📑 Table of Contents

Misa adalah istilah untuk Perayaan Ekaristi dalam ritus liturgi Barat dari Gereja Katolik Roma, Gereja Ortodoks Ritus Barat, tradisi Anglo-Katolik dalam Gereja Anglikan, dan beberapa Gereja Lutheran. Di negara-negara Baltik dan Skandinavia, ibadah ekaristi Gereja Lutheran juga disebut "Misa".

Istilah Misa berasal dari kata bahasa Latin kuno missa yang secara harfiah berarti pergi berpencar atau diutus. Kata ini dipakai dalam rumusan pengutusan dalam bagian akhir Perayaan Ekaristi yang berbunyi "Ite, missa est" (Pergilah, tugas perutusan telah diberikan) yang dalam Tata Perayaan Ekaristi di Indonesia dipakai rumusan kata-kata "Marilah pergi. Kita diutus."[1]

Edisi terakhir (2002) dari Missale Romanum

Perayaan Ekaristi dalam Gereja-Gereja Timur, termasuk Gereja-Gereja Timur yang berada dalam persekutuan penuh dengan Tahta Suci Roma menggunakan istilah lain, misalnya "Liturgi Ilahi", "Qurbana Kudus", dan "Badarak". Denominasi Barat yang tidak berada dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katolik Roma, seperti Kekristenan Calvinis, biasanya lebih suka menggunakan istilah lain (umumnya: Kebaktian).

Menurut Lima Perintah Gereja umat Katolik diwajibkan mengikuti misa pada hari Minggu dan hari raya lain yang disetarakan dengan hari Minggu. Di luar hari-hari itu juga diselenggarakan misa - yang oleh umat Katolik biasa dinamakan misa harian - tetapi umat Katolik tidak diwajibkan untuk ikut serta.

Pelaksanaan Misa diatur berdasar Tata Perayaan Ekaristi (TPE). TPE Baru untuk Gereja Katolik di Indonesia diberlakukan (dipromulgasikan) sejak Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus pada tahun 2005, pada hari Minggu 29 Mei 2005. TPE sebelumnyaโ€”yang digunakan sejak tahun 1977โ€”merupakan edisi percobaan. Dalam TPE Baru Doa Syukur Agung dan doa presidensial lain didoakan oleh Imam dan umat mengikutinya dalam batin (untuk menekankan kekhusyukan dan kesadaran akan Tuhan yang hadir di tengah-tengah mereka), seperti yang dilakukan oleh Gereja Katolik di tempat lain.

Misa di Indonesia

sunting

Di Indonesia, Misa dan Perayaan Ekaristi utamanya dirayakan dalam bahasa Indonesia dan dilaksanakan menurut Tata Perayaan Ekaristi (TPE) yang dikeluarkan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). TPE edisi 2020 terbaru merupakan terjemahan Misale Romawi versi editio typica ketiga dengan revisi reimpressio emendata yang dikeluarkan oleh Takhta Suci pada tahun 2008.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Missa adalah kata Latin kuno yang searti dengan kata Latin klasik missio (The Liturgy of the Mass di Catholic Encyclopedia). "Secara harfiah missa artinya 'pembubaran'. Akan tetapi dalam Kekristenan lama-kelamaan kata missa dimaknai secara lebih mendalam. Kata 'pembubaran' dikaitkan dengan pengembanan suatu 'misi'. Kata ini mengekspresikan sifat misioner dari Gereja" (Pope Benedict XVI, Sacramentum caritatis, 51).

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Rekuiem

Dalam gereja Katolik, Rekuiem atau Misa Rekuiem atau dikenal juga dengan Misa Arwah (Latin: Missa pro defunctis) misa kudus bagi kedamaian kekal jiwa-jiwa

Tata Perayaan Ekaristi

liturgi Ritus Romawi yang menjabarkan secara terperinci tahap demi tahap misa atau perayaan Ekaristi Gereja Katolik berbahasa Indonesia. TPE tersebut sejatinya

Misa Tridentina

Misa Tridentina atau Misa Tridentin adalah sebuah bentuk Misa Ritus Romawi yang ada di dalam Missale Romanum atau Buku Misa Romawi edisi umum yang terbit

Ekaristi dalam Gereja Katolik

dikonsekrasikan dalam perayaan Liturgi Ekaristi Katolik yang secara umum disebut Misa. Definisi Ekaristi sebagai sakramen yang "di dalamnya Kristus Tuhan sendiri

Puji Syukur

Bakti. Buku Puji Syukur dapat digunakan sebagai penunjang pada saat perayaan misa dan juga sebagai pedoman atau prasarana doa harian atau doa-doa khusus di

Misa Latin

Istilah Misa Latin bermakna liturgi Misa Katolik Roma yang dirayakan dalam bahasa Latin. Istilah ini sering digunakan sebagai julukan bagi Misa Tridentina:

Pernyataan Tobat

har. "Saya mengaku") adalah salah satu doa yang dapat didaraskan pada awal Misa Ritus Roma di Gereja Katolik. Pendarasan tersebut juga dilakukan dalam Gereja

Misa Khidmat

dan penggunaan dupa. Misa ini juga disebut Misa Agung atau Misa Agung yang Khidmat. Istilah-istilah ini membedakannya dari Misa Rendah dan Missa cantata