Nama orang Belanda terdiri dari satu atau lebih nama depan dan satu nama keluarga. Nama depan biasanya menunjukkan jenis kelamin.
Nama depan
suntingOrang tua wajib mendaftarkan kelahiran dan nama anak mereka dalam waktu 3 hari setelah lahir. Tidak jarang anak diberi beberapa nama depan; biasanya nama pertama digunakan sehari-hari, sering dalam bentuk panggilan. Secara tradisional, keluarga Katolik memilih nama Latin seperti Catharina dan Wilhelmus, sedangkan keluarga Protestan cenderung memilih nama Belanda sederhana seperti Trijntje dan Willem. Dalam sehari-hari, nama-nama tersebut sering dipendekkan (misalnya Wilhelmus atau Willem menjadi Wim). Pada tahun 2014, 39% anak Belanda menerima satu nama, 38% dua nama, 20% tiga nama, 2% empat nama, dan hanya beberapa ratus anak memiliki lima nama atau lebih.[1]
Hukum penamaan di Belanda (nama depan)
sunting
Peraturan nama di Belanda mengizinkan hampir semua nama depan, kecuali jika terlalu mirip dengan nama keluarga yang sudah ada atau dianggap tidak pantas. Tidak ada batas jumlah nama depan yang boleh diberikan kepada seorang anak.
Nama belakang
suntingAda lebih dari 100.000 nama keluarga (marga) di Belanda. Jumlah besar ini sebagian muncul karena kewajiban registrasi nama keluarga pada tahun 1811,[2] sehingga hanya sedikit nama yang punah seiring generasi.[3] Namun, sebagian besar orang Belanda sudah memiliki marga turun-temurun jauh sebelum tahun 1811; pengadopsian nama baru hanya terjadi pada sebagian warga Yahudi dan masyarakat pedesaan di timur laut.[4]
Ada mitos bahwa beberapa warga Belanda memberi diri mereka nama lucu sebagai bentuk protes saat registrasi wajib, seperti Naaktgeboren ("lahir telanjang") atau Zondervan ("tanpa nama keluarga"). Namun, nama-nama ini jauh lebih tua; misalnya, Naaktgeboren berasal dari bahasa Jerman Nachgeboren ("lahir setelah ayah meninggal"), yang juga menjadi asal nama Posthumus.[4]
Banyak marga Belanda berasal dari sifat pribadi, lokasi geografis, atau pekerjaan. Nama Belanda dalam direktori berbahasa Inggris (misalnya karya ilmiah) sering diurutkan berdasarkan keseluruhan nama termasuk prefiks (misalnya Van Rijn di bawah huruf "V"), karena banyak keluarga imigran Belanda di negara berbahasa Inggris menulis prefiks mereka dengan huruf kapital, seperti Martin Van Buren atau Steve Van Dyck.[5]
Kata depan de berarti "si", misalnya de Wit ("si putih"), de Bruyn ("si cokelat"), dan de Kock ("si juru masak").[6] Sementara itu, van berarti "dari", mirip dengan de dalam bahasa Prancis , dan dulu hanya digunakan oleh bangsawan, seperti van Gent ("dari Ghent") atau van den Haag ("dari Den Haag").[6]
Hukum nama keluarga di Belanda
suntingDulu, perempuan yang menikah mencantumkan nama suaminya di depan nama gadisnya dengan tanda hubung, misalnya Anna Pietersen menjadi Anna Jansen-Pietersen. Namun, namanya secara hukum tidak berubah; dokumen resmi tetap mencantumkan nama lahir dengan keterangan "istri dari โฆ".[7]
Kini, kedua pasangan tetap menggunakan marga masing-masing, tetapi boleh memilih memakai nama pasangannya atau kombinasi keduanya. Contoh: jika Jansen menikah dengan Smit, keduanya bisa memilih Jansen, Smit, Jansen-Smit, atau Smit-Jansen. Pilihan ini dicatat di registrasi kota, tetapi nama secara hukum tetap yang asli. Biasanya, perempuan memilih tetap memakai nama lahir atau nama ganda (Smit-Jansen).[7]
Perempuan asing di Belanda kadang mengalami kendala, karena identitas hukum mengikuti nama di paspor. Perubahan nama karena pernikahan luar negeri bisa diterima jika memenuhi syarat: pernikahan dan perubahan nama terdaftar di luar negeri, dilakukan pada tanggal yang sama, tercatat secara resmi, dan dokumennya dilegalisasi atau diberi apostille saat diserahkan ke konsulat atau pemerintah Belanda. Hal ini diatur oleh Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Belanda (Burgerlijk Wetboek), Buku 10, Hukum Perdata Internasional, Pasal 24.[8]
Orang tua dapat memberi anak nama keluarga ayah atau ibu, asalkan mereka menikah atau hidup bersama dan ayah mengakui anaknya. Semua anak berikutnya harus memakai nama keluarga yang sama dengan anak pertama.
