📑 Table of Contents
Sisifus oleh Titian, 1549

Mitos Sisifus adalah sebuah esai filsafat karya Albert Camus. Buku ini terdiri dari sekitar 120 halaman dan aslinya diterbitkan pada 1942 dalam bahasa Prancis dengan judul Le Mythe de Sisyphe; terjemahan bahasa Inggris dikerjakan oleh Justin O'Brien terbit pada 1955.

Dalam esai ini, Camus memperkenalkan filsafat absurdnya: pencarian makna yang sia-sia oleh manusia, kesatuan dan kejelasan dalam menghadapi dunia yang tidak dapat dipahami, yang tidak memiliki Tuhan dan kekekalan. Apakah realisasi tentang yang absurd ini harus dijawab dengan bunuh diri? Camus menjawab: "Tidak. Yang dibutuhkan adalah pemberontakan." Ia kemudian membentangkan sejumlah pendekatan terhadap kehidupan yang absurd. Bab terakhirnya membandingkan absurditas kehidupan manusia dengan situasi yang dialami Sisifus, tokoh dalam mitologi Yunani yang dikutuk untuk selama-lamanya mengulangi tugas yang sia-sia mendorong batu karang ke puncak gunung, tetapi pada akhirnya batu itu bergulir jatuh kembali. Esai ini menyimpulkan, "Perjuangan itu sendiri... sudah cukup untuk mengisi hati manusia. Kita harus membayangkan bahwa Sisifus berbahagia."

Karya ini harus dilihat dalam hubungan dengan karya-karya Camus lainnya, novel Orang Asing (1942), drama Caligula (1945), dan khususnya esai Sang Pemberontak (1951) yang diselesaikan sebelum kematiannya pada 1960 yang disebabkan oleh kecelakaan mobil.

Sumber

sunting

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

Templat:Camus

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Albert Camus

termuda kedua dalam sejarah. Karya-karyanya meliputi Orang Asing, Sampar, Mitos Sisifus, Kejatuhan, dan Pemberontak. Camus lahir di Aljazair Prancis dari orang

Absurdisme

Dalam Mitos Sisifus, kendati ditakdirkan hidup absurd, Sisifus menemukan semacam pembebasan dalam kerja tiada henti: "kita harus membayangkan Sisifus berbahagia

Eksistensialisme

"hanya ada satu masalah filsafat yang serius, yaitu bunuh diri", dalam Mitos Sisifus. "Pengobatan" terhadap konsekuensi buruk dari pemikiran ini ada banyak

Filsafat pesimisme

sebagai sasaran tertinggi kehidupan manusia. Dalam esainya tahun 1942, Mitos Sisifus, filsuf Prancis abad ke-20 Albert Camus dengan cara yang serupa mengemukakan