📑 Table of Contents

Mission civilisatrice (bahasa Prancis yang berarti "misi memperadabkan"; bahasa Portugis: Missão civilizadora) adalah alasan intervensi atau kolonisasi yang bertujuan membantu menyebarkan peradaban, biasanya berkaitan dengan Westernisasi warga pribumi.

Misi memperadabkan merupakan prinsip dasar penguasaan kolonial Prancis dan Portugal pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Misi ini memainkan peran penting di koloni-koloni Prancis di Aljazair, Afrika Barat Prancis, dan Indochina, dan koloni-koloni Portugal di Angola, Guinea, Mozambik, dan Timor. Negara-negara kolonis Eropa merasa bahwa mereka mengemban tugas untuk menyebarkan peradaban Barat ke bangsa-bangsa yang mereka sebut terbelakang. Alih-alih memimpin penduduk kolonial, bangsa Eropa akan melakukan Westernisasi sesuai ideologi kolonial yang disebut "asimilasi".

Saat ini, seluruh Araucanía harus tunduk kepada desakan moral dan peradaban republik, bukan kepada desakan material...

— - Presiden Chili Domingo Santa María pada tahun 1883 seputar Pendudukan Araucanía.[1]

Lihat pula

sunting

Sumber

sunting
  1. ^ Ferrando Kaun, Ricardo (1986). Y así nació La Frontera... (Edisi Second). Editorial Antártica. hlm. 583. ISBN 978-956-7019-83-0.

Referensi

sunting
  • Robert Aldrich. Greater France: A History of French Overseas Expansion. Palgrave MacMillan (1996) ISBN 0-312-16000-3.
  • M. B. Jerónimo, The 'civilising mission' of Portuguese colonialism. Palgrave Macmillan (2015) ISBN 978-1137355904.
  • Alice L. Conklin. A Mission to Civilize: The Republican Idea of Empire in France and West Africa 1895-1930. Stanford: Stanford University Press (1998), ISBN 978-0-8047-2999-4.
  • Dino Costantini. Mission civilisatrice. Le rôle de l'histoire coloniale dans la construction de l'identité politique française, La Découverte, Paris 2008.
  • J. P. Daughton. An Empire Divided: Religion, Republicanism, and the Making of French Colonialism, 1880-1914. Oxford: Oxford University Press (2006), ISBN 978-0-19-537401-8.
  • Michael Falser. Cultural Heritage as Civilizing Mission. From Decay to Recovery. Heidelberg, New York: Springer (2015), ISBN 978-3-319-13638-7.
  • Patrick Manning. Francophone Sub-Saharan Africa, 1880-1995. Cambridge University Press (1998) ISBN 0-521-64255-8.
  • Jean Suret-Canale. Afrique Noire: l'Ere Coloniale (Editions Sociales, Paris, 1971); Eng. translation, French Colonialism in Tropical Africa, 1900–1945. (New York, 1971).
  • Crawford Young. The African Colonial State in Comparative Perspective. Yale University Press (1994) ISBN 0-300-06879-4

Templat:Hak pribumi

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Mars

manusia harus menggunakan alat bantu pernapasan jika ingin tinggal di sana. Misi-misi ke planet merah ini, sampai penghujung abad ke-20, belum menemukan jejak

Indonesia

berlangsung. Peradaban Indonesia telah dipengaruhi dan bercampur dengan sistem bangsa-bangsa pendatang maupun misi ekspansif imperium dunia semisal peradaban bangsa

Rashisme

Federasi Rusia di abad ke-XXI. Ideologi ini didasarkan pada gagasan "misi peradaban khusus" Rusia, seperti Moskow sebagai Roma ketiga dan ekspansionisme

Sejarah Indonesia

Portugis mendirikan pos misi dan perdagangan di Panarukan, di ujung timur Jawa. Spanyol mendirikan pos di Manado. 1561 Misi Dominikan Portugis didirikan

Matahari

melalui misi STS-41-C berhasil mengambil satelit tersebut dan memperbaiki perangkat elektroniknya sebelum melepaskannya kembali ke orbit. Misi Maksimum

Kekristenan

segenap penjuru dunia melalui karya misi dan kolonialisme. Agama Kristen telah berperan besar dalam pembentukan Peradaban Dunia Barat. Sepanjang sejarahnya

Politik Etis

kebijakan pembangunan modern. Kekuatan kolonial lain berbicara tentang misi peradaban, yang terutama melibatkan penyebaran budaya mereka kepada masyarakat

Venus

pertengahan Mei. Misi Amerika Serikat ke Venus juga kurang berhasil dengan kegagalan misi Mariner 1. Misi Mariner 2 berhasil menjadi misi antarplanet pertama