
Pertanyaan Mosul adalah sebuah sengketa wilayah pada awal abad ke-20 antara Turki dan Britania Raya (kemudian Irak) atas wilayah bekas Vilayet Mosul.
Vilayet Mosul adalah bagian dari Irak Utsmaniyah[1][2][3] sampai akhir Perang Dunia I, kala wilayah tersebut diduduki oleh Inggris. Setelah Perang Kemerdekaan Turki, Republik Turki yang baru menganggap Mosul sebagai salah satu masalah krusial yang ditentukan oleh Pakta Nasional. Disamping perlawanan dari Turki, Inggris memutuskan untuk memgirim persoalan teersebut ke ranah internasional dan melebarkannya menjadi masalah prbatasan garis depan antara Turki dan Irak. Pada negosiasi untuk Perjanjian Lausanne, pihak Turki berpendapat bahwa orang Kurdi dan orang Turki tidaklah โterpisahkan secara rasialโ, dan bahwa Arab hanya terhitung sebagai minoritas populasi.[4] Turki mengajukan hak penentuan nasib sendiri dari masyarakat dan mengklaim bahwa mayoritas ingin menjadi bagian Turki.[4] Inggris menanggapi bahwa Kurdi adalah Indo-Eropa dan Turki adalah Turanic, dan pada 4 Februari 1923, para pihak memutuskan bahwa Pertanyaan Mosul akan dikecualikan dari negosiasi Perjanjian Lausanne.[5]
Referensi
sunting- ^ Ceylan, Ebubekir (2011). The Ottoman Origins of Modern Iraq: Political Reform, Modernization and Development in the Nineteenth Century Middle East. London: I.B. Tauris. hlm.ย 103.
- ^ Ceylan, Ebubekir (2009). "Namฤฑk Paลa'nฤฑn Baฤdat Valilikleri". Toplumsal Tarih (dalam bahasa Turki) (186): 62.
- ^ Musul โ Kerkรผk ile ฤฐlgili Arลiv Belgeleri (1525โ1919) (dalam bahasa Turki). Ankara: T.C. Baลbakanlฤฑk Devlet Arลivleri Genel Mรผdรผrlรผฤรผ. 1993. hlm.ย 173.
- ^ a b Ali, Othman (1997). "The Kurds and the Lausanne Peace Negotiations, 1922โ23". Middle Eastern Studies. 33 (3): 521โ534. doi:10.1080/00263209708701167. ISSNย 0026-3206. JSTORย 4283891.
- ^ Ali, Othman (1997). p. 522