Mesin tiket tombol dan layar sentuh Deutsche Bahn di Jerman
Mesin tiket MRT Jakarta

Mesin tiket, yang juga dikenal sebagai mesin jual tiket otomatis, adalah mesin jual otomatis yang memproduksi tiket kertas atau elektronik, atau mengisi ulang kartu nilai tersimpan atau kartu pintar atau dompet seluler pengguna, biasanya pada ponsel pintar. Misalnya, mesin tiket mengeluarkan tiket kereta api di stasiun kereta api, tiket transit di stasiun metro dan tiket trem di beberapa halte trem dan di beberapa trem. Mesin token dapat mengeluarkan tiket dalam bentuk token yang memiliki fungsi yang sama dengan tiket kertas atau elektronik. Transaksi tipikal terdiri dari pengguna yang menggunakan antarmuka tampilan untuk memilih jenis dan jumlah tiket dan kemudian memilih metode pembayaran baik tunai, kartu kredit/debit atau kartu pintar. Tiket kemudian dicetak di atas kertas dan dikeluarkan kepada pengguna, atau dimuat ke kartu pintar atau telepon pintar pengguna.

Format tiket dan tarif

sunting

Selama sebagian besar abad ke-20, mesin tiket mengeluarkan tiket kertas, atau token senilai satu tiket per tiket.[butuh rujukan] Kemudian, nilai tiket dimuat ke dalam kartu nilai tersimpan (pertama tiket kertas, kemudian kartu pintar). Penumpang dapat mengisi saldo berapa pun dalam rentang tertentu; saldo tersebut tidak harus sesuai dengan tarif tertentu. Kartu dapat diisi ulang hingga tanggal kedaluwarsa, sekali lagi dengan jumlah uang berapa pun dalam rentang tertentu.

Untuk mendorong penggunaan mesin tiket dan mengurangi kebutuhan akan tenaga penjual, harga mesin terkadang mungkin lebih rendah daripada harga di loket tiket.[butuh rujukan]

Pengaplikasian

sunting

Mesin tiket juga sering digunakan di taman hiburan, bioskop (dalam hal ini terkadang disebut kios tiket), tempat parkir mobil (lihat bayar dan pajang), serta tempat yang mengeluarkan tiket gratisโ€”misalnya, antrean virtual.

Jepang menggunakan mesin tiket di restoran, kafe, dan tempat usaha lainnya yang disebut shokken (้ฃŸๅˆธ "tiket makanan"). Pelanggan memilih barang di mesin, memasukkan uang ke dalam mesin, lalu menerima voucer yang dapat ditukarkan dengan pesanan mereka, tidak seperti mesin penjual otomatis di mana pelanggan akan menerima barang mereka. Beberapa mesin tiket merupakan mesin mandiri, sementara versi mesin lainnya terletak di loket.[1]

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "ใ€่‡ช่ฒฉๆฉŸๅคงๅ›ฝใซใฃใฝใ‚“๏ผใ€‘ๆตทๅค–ใฎไบบใฏ็Ÿฅใ‚‰ใชใ„้ฃŸๅˆธๆฉŸใฎไฝฟใ„ๆ–น". LIVE JAPAN (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-11-30.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Mesin slot

teknologi Tiket-masuk, Tiket-keluar, sebagai pertanda). Meteran kredit adalah sebuah layar dari jumlah uang atau jumlah kredit dalam mesin. Dalam mesin slot

Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta

Tersedia mesin tiket yang dapat digunakan untuk melakukan pembelian tiket yang tersedia dalam bentuk tiket elektronik (e-ticket) maupun tiket termal yang

Stasiun Leles

hanya melayani penjualan tiket melalui mesin tiket otomatis (loket box) yang ada di stasiun. Pemesanan tiket kereta pun juga dapat dilakukan melalui

Permainan kasino

lainnya. Permainan angka acak dapat dimainkan di meja atau melalui pembelian tiket kertas atau kartu, seperti keno atau bingo. Beberapa permainan kasino menggabungkan

OV-chipkaart

batang di gerbang tiket. Penumpang yang ingin melakukan upgrade ke kelas satu dengan OV-chipkaart harus pergi ke meja tiket atau mesin tiket otomatis untuk

Mesin jual otomatis

alkohol, rokok, tiket lotre, produk konsumen dan bahkan emas dan permata untuk pelanggan secara otomatis. Layaknya penjual asli, mesin ini akan mengeluarkan

Terminal Kampung Rambutan

Selatan. Setelah modernisasi dilakukan, penjualan tiket dilayani secara daring melalui mesin tiket dan loket terpadu pada bangunan terminal antarkota

Kartu Multi Trip

Commuter Ticket (Commet), kartu ini diterbitkan untuk mendampingi kartu Tiket Harian Berjaminan (THB) yang kala itu menjadi metode pembayaran utama untuk