Patronimik
suntingSebelum tahun 1811, patronimik umum digunakan, bahkan oleh mereka yang sudah memiliki marga. Anak laki-laki dari Jan bisa bernama Pieter Janszoon, dan anak perempuannya Geertje Jansdochter. Bentuk ini kemudian disingkat menjadi Jansz, Jansdr, atau Jansse, lalu menjadi Jans untuk kedua jenis kelamin.
Di wilayah utara dan timur (1000โ1800 M), banyak orang memakai sufiks -ma, -stra (Frisia), atau -ing, -ink (Saksen Hilir) yang berasal dari nama leluhur atau tempat asalnya, misalnya Dijkstra (dari bendungan), Halbertsma (dari Halbert), Wiebing (dari Wiebe), Hesselink (dari Hessel). Setelah tahun 1811, banyak patronimik menjadi nama keluarga tetap seperti Peeters, Jansen, dan Willems.
Di bekas Antillen Belanda (Curaรงao, Aruba), banyak marga berasal dari nama perempuan, seperti Martina, Benita, atau Bonevacia. Hal ini mungkin karena mantan budak tanpa ayah yang diketahui memakai nama ibu atau neneknya, atau menambahkan akhiran -a pada nama ayah, mirip akhiran pada nama Belanda seperti -tsma atau -inga.[9]
Nama keluarga yang paling umum
sunting| Belanda | Belgia |
|---|---|
| 1. De Jong | 1. Peeters |
| 2. De Vries | 2. Janssens |
| 3. Jansen | 3. Maes |
| 4. Van de/den/der Berg | 4. Jacobs |
| 5. Bakker | 5. Mertens |
| 6. Van Dijk | 6. Willems |
| 7. Visser | 7. Claes |
| 8. Janssen | 8. Goossens |
| 9. Smit | 9. Wouters |
| 10. Meijer/Meyer | 10. De Smet |
Marga Belanda yang paling umum di Belanda (pada tahun 1947) dan Flandria, Belgia, tercantum di tabel. Basis data marga Belanda milik Meertens mencatat terdapat 94.143 marga berbeda; total penutur bahasa Belanda di Eropa diperkirakan sekitar 23 juta orang. Marga Belanda yang paling umum di Belgia sebagian besar bersifat patronimik atau "berdasarkan nama ayah", dengan pola nama ayah + "-son", kecuali beberapa seperti "De Smet" (tukang besi) dan, sampai batas tertentu karena juga patronimik, "Maes" (dari nama Thomas). Sedangkan di Belanda, nama-nama yang umum lebih beragam, misalnya "Visser" (nelayan), "Van Dijk" ((tinggal di dekat) tanggul), dan "De Jong" (yang muda). Namun, data ini mencakup seluruh negara. Dalam skala lokal, nama-nama tertentu bisa lebih dominan di daerah tertentu.
