Hendrik MULO di Paramaribo (1947)

Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (disingkat MULO) merupakan tingkat pendidikan di Belanda, Suriname, dan Hindia Belanda pada sebagian abad ke-20.[1][2] Sistem ini setara dengan tingkat sekolah menengah pertama dalam sistem pendidikan Amerika Serikat. Penerusnya adalah mavo dan vbo, yang kini keduanya digantikan oleh VMBO.

Di Suriname, MULO adalah program empat tahun. Program ini dibagi menjadi MULO-A yang berfokus pada bidang bisnis dan MULO-B yang berfokus pada bidang sains. Setelah lulus, siswa dapat melanjutkan ke program VWO tiga tahun yang mengarah ke perguruan tinggi atau program HAVO dua tahun yang mengarah ke pelatihan vokasi lanjutan.[3] Pada tahun 2021, program ini digantikan dengan "voortgezet onderwijs"[4] di Suriname.

Peraturan Pendidikan 1848, 1892, dan Politik Etis 1901

sunting

Peraturan pendidikan dasar untuk masyarakat pada waktu Hindia Belanda pertama kali dikeluarkan pada tahun 1848 dan disempurnakan pada tahun 1892, di mana pendidikan dasar harus ada pada setiap Karesidenan, Kabupaten, Kawedanan, atau pusat-pusat kerajinan, perdagangan, atau tempat yang dianggap perlu.[5] Peraturan yang terakhir (1898) diterapkan pada tahun 1901 setelah adanya Politik Etis atau Politik Balas Budi dari Kerajaan Belanda yang diucapkan pada pidato penobatan Ratu Belanda Wilhelmina pada 17 September 1901, yang intinya ada 3 hal penting: irigasi, transmigrasi, dan edukasi.

Pada zaman Hindia Belanda anak masuk HIS pada usia 6 tahun dan tidak ada Kelompok Bermain (speel groep) atau Taman Kanak-Kanak (di antaranya dengan dasar pendidikan Friedrich Frรถbel), sehingga langsung masuk dan selama 7 tahun belajar. Setelah itu dapat melanjutkan ke MULO, atau Kweekschool. Untuk memasuki HBS diperlukan syarat yang sangat ketat. Tamatan HIS tidak dapat masuk HBS.

Bagi masyarakat keturunan Tionghoa biasanya memilih jalur HCS (Hollands Chineesche School) karena selain bahasa pengantar Belanda, juga diberikan bahasa Tionghoa.

Di luar jalur resmi pemerintah Hindia Belanda, masih ada sekolah partikelir seperti Taman Siswa, Perguruan Rakyat, Kristen, dan Katolik. Pada jalur pendidikan Islam ada pendidikan yang diselenggrakan oleh Muhammadiyah, Pondok Pesantren, dan lain sebagainya.

Mata Pelajaran

sunting

Berdasarkan informasi yang tertera pada ijazah, kurikulum MULO terdiri dariย :

Referensi

sunting
  1. ^ Siwabessy, G.A. (1979). Upuleru. Jakarta: PT Gunung Agung.
  2. ^ "Pendidikan Pemerintah Hindia Belanda". PakGuru Online. 2010. Diakses tanggal 19 August 2012.
  3. ^ "Suriname". American Association of Collegiate Registrars and Admissions Officers. Diakses tanggal 6 May 2021.
  4. ^ "Nieuw onderwijssysteem Suriname". Ministry of Education, Science and Culture Suriname. Diakses tanggal 4 September 2021.
  5. ^ http://pakguruonline.pendidikan.net/sjh_pdd_sumbar_bab3a.html

Lihat pula

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Mulo, Wonosari, Gunungkidul

Mulo adalah desa di kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun

Soepomo

tahun 1920, dan melanjutkan studinya ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Surakarta. Pada tahun 1923, ia pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dan

Sutomo

pendidikan, tetapi pada usia 12 tahun, Sutomo terpaksa meninggalkan bangku MULO akibat dampak Despresi Besar yang melanda dunia. Untuk membantu keluarga

Soekarni

(Hollandsch-Inlandsche School) di Blitar. Kemudian Sukarni meneruskan pendidikan ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) masih di kota yang sama, memiliki minat

Poniman

Indonesia dari 19 Maret 1983 โ€” 21 Maret 1988. Ia menjalani pendidikannya di HIS, MULO, Kambu Kyoiku Tai, SSKAD V, Bandung (1956) dan Seskoad, Bandung (1964). Ia

Sekolah menengah pertama

tingkat atas disebut sebagai meer uitgebreid lager onderwijs (MULO). Setelah Indonesia merdeka, MULO berubah menjadi sekolah menengah pertama (SMP) pada tanggal

Sekolah Menengah Atas

diperoleh kaum elite pribumi, dengan dibukanya Meer Uitgebreid Lager Onderwijs - MULO yaitu pendidikan dasar yang diperluas dan sekolah menengah umum di atasnya

D.I. Pandjaitan

dari Christelijke HIS, Donald melanjutkan pendidikannya di Christelijke MULO di Tarutung. Pada tanggal 13 Maret 1942, Pasukan Jepang mendarat di Medan