Mohammad Sadli
Menteri Pertambangan Indonesia ke-6
Masa jabatan
28 Maret 1973ย โ€“ 28 Maret 1978
PresidenSoeharto
Menteri Tenaga Kerja Indonesia ke-13
Masa jabatan
11 September 1971ย โ€“ 28 Maret 1973
PresidenSoeharto
Informasi pribadi
Lahir(1922-06-10)10 Juni 1922
Sumedang, Jawa Barat, Hindia Belanda
Meninggal8 Januari 2008(2008-01-08) (umurย 85)
Jakarta, Indonesia
KebangsaanIndonesia
Suami/istriSaparinah Sadli
PekerjaanEkonom
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lย โ€ข B
Bantuan penggunaan templat ini

Mohammad Sadli (10 Juni 1922ย โ€“ย 8 Januari 2008) merupakan seorang ekonom senior yang ikut berperan penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia, terutama pada era Orde Baru. Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini pernah menjabat Menteri Tenaga Kerja Kabinet Pembangunan I Reshuffle (1971-1973) dan Menteri Pertambangan Indonesia Kabinet Pembangunan II (1973-1978).

Latar belakang

sunting

Pendidikan

sunting

Prof Sadli menamatkan pendidikan sarjana teknik dari Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1952). Kemudian ia meraih gelar MSc (S-2) dari Institut Teknologi Massachusetts, Amerika Serikat (1956). Selanjutnya, ia merasa lebih tertarik ke bidang ekonomi sehingga melanjutkan studi ke Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat (1957) serta gelar doktor (S-3) dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta (1963) dan Universitas Harvard, Amerika Serikat (1964). Sebelum berkecimpung dalam pemerintahan, Prof Sadli telah mengajar di Universitas Indonesia sejak tahun 1953 dan dikukuhkan sebagai Guru Besar FE-UI, 1963.

Karier

sunting

Pada awal pemerintahan Presiden Soeharto, ia menjadi salah satu dari "Arsitek Ekonomi" Indonesia bersama para ahli ekonomi lain seperti Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana dan Soemitro Djojohadikoesoemo. Kelompok ini dikenal dengan nama Mafia Berkeley. Prof Sadli berperan sebagai anggota tim penasihat ekonomi dan menjabat sebagai Ketua Komite Penanaman Modal Asing (PMA). Kemudian pada usia belum 45 tahun dia dipercaya menjadi Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia dalam Kabinet Pembangunan (1971-1973) dan Menteri Pertambangan Republik Indonesia dalam Kabinet Pembangunan II (1973-1978).

Selain itu, dia juga pernah menjabat Penasihat Bapindo (1978), Presiden Komisaris PT Air Indonesia Transport (1979), Presiden Komisaris PT Aneka Tambang (1979) serta Presiden Komisaris PT Tifico (1982). Bahkan pernah menjadi Anggota Komite Perencanaan Pembangunan PBB (1984).

Sadli wafat pada usia 86 tahun pada Selasa malam 8 Januari 2008, Sadli meninggalkan seorang istri, anak, dan cucu.

Penghargaan

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Administrator (1987-12-26). "Bintang jasa dari kaisar hirohito". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-04-19.

Pranala luar

sunting
Jabatan politik
Didahului oleh:
Sumantri Brodjonegoro
Menteri Pertambangan Indonesia
1973โ€“1978
Diteruskanย oleh:
Soebroto
Didahului oleh:
Mursalin Daeng Mamangung
Menteri Tenaga Kerja Indonesia
1971โ€“1973
Jabatan pemerintahan
Jabatan baru Ketua Komite Teknis untuk Investasi
1967โ€“1973
Diteruskanย oleh:
Barli Halim
sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Saparinah Sadli

Saparinah Sadli (lahir 24 Agustus 1926) adalah tokoh kelahiran Tegalsari, Jawa Tengah yang juga dikenal sebagai akademisi, pendidik dan pejuang hak asasi

Penasihat Presiden Indonesia

Nitisastro sebagai pemimpin dan anggotanya antara lain Emil Salim, Mohammad Sadli, Ali Wardhana, dan J.B. Soemarlin. Tim ini sering disebut Mafia Berkeley

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal

nama Ketua Komite Teknis untuk Investasi, pertama kali dijabat oleh Mohammad Sadli. Pada April 1973, lembaga ini berubah menjadi Badan Koordinasi Penanaman

Rencana Pembangunan Lima Tahun

yaitu Emil Salim, Ali Wardhana, J.B. Sumarlin, Saleh Afiff, Subroto dan Mohammad Sadli. Rencana Pembangunan Lima Tahun ditujukan untuk mempertinggi tingkat

Syafruddin Prawiranegara

kepemimpinan menteri-menteri teknokrat seperti Widjojo Nitisastro dan Mohammad Sadli. Dengan bantuan Oey Beng To, ia menulis buku Sejarah Moneter. Meskipun

Mafia Berkeley

Djojohadikoesoemo dan Widjojo Nitisastro. Para anggotanya antara lain Emil Salim, Mohammad Sadli, Ali Wardhana, dan J.B. Soemarlin. Dorodjatun Koentjoro-Jakti yang lulus

Soemitro Djojohadikoesoemo

Soeharto, sejumlah bekas murid Soemitro seperti Widjojo Nitisastro, Mohammad Sadli, dan Emil Salim ditunjuk sebagai menteri atau penasihat dalam pemerintah

Soeharto

terdiri atas Prof Dr Widjojo Nitisastro, Prof Dr Ali Wardhana, Prof Dr Moh Sadli, Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo, Prof Dr Soebroto, Dr Emil Salim, Drs