Menarke (/mɪˈnɑːrkiː/ Yunani: μήν mēn "bulan" + ἀρχή arkhē "permulaan") adalah siklus menstruasi pertama atau pendarahan menstruasi pertama pada perempuan. Dari sudut pandang sosial dan medis, keadaan tersebut dipandang sebagai kejadian penting dari akil balig perempuan, sebagai tanda kesuburan. Fase ini juga menjadi tanda bahwa fungsi kewanitaan dari perempuan telah siap secara biologis.[1] Namun, terdapat beberapa kasus siklus awal ini tidak teratur dibandingkan dengan siklus berikutnya.[2]
Siklus
suntingInterval atau jarak dari tanda pertama pubertas pada anak perempuan sampai kematangan sempurna beragam dari 18 bulan sampai dengan enam tahun. Begitu juga dengan jarak antara perkembangan fisik anak perempuan hingga menarke. Jangka waktu dari kuncup payudara muncul hingga menarke sekitar 2 ½ tahun dan paling lambat 5 ½ tahun. Menarke biasanya terjadi setelah kecepatan puncak tinggi badan sudah terlampaui.[2]
Fisiologi
suntingMenarke merupakan tahap akhir/puncak dari serangkaian proses fisiologi dan anatomi dalam masa pubertas perempuan. Hal ini dimulai di otak ketika hambatan pada pusat saraf pusat berkurang seiring bertambahnya usia dan kecukupan gizi yang memproduksi lemak tubuh untuk memicu hormon leptin. Umumnya ketika individu mencapai presentase lemak tubuh sebesar 17% dari berat badan total. [3]
Proses tersebut mendorong Hipotalamus, bagian otak kecil berbentuk kerucut untuk memproduksi hormon pelepas gonadotropin, yang merangsang kelenjar hipofisis untuk melepaskan dua hormon lainnya, yaitu FSH (Follocile Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone) yang kemudian memproduksi hormon seks seperti estrogen dan progesteron. Kadar estrogen yang meningkat memicu pertumbuhan ciri kelamin sekunder seperti perkembangan payudara dan mempersiapkan rahim[4]
Referensi
sunting- ^ Suhartini, Suhartini (2017-04-30). "ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN USIA MENARCHE PADA SISWI KELAS VIII SMPN 2 DESA TAMBAK BAYA KECAMATAN CIBADAK KABUPATEN LEBAK TAHUN 2016". Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) (dalam bahasa Inggris). 4 (1): 91–100. doi:10.36743/medikes.v4i1.74. ISSN 2685-2195.
- ^ a b "Human development - Reproductive Organs, Secondary Sex Characteristics | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-03-12.
- ^ Elias, Carol F. (2012-01). "Leptin action in pubertal development: recent advances and unanswered questions". Trends in endocrinology and metabolism: TEM. 23 (1): 9–15. doi:10.1016/j.tem.2011.09.002. ISSN 1879-3061. PMC 3251729. PMID 21978495.
- ^ Hafizha, Syifa; Angraini, Dian Isti; Mayasari, Diana; Perdani, Roro Rukmi Windi (2024). "Faktor-faktor yang Memengaruhi Menarche Dini pada Remaja Perempuan". Medical Profession Journal of Lampung. 14 (12): 2236–2248. doi:10.53089/medula.v14i12.1452. ISSN 2615-479X.
Bacaan tambahan
sunting- Quinlan, R (2003). "Father absence, parental care, and female reproductive development" (PDF). Evolution and Human Behavior. 24 (6): 376–90. doi:10.1016/S1090-5138(03)00039-4. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-08-09. Diakses tanggal 2022-02-26.
Pranala luar
sunting- For mothers supporting their daughters as they come of age
- Gluckman PD, Hanson MA (January 2006). "Evolution, development and timing of puberty". Trends in Endocrinology and Metabolism. 17 (1): 7–12. doi:10.1016/j.tem.2005.11.006. PMID 16311040. S2CID 26141301.
- Discusses some of the social influences