Cupressus sempervirens
Perau mediterania
Cypress (Cupressus sempervirens)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Gymnospermae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Cupressales
Famili: Cupressaceae
Genus: Cupressus
Spesies:
C. sempervirens
Nama binomial
Cupressus sempervirens

Cupressus sempervirens atau perau mediterania (; bahasa Inggris: Mediterranean cypress atau Italian cypress,[1] Tuscan cypress, graveyard cypress, atau pencil pine) adalah suatu spesies dari genus Cupressus, tumbuhan asli dari daerah timur Laut Tengah, Libya timur laut, Albania selatan, pantai selatan Croatia (Dalmatia), Yunani tenggara (Kreta, Rhodes), Turki selatan, Siprus, Mesir utara, western Syria barat, Libanon, Israel, Malta, Italia, Yordania barat, dan juga disjunct population di Iran.

C. sempervirens merupakan pohon konifer dari ordo Pinales berukuran sedang dan selalu hijau. Tingginya mencapai 35 m (115 kaki), dengan pucuk kerucut, dahan-dahan yang merata dan cabang-cabang kecil yang menggantung lepas.[2] Usianya sangat panjang, sejumlah pohon dikabarkan berusia lebih dari 1000 tahun.

Daun dan bunga saru mediterania

Pohon perau kuno di Iran

sunting
Pohon perau mediterania berusia 4000 tahun (Cypress of Abarqu, Iran.

Perau mediterania, Cupressus sempervirens, merupakan pilihan utama untuk taman-taman di Iran. Dalam semua Taman Persia terkenal, seperti Fin Garden, Mahaan, Dowlat-Abad, dan lain-lain, pohon ini berperan penting dalam desainnya. Pohon perau mediterania tertua adalah Sarv-e-Abarkooh ("Sanobar Abarqu";Cypress of Abarqu) di provinsi Yazd, Iran. Usianya diperkirakan sekitar 4.000 tahun.[3]

Simbolisme

sunting
Cypresses (1889) karya Vincent van Gogh, Saint-Rémy-de-Provence
Fastigiate Mediterranean cypress Cupressus sempervirens 'Stricta', ditanam di Hawaii

Dalam karya klasik kuno, pohon perau merupakan lambang "kedukaan" dan pada zaman modern tetap menjadi pohon utama di kuburan baik di dunia Muslim dan Eropa. Dalam tradisi klasik, pohon saru dikaitkan dengan kematian dan dunia bawah dalam mitologi Yunani, karena pohon ini gagal untuk tumbuh kembali bila dipotong terlalu banyak. Rumah-rumah di Atena yang sedang berkabung dihiasi dengan cabang berdaun pohon saru.[4] Perau digunakan untuk membersihkan udara pada saat kremasi.[5] Merupakan tumbuhan yang cocok untuk membuat rangkaian bunga melingkar (wreath) untuk menghiasi patung-patung dewa Pluto, penguasa dunia bawah dalam mitologi.[6]

Referensi

sunting
  1. ^ "BSBI List 2007". Botanical Society of Britain and Ireland. Diarsipkan dari asli (xls) tanggal 2015-01-25. Diakses tanggal 2014-10-17.
  2. ^ See also Uses section for the differing cultivated variants
  3. ^ Craig Glenday, ed. (2011). Guinness World Records.
  4. ^ Servius, catatan atas tulisan Vergil Aeneid 3.680.
  5. ^ Isidore of Seville, Etymologiae 17.7.34.
  6. ^ Natalis Comes, Mythologiae 2.9.

Pustaka

sunting
  • Farjon, A. 2013 Cupressus sempervirens. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.2
  • Farjon, A. (2005). Monograph of Cupressaceae and Sciadopitys. Royal Botanic Gardens, Kew. ISBN 1-84246-068-4.
  • Zsolt Debreczy, Istvan Racz (2012). Kathy Musial (ed.). Conifers Around the World (Edisi 1st). DendroPress. hlm. 1089. ISBN 9632190610.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Lavender

Prancis selatan, pada bulan Juli. (Inggris) the genus Lavandula - mediterranean climate gardening throughout the world Diarsipkan 2006-01-25 di Wayback

Hutan, lahan berpohon, dan semak belukar Mediterania

2010-05-27. Cody, M.L. (1986). "Diversity, rarity, and conservation in Mediterranean-climate regions". Dalam Soulé, M.E. (ed.). Conservation biology. Massachusetts

Asplenium australasicum

pakis sarang burung" . Elliot, Rodger (2003). Australian Plants for Mediterranean Climate Gardens. Rosenberg Publishing. hlm. 45. ISBN 1-877058-18-1. "Neottopteris

Banksia marginata

[[Kategori:Semua regnum plantae |- style="vertical-align:top;" |klad:||angiospermae |- style="vertical-align:top;" |klad:||eudikotil]] Banksia marginata

Cekungan Mediterania

mengenai Mediterranean. Mediterranean Basin biodiversity hotspot (Conservation International) Are wildfires a disaster in the Mediterranean basin? – A

Lisimeter

and estimation of actual evapotranspiration in the field under Mediterranean climate: a review. European Journal of Agronomy 13:125-153. leo.b2science

Tanah longsor

1997 event in Central Italy". In Proceedings 1st Plinius Conference on Mediterranean Storms (pp. 439–448). 65.Krautblatter, M., Funk, D., & Günzel, F. K

Iklim mediterania

Barcelona, Beirut, Yerusalem, Tunis, Marseille dan Roma. Explanation of Mediterranean Climate (University of Wisconsin) Diarsipkan 2009-08-05 di Wayback Machine