Monarkisme adalah sebuah dukungan terhadap pendirian, pemeliharaan, atau pengembalian sistem kerajaan sebagai sebuah bentuk pemerintahan dalam sebuah negara. Seorang monarkis adalah orang yang mendukung bentuk pemerintahan ini tanpa memandang siapa yang akan menjadi penguasa monarki, sementara mereka yang mendukung penguasa monarki tertentu disebut royalis. Di sisi lain, mereka yang menentang bentuk pemerintahan monarki salah satunya adalah penganut ideologi republikanisme.

Seorang monarkis dapat mendukung kekuasaan seseorang yang sedang duduk di takhta, seseorang yang mengklaim sebagai penguasa takhta, atau seseorang yang seharusnya menguasai takhta tetapi telah dijatuhkan.

Dukungan terhadap restorasi monarki

sunting
Peringkat Negara Pendukung Persentase populasi Sumber
1 Georgia 2.116.868 57% แƒ’แƒแƒ“แƒแƒชแƒ”แƒ›แƒ "แƒ‘แƒแƒ แƒ˜แƒ”แƒ แƒ˜"
2 Nepal 14.201.557 49% BBC Asia
3 Serbia 2.823.328 40% BBC Europe
4 Albania 949.275 33% Sudd
5 Rusia 31.781.959 22% Royal Central
6 Rumania 4.123.980 21% Romania Insider
7 Jerman 15.646.310 19% The Local
8 Prancis 11.053.890 17% 2016 Alliance Royale Diarsipkan 2017-10-12 di Wayback Machine.
9 Brasil 31.236.957 15% Instituto Paranรก Pesquisas
10 Portugal 1.546.435 15% Reuters
11 Yunani 1.342.045 12% To Vima

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Madkhalisme

telah dikaitkan dengan penurunan dalam mendukung bentuk pemerintahan monarkisme di dunia Muslim. Meskipun berasal dari Arab Saudi, gerakan ini kehilangan

Kiri dan kanan (politik)

Konservatisme, libertarianisme kanan, neokonservatisme, imperialisme, monarkisme, fasisme, reaksionerisme, dan tradisionalisme, biasanya dianggap sayap

Republik

Republikan. Beberapa dari antaranya adalah, atau mempunyai akarnya dari anti-monarkisme. Untuk kebanyakan partai republikan hanyalah sebuah nama dan partai-partai

Ideologi politik

komunitarianisme, konservatisme, neoliberalisme, demokrasi kristen, fasisme, monarkisme, nasionalisme, nazisme, liberalisme, libertarianisme, sosialisme, Falsisme

Ideologi

konservatisme, neoliberalisme, Demokrasi Islam, demokrasi kristen, fasisme, monarkisme, nasionalisme, nazisme, liberalisme, libertarianisme, sosialisme, dan

Kongres Wina

membentuk Aliansi Suci bersama Austria dan Prusia berdasarkan prinsip monarkisme dan anti-sekularisme, serta melawan prinsip-prinsip revolusi atau republikanisme

Politik sayap kanan

Ultranasionalisme Fasisme Nazisme Otoritarianisme Militersime Kanan jauh Monarkisme Feodalisme Teokrasi Nasionalisme Patriotisme Antikomunisme Anti-imigrasi

August von Mackensen

Gรถring. Pada masa kekuasaan Nazi, Mackensen tetap teguh pendukung ideologi monarkisme dan kadang kala muncul di acara-acara dengan mengenakan seragam Perang