Moichiro Yamamoto
Kepala Pemerintahan Militer Jepang Di Hindia Belanda (Gunseikan)
Masa jabatan
1943โ€“1945
Sebelum
Pendahulu
Hitoshi Imamura (sebagai Panglima Tertinggi Militer Pendudukan Jepang Di Hindia Belanda)
Pengganti
de facto:
Hubertus Van Mook (sebagai gubernur Hindia Belanda)
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lย โ€ข B
Bantuan penggunaan templat ini

Letnan Jenderal Moichiro Yamamoto (ๅฑฑๆœฌ ่Œ‚ไธ€้ƒŽ, Yamamoto Moichirล, 8 Oktober 1898โ€“13 Mei 1978) adalah komandan Angkatan Darat pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda pada tahun 1943โ€“1945. Diangkat sebagai anggota parlemen Jepang pada tahun 1965.

Karier militer

sunting
Soekarno bersalaman dengan Moichiro Yamamoto (1944)
  • Oktober 1940 โ€“ Kepala Seksi Manuver Angkatan Darat, wilayah China Utara
  • Maret 1942 โ€“ Kepala Seksi 1, Inspektur Jenderal Pendidikan Militer
  • Maret 1943 โ€“ Kepala Bagian Umum, Inspektorat Pemerintahan Militer, Angkatan Darat ke-16
  • Oktober 1943 โ€“ Dipromosikan sebagai Mayor Jenderal
  • November 1944 โ€“ Kepala staf Angkatan Darat ke-16 pemerintahan militer Jawa

Memoar

sunting

Pada tahun 1979, memoar Moichiro Yamamoto yang diberi judul Watakushi no Indonesia: Dai Jลซrokugun Jidai no Kaisล (Indonesiaku: Mengenang Masa-masa bersama (Angkatan Darat) ke-16) diterbitkan Nihon Indonesia Kyลkai (Asosiasi Indonesia-Jepang).

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pendudukan Jepang di Hindia Belanda

Gunseikan untuk Jawa selama pendudukan: Imamura Hitoshi Harada Kumakichi Yamamoto Moichiro Sumatera juga punya Gunseikan. Di wilayah yang dikuasai angkatan laut

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan