📑 Table of Contents
Masjid Al A'la
PetaKoordinat: 2°32′41.90888″S 115°21′18.62158″E / 2.5449746889°S 115.3551726611°E / -2.5449746889; 115.3551726611
Agama
AfiliasiIslamSunni
ProvinsiKalimantan Selatan
Lokasi
LokasiPandawan, Hulu Sungai Tengah
NegaraIndonesia
Arsitektur
TipeMasjid
GayaTimur Tengah dengan sedikit sentuhan arsitektur Banjar dan Hindia Belanda
Didirikanabad ke-17
Spesifikasi
Kubah1
Menara2

Masjid Al-A'la adalah sebuah masjid bersejarah yang terletak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Masjid ini didirikan pada pertengahan abad ke-17 dan secara administratif berlokasi di desa Jatuh, kecamatan Pandawan.[1][2][3]

Masjid ini diberi nama "Al-A'la", atau dalam bahasa Indonesianya berarti “tinggi”, karena bangunan masjid memiliki lantai dasar yang tingginya sekitar 1,5 meter. Selain itu, ada pula yang mengatakan bahwa setiap tahun Masjid Al-A'la ini bertambah tinggi.[1]

Sejarah

sunting

Masjid ini diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-17 Masehi. Hal ini berdasarkan keberadaan panji-panji bertuliskan huruf Arab yang terdapat di dalamnya, di mana panji-panji tersebut disebutkan dikirim oleh Syarif dari Makkah melalui perantara seorang Sayyid untuk diberikan kepada masjid ini. Namun, fakta sejarah menunjukkan bahwa panji-panji itu dikirim langsung oleh seorang ulama dari Mekah. Seorang arkeolog asing yang datang bersama Dr. Alfani Daud memperkirakan bahwa panji-panji tersebut berusia sekitar 300 tahun, sementara masjid ini telah berdiri jauh sebelum panji-panji itu ada. Beragam versi cerita berkembang di masyarakat mengenai masjid bersejarah ini, mulai dari kisah burung Garuda yang membawa terbang seorang ulama hingga jatuhnya panji-panji tersebut pada malam Ramadan.[1]

Kini, Masjid Al A'la menjadi salah satu situs sejarah sekaligus destinasi wisata religi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.[1]

Tradisi Batumbang

sunting

Sebagai masjid bersejarah, masjid ini menjadi salah satu tujuan wisata sejarah dan religi. Bangunannya yang unik serta keberadaan panji dan Al-Qur'an tua yang diwarisi dan dipelihara oleh Ja’far Shadiq menarik banyak pengunjung, terutama pada bulan Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha. Beberapa pengunjung juga datang membawa berbagai kue khas Banjar, seperti apam putih, apam gula merah, cucur putih, cucur gula merah, serta ketupat, sebagai bentuk sedekah bagi para penjaga masjid. Mereka datang berkelompok, bersama keluarga, atau membawa anak-anak mereka untuk merasakan atmosfer religius di masjid ini.[1]

Masjid ini juga memiliki beberapa tradisi unik yang sering dilakukan oleh para pengunjung. Salah satunya adalah mencuci muka dengan air dari kolam masjid, yang diyakini membawa berkah. Selain itu, bagi yang memiliki bayi laki-laki, mereka akan meminta izin untuk menginjakkan kaki putranya di anak tangga mimbar masjid, yang berada di bagian mihrab. Tradisi ini, yang disebut Batumbang, dilakukan sambil berdoa kepada Allah agar sang anak kelak mencintai masjid dan ringan langkahnya untuk selalu salat berjamaah. Orang tua juga berharap anaknya kelak menjadi ulama atau pendakwah Islam yang dapat berkhotbah di masjid ini. Setelah doa dipanjatkan, biasanya diiringi dengan menebarkan uang receh yang dicampur dengan beras kuning, yang kemudian diperebutkan oleh para pengunjung.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e f Noor, Masrida (15 Maret 2019). "Masjid Al A'la Jatuh Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tertua & Dipercaya Bertambah Tinggi". banjarmasin.tribunnews.com. Diakses tanggal 1 Januari 2025.
  2. ^ Syarifuddin, M (27 Februari 2023). "Masjid Al-A'la: Doa Pejabat dan Pasukan Baratib". radarbanjarmasin.jawapos.com. Diakses tanggal 1 Januari 2025.
  3. ^ "Masjid Al 'Ala di Barabai Diperkirakan Berusia 300 Tahun, Dahulu Markas Pasukan Baratib". koranbanjar.net. 28 Oktober 2021. Diakses tanggal 1 Januari 2025.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Masjid Oman Al-Makmur

Masjid Oman Al-Makmur (bahasa Arab: مسجد عمان المكمور) (bahasa Aceh: Meuseujid Oman Al-Makmur) (bahasa Turki: Umman Al-Makmur Camii) atau yang lebih dikenal

Ahmad Khatib al-Minangkabawi

diabadikan untuk Masjid Raya Sumatera Barat. Nama lengkapnya adalah Ahmad Khatib bin Abdul Latif bin Abdullah bin Abdul Aziz al-Minangkabawi al-Jawi al-Makki asy-Syafi'i

Al-Ala' bin al-Hadhrami

Al-Ala' bin al-Hadhrami (bahasa Arab: العلاء بن الحضرميcode: ar is deprecated ) adalah salah seorang sahabat nabi. Ia dinisbatkan dengan nama al-Hadhrami

Surah Al-Fatihah

Maududi, Sayyid Abul Ala. Tafhim Al Quran. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-07-28. Diakses tanggal 2013-06-17. "Al-Qur'an Surat Al-Fatihah (Terjemahan

Umar bin Khattab

tidak salat di Masjid al-Haram sampai Umar masuk Islam. Ketika dia masuk Islam, kaum Quraisy terpaksa membiarkan kami shalat di Masjid. Pada tahun 622

Assalamualaikum

Abi Syaibah dengan sanad hasan," hendaknya mengucap Assalamu alaikum wa 'ala 'ibadillahish-shalihin. (Semoga Allah Memberi keselamatan kepada kita dan

Azan

(Salat al-Jumu'ah), ada satu azan tetapi sebagian Muslim Sunni menambahnya menjadi dua azan; yang pertama adalah mengajak masyarakat ke masjid, yang kedua

Masjid Noor Banjarmasin

tahun 1990-an, bentuk awal diubah menjadi bangunan ala gedung modern seperti sekarang. Meski masjid ini mengalami pemugaran sampai 3 kali, jamaah masih