Rambu lalu lintas di Jepang per tahun 2024

Rambu lalu lintas di Jepang distandardisasi melalui "Peraturan tentang Rambu, Marka Jalur, dan Marka Permukaan Jalan (道路標識、区画線及び道路標示に関する命令)" yang ditetapkan pada tahun 1968, berawal dari aturan Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo tahun 1934 dan Kementerian Dalam Negeri Jepang tahun 1942.[1] Desain yang digunakan saat ini mulai diterapkan sejak tahun 1986 setelah beberapa perubahan aturan.[2]

Rambu dibagi menjadi "Rambu Utama" (本標識, hon-hyōshiki) dan "Rambu Tambahan" (補助標識, hojo-hyōshiki).

Sejarah

sunting
Rambu dalam gaya yang dibuat pada tahun 1922 (Takamatsu), diyakini sebagai rambu tertua yang masih ada di Jepang dan tetap terpasang di jalan sampai tahun 2020-an.[3] Namun, karena kurva pada rambu tidak ada lagi serta kondisi rambu yang menua, pemerintah kota memutuskan untuk melestarikannya pada tahun 2025 dan memindahkannya ke Cabang Shionoe di Balai Kota Takamatsu untuk dipajang.[4]

Skema rambu lalu lintas standar pertama muncul pada 1922, dengan dua jenis rambu: rambu peringatan dan rambu penunjuk jalan sebagai rambu informasi.[5] Rambu peringatan saat itu mirip dengan desain Inggris seperti di Hong Kong, tetapi menggunakan tulisan putih di atas latar hitam.

Pada awal 1940-an, rambu Jepang mengikuti sistem rambu Eropa berdasarkan Konvensi Jenewa 1931, hanya saja sebagian besar masih menggunakan teks. Varian sistem rambu Jepang era 1940-an masih digunakan di Taiwan hingga kini.[5][6]

Pada 1950, aturan rambu lalu lintas direvisi total sebagai peraturan Kantor Perdana Menteri dan Kementerian Konstruksi. Tidak seperti sistem 1922 dan 1940-an, rambu baru memakai teks dwibahasa Jepang–Inggris dan simbol. Rambu peringatan diubah dari segitiga berbingkai merah gaya Eropa menjadi belah ketupat kuning gaya MUTCD Amerika.[5] Sistem ini juga memperkenalkan rambu berhenti berwarna kuning ala Amerika, tetapi hanya bertahan 10 tahun. Sistem ini berlaku hingga 1963, lalu digantikan sistem baru berdasarkan Konvensi Wina 1968. Pada saat itu, bentuk rambu berhenti diubah menjadi segitiga terbalik, seperti rambu lama yang pernah digunakan di Tiongkok.[5]

Pada 2016, Badan Kepolisian Nasional Jepang mempertimbangkan mengganti desain rambu "Stop" yang dipakai sejak 1963—dari segitiga terbalik menjadi bentuk segienam beraturan (oktagon) agar sesuai rekomendasi Konvensi Wina 1968.[7] Rambu segitiga terbalik ini diperkenalkan tahun 1963 menjelang Olimpiade Tokyo 1964, menggantikan rambu oktagon merah (1960), yang sebelumnya menggantikan rambu oktagon kuning (1950).[7] Keputusan akhirnya adalah membuat rambu berhenti menjadi dwibahasa Jepang–Inggris, tetapi tetap mempertahankan bentuk segitiga terbalik.[8]

Rambu utama

sunting

Rambu utama (本標識, hon-hyōshiki) dibagi menjadi empat jenis: rambu petunjuk, peringatan, peraturan, dan instruksi.

