Aksara Mongolia
ᠮᠣᠩᠭᠣᠯ ᠪᠢᠴᠢᠭ
Puisi yang dikomposisikan dan ditulis menggunakan kuat oleh Injinash, abad ke-19
Jenis aksara
BahasaBahasa Mongolia
PenciptaTata-tonga
Periode
  • ca 1204–1941 (penggunaan umum)
  • 1941–kini (umum dipakai di Mongolia Dalam; utamanya penggunaan seremonial di Mongolia)
Arah penulisanAtas ke bawah
Aksara terkait
Silsilah
Aksara turunan
ISO 15924
ISO 15924Mong, 145 Sunting ini di Wikidata, ​Mongolian
Pengkodean Unicode
Nama Unicode
Mongolian
 Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI). Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan. Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan  , Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

Aksara Mongolia tradisional,[note 1] juga dikenal sebagai Hudum Mongol bichig,[note 2] adalah sistem penulisan pertama yang dibuat khusus untuk bahasa Mongolia, dan banyak dipakai sampai pengenalan aksara Sirilik pada 1946. Aksara tersebut secara tradisional ditulis dalam baris vertikal dari atas ke bawah, berderet dalam barisan dari kiri ke kanan. Berasal dari abjad Uighur Lama, aksara tersebut adalah abjad sebenarnya, dengan huruf terpisah dari konsonan dan huruf hidup. Bahasa tersebut diadaptasi untuk bahasa-bahasa seperti bahasa Oirat dan bahasa Manchu. Abjad yang berdasarkan pada aksara vertikal klasik tersebut masih dipakai di Mongolia dan Mongolia Dsalam untuk menulis bahasa Mongolia, bahasa Xibe dan, secara eksperimental, bahasa Evenki.

Sistem pengoperasian komputer lambat saat harus mengadopsi dukungan untuk aksara Mongolia; nyaris seluruh dukungan tak lengkap atau kesulitan memasukkan teks lainnya.

Sejarah

sunting
Batu Jenghis Khan atau Prasasti Yisüngge, dengan inskripsi terawal yang diketahui dalam aksara Mongolia.[1]: 33 

Aksara vertikal Mongolia dikembangkan sebagai sebuah adaptasi dari abjad Uighur Lama untuk bahasa Mongolia.[2]: 545  Tata-tonga, sebuah naskah Uighur abad ke-13 yang direbut oleh Jenghis Khan, bertanggung jawab atas pengiriman abjad Uighur Lama ke Dataran Mongolia dan mengadaptasinya ke bentuk aksara Mongolia.[3]

Dari abad ketujuh dan kedelapan sampai kelima belas dan keenam belas, bahasa Mongolia terbagi dalam dialek selatan, timur dan barat. Dokumen-dokumen utama dari masa bahasa Mongol Tengah adalah: di dialek timur, teks terkenal Sejarah Rahasia Bangsa Mongol, monumen-monumen dalam aksara Persegi, material-material glosarium abad keempat belas Tionghoa-Mongolia dan material-material bahasa Mongolia dari zaman pertengahan dalam transkripsi Tionghoa, dll; dalam dialek barat, material dari kamus Arab-Mongolia dan Persia-Mongolia, teks-teks Mongolia dalam transkripsi Arab, dll.[4]: 1–2  Unsur-unsur utama pada masa tersebut adalah pengucapan ï dan i telah hilang signifikansi fonemiknya, menciptakan foneme i (dalam dialek Chakhar, bahasa Mongolia Standar di Mongolia Dalam, pengucapannya masih khas); konsonan antar-vokal ɣ/g, b/w telah lenyap dan proses dini dari pembentukan pengucapan panjang Mongolia telah dimulai, pengawalan h dipakai dalam banyak kata; kategori tata bahasa sebagian tidak ada, dll. Pengembangan pada masa itu menjelaskan kenapa aksara Mongolia nampak seperti aksara Arab vertikal (terutama dalam keberadaan sistem titik).[4]: 1–2 

