Nama anumerta adalah nama kehormatan yang dianugerahkan kepada keluarga istana, bangsawan, dan kadang-kadang orang lain, di Asia Timur setelah orang tersebut meninggal. Nama ini hampir selalu digunakan untuk mendiang, alih-alih menggunakan nama lahirnya atau gelar lain yang disandang semasa hidup. Penggunaan nama anumerta ini biasanya digunakan pada keluarga istana di Tiongkok, Korea, Vietnam, dan Jepang.
Nama anumerta di Tiongkok dan Vietnam juga diberikan untuk menghormati pencapaian seumur hidup dari orang-orang yang tidak memiliki gelar turun-temurun.
Artikel bertopik nama dan marga ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
tahun 1371. Tidak lama kemudian Bunisora Suradipati wafat dan bergelar anumerta Nu Surup Ka Geger Omas, karena ia dimakamkan di Geger Omas yang sekarang
Raja Jeongjo dari Joseon. Pada tahun 1899, Kaisar Gojong secara anumerta memberikan ia nama Hyoui, Permaisuri yang Baik Hati (효의선황후, 孝懿宣皇后). Dalam kalender
Yoshihito (嘉仁), nama anumerta Kaisar Taishō (大正天皇, Taishō-tennō), (31 Agustus 1879 – 25 Desember 1926) adalah Kaisar Jepang yang ke-123. Dilahirkan pada
Yeoju, Provinsi Gyeonggi pada masa pemerintahan Raja Yeongjo. Ayahnya bernama Kim Han-gu (김한구) dan ibunya berasal dari keluarga Wonju Won. Setelah kematian
adalah Ratu Sinjeong dari Wangsa Pungyang Jo. Ayahandanya, Munjo, dengan nama anumerta Ikjong meninggal pada usia 21 tahun sebelum menjadi raja. Heonjong dilahirkan