Moon Mineralogy Mapper
Bagian kiri Moon Mineralogy Mapper
OperatorNASA
Kontraktor utamaJPL
Tipe misiPengorbit (Chandrayaan-1)
Satelit dariMoon
Tanggal memasuki orbit2008-11-12 11:21:00 UTC
Tanggal perluncuran2008-10-22 00:52:00 UTC
(17 tahun, 6 bulan dan 3 hari ago)
Wahana peluncurChandrayaan-1, PSLV-C11
Tempat peluncuranSDSC
Durasi misi12 November 2008 -
20 September 2009
(komunikasi hilang)

712 hari (perencanaan)
312 hari (aktual)
ID COSPAR2008-052A-04
Situs webM3 Home
Berat82 kg (181 pon)
Orbital elements
Poros semimayor100 km
Eksentrisitas~ circular
InklinasiPolar

Moon Mineralogy Mapper (M3) adalah satu dari dua peralatan yang diberikan NASA kepada misi ke Bulan yang pertama oleh India, Chandrayaan-1, yang diluncurkan pada 22 Oktober 2008. Peralatan ini dibawa oleh penyelidik penting Carle Pieters dari Universitas Brown, dan diurus oleh Jet Propulsion Laboratory NASA.

Tim Ilmu Pengetahuan

sunting

Penemuan air di bulan

sunting
Gambar tersebut memperlihatkan air di kawah bulan yang sangat muda di bagian bulan yang terlihat di Bumi.

Pada 24 September 2009, Science Magazine mengabarkan bahwa Moon Mineralogy Mapper (M3) dari NASA pada Chandrayaan-1 telah mendeteksi air di bulan.[1] Namun, pada 25 September 2009, ISRO mengumumkan bahwa MIP, peralatan lainnya yang berada di Chandrayaan-1 juga menemukan air di bulan jauh sebelum tabrakan dan ditemukannya sebelum M3. Pengumuman penemuan ini tidak dibuat sampai NASA mengkonfirmasikannya.[2][3]

Referensi

sunting
  1. ^ "http://www.sciencemag.org/cgi/content/abstract/sci;1178658v1"
  2. ^ "Chandrayaan first discovered water on moon, but?". DNA. Bangalore. DNA. Sep 25, 2009. Diakses tanggal 2013-06-09.
  3. ^ Bagla, Pallav (September 25, 2009). "Did India beat NASA to find water on moon?". NDTV. Bangalore. Diakses tanggal 2013-06-09.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Air Bulan

Bukti keberadaan air magmatik tersebut ditemukan dengan bantuan Moon Mineralogy Mapper milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang

Bulan

mengonfirmasi keberadaan air es di permukaan Bulan dengan menggunakan Moon Mineralogy Mapper. Spektrometer mengamati adanya garis penyerapan hidroksil di bawah

Ispace (perusahaan Jepang)

pengembangan sumber daya air bulan. The Japanese Space Bots That Could Build Moon Valley Sarah Scoles, Wired 14 May 2018 "ispace Announces HAKUTO-R Mission