Rambu petunjuk

sunting

Rambu petunjuk (案内標識, an'nai-hyōshiki) menunjukkan arah atau jarak jalan. Untuk jalan tol, latarnya hijau gelap dengan teks putih. Di kawasan perkotaan dan jalan nasional, latarnya biru tua. Tulisan biasanya memakai bahasa Jepang dan Inggris. Sejak tahun 2014, huruf Vialog digunakan untuk tulisan bahasa Inggris dan nama tempat.[9]

Rambu peringatan

sunting

Rambu peringatan (警戒標識, keikai-hyōshiki) memperingatkan pengemudi akan bahaya atau situasi yang harus mereka waspadai. Desainnya, berpola hitam dan berbingkai berlian kuning (biasanya berukuran 45 cm di setiap sisinya), didasarkan pada MUTCD AS.[10]

Rambu peraturan

sunting

Rambu peraturan (規制標識, kisei-hyōshiki) menunjukkan peraturan setiap jalan untuk menjaga kondisi jalan dan mencegah bahaya lalu lintas.

Rambu berhenti berbentuk segitiga merah yang mengarah ke bawah, dengan teks 止まれ (tomare) & "stop" (dalam bahasa Inggris, hanya untuk desain pra-1963 dan saat ini) berwarna putih. Rambu larangan berbentuk bulat dengan latar belakang putih, batas merah, dan piktogram biru. Rambu instruksi wajib berbentuk bulat dengan latar belakang biru dan piktogram putih.

Rambu instruksi

sunting

Rambu instruksi (指示標識, shiji-hyōshiki) menunjukkan titik dan perangkat di jalan yang harus diperhatikan pengemudi.

Rambu tambahan

sunting

Rambu tambahan (補助標識, hojo-hyōshiki) biasanya ditempatkan tepat di bawah rambu utama dan menjelaskan batas berlakunya, seperti waktu, hari, atau jenis kendaraan.[13] Rambu ini setara dengan plaque pada MUTCD di Amerika. Lebarnya umumnya 60 cm, dan teksnya dibatasi maksimal 7 karakter per baris atau 3 baris.[14] Jika tidak dapat dipersingkat sesuai aturan, maka harus digunakan rambu yang dapat diubah (changeable signs).[14]

Rambu lainnya

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ 時崎賢二 1990, hlm. 22.
  2. ^ dark-RX 2008, hlm. 105.
  3. ^ "国内最古?約100年前の道路標識 なぜ残ったのか…意外な歴史が【香川・高松市】 - FNN.jpプライムオンライン". FNN.jpプライムオンライン (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-11-23.
  4. ^ "【後編】道路標識 全国で唯一なの? 戦前の道路標識 高松市内の山の中にどうして残ったの? そもそも何て書いてあるの? 詳しい経緯など調べてみました | TBS NEWS DIG (7ページ)". TBS NEWS DIG (dalam bahasa Jepang). 2025-06-14. Diakses tanggal 2025-11-23.
  5. ^ a b c d "道路標識の歴史(変遷) | KICTEC". KICTEC | 交通インフラから公共空間まで多彩な快適環境保全創りに挑みます (dalam bahasa Jepang). 2012-06-18. Diakses tanggal 2023-01-24.
  6. ^ "旧型道路標識一覧(禁止・指導・規制・警戒標識)". trafficsignal.jp (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2022-09-09.
  7. ^ a b "Design of Japanese stop signs might change ahead of Olympic tourism surge". The Japan Times. Japan: The Japan Times Ltd. 21 January 2016. Diakses tanggal 23 January 2016.
  8. ^ "英語併記の新標識お目見え 一時停止に「STOP」". 日本経済新聞 電子版 (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2018-01-24.
  9. ^ "Fuenfwerken-Schrift in Japan | Fuenfwerken". www.fuenfwerken.com (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 2018-03-23.
  10. ^ 時崎賢二 1979, hlm. 24.
  11. ^ A left arrow or ここまで in the supplemental sign (plaque) means "END". A right arrow or ここから in the plaque means "BEGIN".
  12. ^ The symbol can be changed to other vehicles.
  13. ^ 全標協 2013, hlm. 3(設置)
  14. ^ a b 警察庁 2017, hlm. 32.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Jalan tol negara bagian

sedikit melingkar), menurut Manual on Uniform Traffic Control Devices (MUTCD). Tetapi, negara bagian bebas memilih papan yang berbeda, dan banyak di