Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
Critical Fabulation adalah teori yang dikemukakan oleh Saidiyah Hartman metode ini pada praktiknya digunakan dalam penulisan yaitu penggabungan penelitian sejarah dan arsip dipadukan dengan teori kritis dan narasi fiktif.[1]
Pembahasan
suntingKata fabula berarti unsur dasar dari sebuah cerita blok bangunan dari narasi. Menurut Mieke Bal, fabula adalah “serangkaian peristiwa yang berhubungan secara logis dan kronologis, yang disebabkan dan dialami oleh para pelaku. Suatu peristiwa adalah transisi dari satu keadaan ke keadaan lain. Pelaku adalah agen yang melakukan tindakan (mereka tidak harus manusia). Bertindak berarti menyebabkan atau mengalami suatu peristiwa.”[2]
Fabulasi kritis adalah alat yang digunakan Hartman dalam praktik ilmiahnya untuk memahami secara produktif celah dan keheningan dalam arsip perbudakan trans Atlantik yang tidak menyertakan suara perempuan yang diperbudak. Fabulasi kritis bertitik tolak pada ketidakseimbangan representasi dalam arsip dan bagaimana ketidakseimbangan tersebut mengulang kekerasan struktural perbudakan. Fabulasi kritis adalah cara untuk menceritakan "kisah yang mustahil" dan mengungkap mekanisme yang menghambat penceritaannya.[2]
Hartman menulis: "Saya menganggap karya saya menjembatani teori dan narasi. Saya sangat berkomitmen pada artikulasi ide yang bertingkat, tetapi bekerja dengan konsep sebagai blok bangunan memungkinkan saya untuk memikirkan situasi dan karakter serta istilah-istilah kunci saya sendiri."[3]
Dengan bermain dan menyusun ulang elemen dasar cerita, dengan menampilkan kembali urutan peristiwa dalam kisah-kisah yang berbeda dan dari sudut pandang yang saling bersaing, saya berusaha untuk mengguncang status ‘peristiwa’ itu sendiri, menggantikan kisah yang diterima atau yang “resmi,” dan membayangkan apa yang mungkin telah terjadi, mungkin telah dikatakan, atau mungkin telah dilakukan.[2]
Dengan mengacaukan “apa yang terjadi dan kapan” dan dengan mengeksploitasi transparansi sumber-sumber sebagai bentuk fiksi sejarah, saya ingin memperlihatkan bagaimana proses produksi kehidupan yang dapat dibuang (disposable lives) terjadi baik dalam perdagangan budak Atlantik maupun dalam disiplin sejarah itu sendiri.[2]
Dengan meratakan tingkatan wacana naratif dan mengaburkan perbedaan antara narator dan pembicara, saya berharap dapat memperjelas karakter yang disengketakan dari sejarah, narasi, peristiwa, dan fakta; menjungkirkan hierarki wacana; dan menenggelamkan suara otoritatif ke dalam tabrakan berbagai suara.[4]
Hasil dari metode ini adalah “narasi rekombinan” (recombinant narrative) sebuah narasi yang “menganyam kembali berbagai benang” dari kisah-kisah yang tidak sebanding dan yang menenun masa kini, masa lalu, dan masa depan dalam penceritaan ulang kisah gadis itu serta dalam penulisan waktu perbudakan sebagai masa kini kita.[5]
Referensi
sunting- ^ "Saidiya Hartman". Wikipedia (dalam bahasa Inggris). 2025-09-08.
- ^ a b c d Hartman, Saidiyah (2008-12-02). "VENUS IN TWO ACTS". Dukeupress: 11–13. doi:10.1215.
- ^ Dyer, Harry (2018-05-15). "Saya menjadi pengamat dalam sebuah Konvensi Bumi Datar untuk riset saya—ini yang saya pelajari". doi.org. Diakses tanggal 2025-11-07.
- ^ "The Intimacies of Four Continents". www.dukeupress.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-07.
- ^ Echave, Barbara. Narratology Introduction to the Theory of Narrative by Mieke Bal (z-lib.org).