Tanah liat Kuarter di Estonia (berusia 400.000 tahun)

Tanah liat atau lempung adalah partikel mineral berkerangka dasar silikat yang berdiameter kurang dari 5 mikrometer.[1] Lempung mengandung leburan silika dan/atau aluminium yang halus. Unsur-unsur ini, silikon, oksigen, dan aluminium adalah unsur yang paling banyak menyusun kerak bumi. Lempung terbentuk dari proses pelapukan batuan silika oleh asam karbonat dan sebagian dihasilkan dari aktivitas panas bumi.

Lempung membentuk gumpalan keras saat kering dan lengket apabila basah terkena air. Sifat ini ditentukan oleh jenis mineral lempung yang mendominasinya. Mineral lempung digolongkan berdasarkan susunan lapisan oksida silikon dan oksida aluminium yang membentuk kristalnya. Golongan 1:1 memiliki lapisan satu oksida silikon dan satu oksida aluminium, sementara golongan 2:1 memiliki dua lapis golongan oksida silikon yang mengapit satu lapis oksida aluminium. Mineral lempung golongan 2:1 memiliki sifat elastisitas yang kuat, dapat menyusut saat kering dan memuai saat basah. Karena perilaku inilah beberapa jenis tanah dapat membentuk kerutan-kerutan atau "pecah-pecah" bila kering.

Lihat pula

sunting
  • Keramik
  • Ampo, kuliner khas pulau Jawa yang berbahan dasar tanah liat

Referensi

sunting
  1. ^ "clay | Definition, Formation, Properties, Uses, & Facts". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-01-21.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Mineral lempung

Mineral lempung adalah salah satu matriks yang banyak ditemukan dalam gamping. Pada umumnya, keberadaan mineral lempung menyatu dengan matriks lumpur

Kawasan Industri Weda Bay

sebagai garnierit dan berasosiasi dengan mineral besi limonit, magnitit, dan goetit, serta berbagai mineral lempung. Kompleks ini terbentuk dari pelapukan

Batu serpih

campuran dari serpihan mineral - mineral lempung dan fragmen - fragmen kecil (partikel - partikel berukuran lanau) dari mineral lainnya, terutama kuarsa

Pertambangan

Pertambangan Mineral dan Batubara (UU No. 4/2009) adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau

Ritchey (kawah Mars)

lain, atau berasal dari erosi lempung yang telah ada sebelumnya. Analisis spektral menunjukkan bahwa sebagian mineral lempung pada lantai kawah dan endapan

Siklus fosforus

penyerapan dan desorpsi P terjadi pada permukaan dan tepi hidro oksida, mineral lempung, dan karbonat. Penyerapan umumnya terjadi oleh ikatan kovalen P dengan

Kalomel

kadirelit, kuzminit, cursinit, kelyanit, kalsit, limonit dan berbagai mineral lempung. Jenis lokalitas adalah Moschellandsburg, Alsenz-Obermoschel, Rhineland-Palatinate

Mineralogi

struktur kristal yang umumnya dijumpai pada mineral pembentuk batuan (seperti pada perovskites, mineral lempung dan kerangka silikat). Secara khusus, bidang