Abdullah bin Abdul Muthalib
Abdullah bin Abdul Muthalib
Lahir546 M / 78 sebelum Hijriah
Mekah, Hijaz, Arab
Meninggal570-571 M / 53-52 sebelum hijriah (umur 24-25)
Medinah, Hijaz, Arab
MakamMedinah, Hijaz, Arab Saudi
PekerjaanPedagang
Suami/istriĀminah bint Wahab kr.Juli 570 M - kr.Jan 571 M
AnakMuhammad
Syam, Tujuan Perjalanan Dagang Sebelum Wafatnya di Madinah.

Abdullah bin Abdul Muthalib (bahasa Arab: عبدالله بن عبد المطلب), atau Abdullah bin Syaibah bin Hasyim (عبدالله بن شيبة), adalah ayah dari nabi Islam Muhammad, yang merupakan anak termuda dari sepuluh bersaudara.[1][2] Istrinya, atau ibu Muhammad, bernama Aminah binti Wahab.[1] Dari perkawinannya ini, ia hanya memiliki satu anak saja, yaitu Muhammad.[3] Abdullah meninggal dunia dalam perjalanan dagang ke Syam, saat singgah di Madinah, yakni sewaktu Muhammad masih dalam kandungan sang ibu.[1] Ia meninggal saat usianya mencapai 25 tahun, tepatnya ia lahir pada tahun 545 dan meninggal pada tahun 570. Mereka singgah di Madinah karena neneknya berasal dari penduduk Madinah.[4]

Genealogi

sunting

Silsilah lengkapnya adalah:

عبدالله بن عبد المطلب ابن هاشم بن عبد مناف بن قصي بن كلاب بن مرة بن كعب بن لؤي بن غالب ابن فهر بن مالك بن النضر بن كنانة بن خزيمة بن مدركة بن الياس بن مضر بن نزار بن معد بن عدنان

Dalam huruf latin, 'Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim (Amr) bin Abdu Manaf (Al-Mughirah) bin Qushay (Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka`b bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy) bin Malik bin an-Nadr (Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (Amir) bin Ilyas bin Mudar bin Nizar bin Ma`ad bin Adnan.[2]

Perjalanan hidup

sunting

Kelahiran Abdullah merupakan periode kelima dari periode perhitungan Arab pada zaman Jahiliyyah, bahkan bisa dikatakan bahwa waktu kelahirannya bersamaan dengan waktu penggalian sumur Zamzam.[5] Ketika itu Abdul Mutholib si penemu sumur Zamzam mendapatkan perlawanan dari tokoh Quraisy yang juga ingin menguasai Zamzam, akhirnya Abdul Mutholib bertaruh dengan taruhan nyawa Abdullah, yang dimenangkan Abdul Muhtholib.[4]

Ketika menikah dengan Aminah dari bani Zuhrah, usianya kira-kira baru mencapai 24 tahun, sedang sang ayah sudah tujuh puluh tahun yang mana ketika itu Abrahah menyerang kota Mekkah dan berusaha menghancurkan Ka'bah.[5]

Sebelum menikah, Abdul Muthalib membawanya ke kawasan Bani Zuhrah untuk menemui Wahab bin Abd Manaf bin Zuhrah, ayah dari Aminah yang juga menjadi pemimpin kaumnya yang terpandang serta berpengaruh.[5] Setelah itu, barulah mereka menyampaikan lamaran.[5] Namun, sebagian ahli sejarah berbeda pendapat mengenai hal ini, mereka mengatakan bahwa Abdullah ketika itu tidak pergi ke rumah Wahab, melainkan ke rumah Ahyab (paman) karena kala itu ayah Aminah sudah meninggal dunia.[5]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b c Shadily, Hassan.Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru Van Hoeve.Hal 53
  2. ^ a b "Abdullah bin Syaibah". Triguna Web. Diakses tanggal 26 Mei 2014.
  3. ^ Nasution, Harun (1992).Ensiklopedi Islam Indonesia.Jakarta:Djambatan. Hal 17
  4. ^ a b Katsir, Ibnu (2012). Terjemah Al Bidayah wa an-Nihayah. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-044-5
  5. ^ a b c d e Al-Mahlawi, Hanafi (2002).Harum Semerbak Tempat=Tempat yang Dikujungi Rasulullah SAW.Jakarta:Ufuk Press.Terj. Al-Amakin Al-Masyurah.Hal 126

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Muhammad

anak dari Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab. Ayah Muhammad, Abdullah, adalah putra dari pemimpin konfederasi suku Quraisy, Abdul Muthalib

Muhammad bin Abdul Wahhab

lengkapnya adalah Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Ali. Murid-muridnya yang terkenal termasuk putranya Ḥusain, ʿAbdullāh, ʿAlī, dan Ibrāhīm

Abdullah bin Muhammad

Abdullah bin Muhammad (Arab: عبدالله بن محمد; Julukan, طيب, Thayyib, Baik atau طاهر, Thahir, Bersih/murni) adalah anak kedua dari nabi Islam Muhammad

Muhammad Amrullah

Syekh Haji Muhammad Amrullah bin Tuanku Muhammad Abdullah Saleh (Jawi: محمد أمر الله بن توانکو محمد عبد الله صالح), disematkan gelar Tuanku al-Kisa'i (1840

Al-Khawarizmi

Abu Ja'far Muḥammad bin Mūsā al-Khwārizmī (bahasa Persia: ابو جعفر محمد بن موسی خوارzميcode: fa is deprecated ) adalah seorang Muslim yang ahli dalam berbagai

Muhammad Yasin Al-Fadani

Abdullah bin Shodaqoh Dahlan Al-Makky Al-Muqri Ahmad bin Abdullah Al-Mukhollaaty Al-Makky Qadhi Ahmad bin Abdullah Naadhirin Al-Makky Sayyid Muhammad

Muhammad Abdullah

Muhammad Abdullah (5 Desember 1905 – 8 September 1982) adalah seorang pemimpin politik Kashmir yang dijuluki "The Lion of Kashmir." atau "Singa dari Kashmir

Abdullah bin Salam

kerasulan Nabi Muhammad, tetapi kaumnya menolak dan menganggap Abdullah bin Salam sebagai pembohong, karena memeluk agama Islam. Abdullah bin Salam adalah