Monibi adalah upacara tradisional penyembahan masyarakat Suku Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara kepada Ompu Duata (mongo ompu), serta kepada roh leluhur (dimukud in mogoguyang).[1] Upacara adat monibi diakui secara resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia melalui SK No.โฏ244/P/2016.[2] Salah satu daerah yang masih melestarikan ritual ini adalah Desa Siniyung, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow.[3]
Sejarah
suntingRitual monibi disebut juga "Mogonow Kon Lipu" yang berarti "pengobatan kampung". Istilah ini merujuk pada ritual tolak bala yang juga dilakukan oleh masyarakat suku Tionghoa.[3]
Monibi merupakan bagian dari kepercayaan lama masyarakat Mongondow (Sibi) yang telah berlangsung sebelum masuknya agama-agama besar di wilayah tersebut. Kepecayaan ini terbentuk dari mitos lokal tentang roh jahat (mangkubi) yang menyebabkan gagal panen, dan penyakit.[3]
Pelaksanaan
suntingRitual monibi dilangsungkan setahun sekali, biasanya pada bulan Maret. Waktu pelaksanaan monibi disarankan oleh bolian atau aruman (dukun perempuan) berdasarkan interpretasi mimpi. Dukun ini juga berperan dalam memimpin upacara keagamaan masyarakat Bolaang Mongondow.[3]
Pelaksanaan monibi dilakukan di bangunan khusus yang disebut sigi, semacam tempat ibadah atau pelinggih adat di tiap permukiman (totabuan). Di dalam sigi, tersimpan benda-benda peninggalan leluhur seperti piring kuno dan barang pusaka. Selama upacara monibi, dilakukan penyembelihan hewan seperti babi, kambing, dan ayam, yang darahnya dipercikkan ke tangga sigi sebagai bagian dari persembahan dan pemurnian.[1]
Prosesi monibi dimulai dengan molintak atau doa syukur di hadapan makanan yang dibungkus daun woka. Setelah itu, sesajian tersebut dimakan bersama oleh seluruh hadirin. Setelah itu, masyarakat menuju Sungai Ongkak dan melepaskan perahu kecil berisi obat-obatan alami. Tindakan ini dimaknai sebagai pelepasan penyakit dan energi negatif dari desa.[3]
Perahu kecil terbuat dari bahan alami seperti tebu air dan kapuk. Sementara itu, obat-obatan yang digunakan diracik dari akar-akar pilihan yang ditentukan oleh dukun. Pelaksanaan ritual juga mencakup penyembelihan hewan seperti babi hutan dan ayam, serta penggunaan rempah dan tumbuhan hutan sebagai kurban yang dipersembahkan kepada Ompu Duata dan leluhur.[3]
Referensi
sunting- ^ a b Mawikere, Marde Christian Stenly; Mewengkang, Christie Garry (2020-10-27). "Discourse on Alternative Contextual Evangelism Models to The Bolaang Mongondow Tribe as An Unreached People Group in North Sulawesi". Jurnal Jaffray. 18 (2): 153. doi:10.25278/jj.v18i2.465. ISSNย 2407-4047.
- ^ "Monibi". Pusdatin Kemendikbudristek. Diakses tanggal 2025-06-17.
- ^ a b c d e f Inkiriwang, Rivo Ronaldo Rivo (2025-04-30). "RITUAL MONIBI SEBAGAI PERFORMATIF REALITAS SOSIAL DALAM MENJAGA STABILITAS DESA SINIYUNG KECAMATAN DUMOGA BOLAANG MONGONDOW". Paradigma: Jurnal Kajian Budaya. 15 (1): 108โ126. doi:10.17510/paradigma.v15i1.1403. ISSNย 2087-6017.