Mau Jadi Apa?
Sutradara
Produser
Ditulis oleh
Pemeran
Penata musikAndhika Triyadi
SinematograferRollie Markiano
PenyuntingRyan Purwoko
Perusahaan
produksi
DistributorKharisma StarVision
Tanggal rilis
Indonesia 30 November 2017
Durasi103 menit
Negara Indonesia
Bahasa

Mau Jadi Apa? adalah film komedi Indonesia yang disutradarai oleh Monty Tiwa bersama Soleh Solihun. Film ini merupakan debut Soleh Solihun sebagai sutradara. Selain menyutradarai film tersebut Soleh juga menjadi pemeran utama.[1] Film Mau Jadi Apa? diangkat dari kisah nyata Soleh saat ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Padjadjaran.[2]

Film ini diproduksi oleh Kharisma StarVision dan tayang di bioskop mulai 30 November 2017.

Sinopsis

sunting

Pada Tahun 1997, Soleh Solihun berhasil masuk Universitas Padjadjaran. Namun kondisi kampus yang gersang dan lokasinya yang jauh dari mana-mana, membuat Soleh jadi meragukan pilihannya. “Ngapain sih gue di sini? Mau jadi apa nantinya?” bergolak dalam hati Soleh. Bersama teman-temannya yang sama galaunya Lukman (Boris Bokir) si jago gambar; Marsyel (Adjis Doaibu), si hopeless romantic yang selalu sial; Eko (Awwe), si penggila musik yang doyan nyela; Fey (Anggika Bölsterli), si blasteran yang cantik tetapi sedikit gila; serta si mulut besar Syarif (Ricky Wattimena). Soleh akhirnya mendirikan sebuah majalah kampus alternatif. Mengangkat hal-hal ringan seperti musik, film, olahraga dan gosip percintaan antar mahasiswa, majalah itu mereka beri nama Karung Goni, kependekan dari Kabar, Ungkapan, Gosip dan Opini.

Mengelola Karung Goni tidaklah mudah. Soleh dan gengnya harus menghadapi cibiran dari anak-anak Fakta Jatinangor, majalah super serius yang lebih dulu mendominasi kampus, yang dipimpin oleh si arogan Pandji (Ronal Surapradja). Bersamaan dengan itu, Soleh juga harus berjuang merebut hati Ros (Aurélie Moeremans), Slanker cantik yang telah membuatnya mabuk kepayang sejak Ospek. Deretan karakter dan jalinan konflik ini hadir membentuk "Mau Jadi Apa?", sebuah komedi inspiratif yang diangkat dari kisah nyata komika dan mantan jurnalis Soleh Solihun. Inilah bukti bahwa setiap orang punya jalannya sendiri dalam menjawab pertanyaan “mau jadi apa?”.[3]

Pemeran

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Film Pertama Soleh Solihun Sebagai Sutradara Tayang 30 November 2017". Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 23 Mei 2020.
  2. ^ "Kisah Pribadi Soleh Solihun dalam Mau Jadi Apa". beritagar.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-19. Diakses tanggal 23 Mei 2020.
  3. ^ "MAU JADI APA - Starvision". Klikstarvision. Diakses tanggal 23 Mei 2020.

Pranala luar

sunting

Mau Jadi Apa? di IMDb (dalam bahasa Inggris)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Soleh Solihun

seperti Mau Jadi Apa? (2017), Reuni Z (2018), dan Star Syndrome (2023). Universitas Padjajaran, S-1 Ilmu Komunikasi (lulus) Soleh pernah menjadi reporter

Tabrakan kereta api Bintaro 1987

apa pun yang dikhawatirkan karena ia merasa tak melihat semboyan apa pun yang diterimanya. Saat terjadi tabrakan, Slamet Suradio juga meluruskan apa yang

Bahasa Indonesia gaul

Kalau mahal jangan dibeli. Apa? Ya jangan mau dong. - Apa? Kalau begitu jangan mau. Apa kamu bilang? Ya dilawan dong. - Apa kamu bilang? Tahu begitu seharusnya

Piagam Jakarta

untuk tidak membuat pernyataan apapun mengenai Piagam Jakarta dan meminta mereka untuk tidak mengikuti perayaan hari jadi Piagam Jakarta. Pada tahun berikutnya

Provinsi di Indonesia

sebuah provinsi Hari jadi ditentukan berdasarkan peraturan daerah setempat dan bisa saja berbeda dengan tanggal pembentukan. Hari jadi umumnya dirayakan

Grace Natalie

penyiar tetap Kabar Pasar, selain itu juga sering tampil di Kabar Petang, Apa Kabar Indonesia, Kabar Terkini, dan sejumlah program lainnya. Grace menikah

Kota Depok

dari Kabupaten Bogor pada tanggal 27 April 1999 ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Depok yang jatuh pada tanggal tersebut setiap tahunnya. Jumlah penduduk

Ada Apa dengan Cinta?

Indonesia. Film ini menjadi film terlaris sepanjang masa pada saat dirilis, dengan penjualan tiket sebanyak 2,7 juta tiket. Lagu tema Ada Apa dengan Cinta?