Kemudian, konsesi minor membuat perbedaan antara bahasa-bahasa Uighur dan Mongol: Pada abad ke-17 dan ke-18, versi yang lebih lembut dan lebih kaku dari huruf tsadi masing-masing dikaitkan dengan // dan //, dan pada abad ke-19, Manchu menyediakan yodh yang diadopsi untuk pengawalan /j/. Zain diturunkan karena kata tersebut mirip dengan /s/. berbagai aliran ortografi, beberapa menggunakan diakritik, dikembangkan untuk menghindari ambiguitas.[2]: 545 

Catatan

sunting
  1. ^ Dalam aksara Mongolia: ᠮᠣᠩᠭᠣᠯ ᠪᠢᠴᠢᠭ mongol bichig, dalam abjad Kiril Mongolia: монгол бичиг, pelafalan dalam bahasa Mongolian: [ˈmɔɴɢəɮ ˈpitʃʰɪ̆k]
  2. ^ Dalam aksara Mongolia: ᠬᠤᠳᠤᠮ ᠮᠣᠩᠭᠣᠯ ᠪᠢᠴᠢᠭ kudum mongol bichig; Khalkha: худам монгол бичиг, khudam mongol bichig, [ˈχʊtə̆m ˈmɔɴɢəɮ ˈpitʃʰɪ̆k]; Buryat: худам монгол бэшэг, khudam mongol besheg, [ˈχʊdəm ˈmɔɴɢəl ˈbeʃək]; Kalmyk: хуудм моңһл бичг, khuudm monghl bichg, [χuːˈdəm mɔɴˈʁəl bɪˈtʃʰɪk]

Referensi

sunting
  1. ^ Janhunen, Juha (2006-01-27). The Mongolic Languages (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-135-79690-7.
  2. ^ a b Daniels, Peter T.; Bright, William (1996). The World's Writing Systems (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. ISBN 978-0-19-507993-7.
  3. ^ Christian, David (1998). A History of Russia, Central Asia and Mongolia: Inner Eurasia from Prehistory to the Mongol Empire. Wiley. hlm. 398. ISBN 978-0-631-20814-3.
  4. ^ a b Poppe, Nicholas (1974). Grammar of Written Mongolian (dalam bahasa Inggris). Otto Harrassowitz Verlag. ISBN 978-3-447-00684-2.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sejarah Rahasia Bangsa Mongol

толь. Үсэг: А, Б", " The Dictionary of the Mongolian Secret History: Mongolian-Chinese, Chinese-Mongolian dictionary, " A- B", 290 hlm., 2010, ISBN 978-99962-842-1-2

Dinasti Yuan

tanggal 2020-07-12. Allsen, Thomas (1994-11-25). The rise of the Mongolian empire and Mongolian rule in north China. Cambridge University Press. hlm. 321–413

Altan Tobchi

Mongolian Cyrillic alphabet, www.asuult.net Searchable 1604 version in Mongolian script, Ritsumeikan University Searchable 1604 version in Mongolian script

Mongolia

banyak kuil didasarkan pada tsachir. "Official Documents to be in Mongolian Script". UB Post. June 21, 2011. Diarsipkan dari asli tanggal November 1,

Khagan

Hakancode: tr is deprecated ; bahasa Uighur: قاغان‎, ULY: Qaghan, Mongolian Script: ᠬᠠᠭᠠᠨ; Hanzi: 可汗; Pinyin: Kèhán or Hanzi: 大汗; Pinyin: Dàhán; bahasa

Aksara resmi

writing is based on the Latin alphabet. "Official Documents to be in Mongolian Script". UB Post (dalam bahasa Chinese). 2011-06-21. Diarsipkan dari asli

E (Kiril)

sama , kecuali э yang dipakai dalam awal kata (misal. Эрон, "Iran"). In Mongolian, э is the standard letter to represent the /ɛ/ phoneme. It is often written

Abjad Sogdi

the existing Unicode block of Mongolian (U+1800-18af) would be historically also adequate, given that the latter script developed from it." Michael Everson