 29 Januari 1973: Dipromosikan menjadi Keuskupan Maroua–Mokolo Uskup Maroua–Mokolo (Ritus Roma)

Bandar Udara Salak

Udara Salak merupakan sebuah bandar udara yang terletak 15 km tenggara Maroua, Kamerun dekat kota Salak (IATA: MVR, ICAO: FKKL). Informasi bandar udara

Modibbo Raji

Sebagai Kepala Qadi, ia bertanggung jawab atas sub-emirat utara Adamawa dari Maroua sampai ke Ngaoundere. Ia meninggal pada tahun 1906, beberapa tahun setelah

Kamerun

internasional terletak di Douala dan Yaoundé , dengan sepertiga sedang dibangun di Maroua . Douala adalah pelabuhan utama negara itu. Di utara, Sungai Bénoué secara

Konkatedral Mokolo

Katedral ini menjadi pusat kedudukan dan takhta bagi Keuskupan Maroua–Mokolo. Keuskupan Maroua–Mokolo Gereja Katolik di Kamerun Gereja Katolik Roma Daftar

Salé

Tlaxcala, Meksiko (1998) Gandiaye, Senegal (2009) Grand Yoff, Senegal (2009) Maroua, Kamerun (2009) Alexandria, Amerika Serikat (2010) Sochi, Rusia (2010) Beitunia

Daftar perenang

Naceur, Anouar Gharbi, Ali Lajnef, Sarra Mathlouthi, Ahmed Mathlouthi, Maroua Mellouli, Oussama Mrabet, Taki Aslanoğlu, Ömer Atasay, Serkan Atasoy, Demir