Tussenvoegsels (kata depan nama keluarga)
suntingLebih dari 20.000 marga di Belanda diawali dengan tussenvoegsels, gabungan kata depan atau artikel yang telah kehilangan fungsi tata bahasanya dan berubah menjadi imbuhan terpisah.[10] Ada banyak variasi tussenvoegsels, tetapi sebagian besar nama hanya menggunakan beberapa bentuk umum: sekitar 99% nama dengan tussenvoegsel diawali dengan van ("dari" atau "milik"; 45%), de / den ("si"; 21,5% & 1,6%), van der / van den / van de / van โt (van dengan bentuk berbeda; 16,6%, 7,2%, 4,3%, 0,5%), ten / ter ("di"; 1,1%, 0,8%), dan te "di"; 0,4%).[10]
Di Belanda, tussenvoegsels jarang ditulis dengan huruf kapital, sedangkan di Belgia sejak abad ke-19 biasanya ditulis kapital. Di Belanda, tussenvoegsels tidak dihitung dalam urutan alfabet, sehingga dalam ensiklopedia atau buku telepon, nama diurutkan dari kata pertama dengan huruf kapital. Sebaliknya, di Belgia, seperti di negara berbahasa Inggris, Afrika Selatan, Italia, dan Prancis (untuk artikel), tussenvoegsels tetap dihitung, menyebabkan banyak nama terdaftar di bawah huruf "D" dan "V". Di Flandria Barat, kata depan dan artikel kadang digabung dengan nama keluarga (misalnya Vandecasteele), atau muncul dalam bentuk ganda (Vande Casteele).
Di Belanda, huruf pertama tussenvoegsel ditulis dengan huruf kapital jika tidak diawali nama depan, inisial, gelar bangsawan, atau nama keluarga lain. Contohnya, Jan van den Berg dan J. van den Berg, tetapi Mijn naam is Van den Berg ("Nama saya Van den Berg") dan de heer Van den Berg ("Tuan Van den Berg").
Di Flandria, tussenvoegsels selalu mengikuti ejaan aslinya, seperti mevrouw Van der Velde, Van der Velde, A., dan Van den Broeke, Jan. Di Belanda, huruf awalnya ditulis kecil dalam kasus seperti itu, sedangkan di Flandria mengikuti ejaan dalam catatan kependudukan dan kartu identitas resmi, yang umumnya menggunakan huruf besar, kecuali untuk nama bangsawan atau kerajaan yang selalu ditulis huruf kecil.[11]
Urutan penyebutan nama juga berbeda. Di Belanda, nama depan disebut lebih dulu, seperti John van der Vuurst, sedangkan di Flandria, marga disebut lebih dulu, seperti van der Vuurst, John.[butuh rujukan]
Berbeda dengan bahasa Jerman, di mana awalan von sering menunjukkan kebangsawanan, awalan van di Belanda terlalu umum untuk memiliki makna seperti itu. Namun di Flandria, penggunaan seperti ini masih ada, meski bangsawan Flandria umumnya memakai awalan Prancis de yang ditulis tanpa huruf kapital.
Referensi
sunting- ^ Bloothooft, Gerrit; Onland, David (2016-03-15). "Multiple First Names in the Netherlands 1760-2014". Names: A Journal of Onomastics. 64: 3โ18. doi:10.1080/00277738.2016.1118860. S2CIDย 163232999.
- ^ Schulze, Lorine McGinnis (2008-03-04). "Dutch Patronymics of the 1600s". New Netherland, New York Genealogy. Olive Tree Genealogy. Diakses tanggal 2008-03-05.
- ^ For the underlying mathematics, see GaltonโWatson process.
- ^ a b Netwerk Naamkunde | De naammythe van Napoleon (The Napoleon Name Myth)
- ^ See, for example, the Getty Union List of Artist's Names
- ^ a b "Surnames". Genealogy. Vol.ย 1, no.ย 5. New York: William M. Clemens. 3 February 1912. hlm.ย 34. Diakses tanggal 10 August 2020 โ via Internet Archive.
- ^ a b "Zoeken". Amsterdam.nl. 2011-12-02. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-03-10. Diakses tanggal 2012-08-15.
- ^ Titel 2 Burgerlijk Wetboek Boek 10 - De Naam, Artikel 24
- ^ Wiel, Keisha Irma (2007). Perceptions on the social status of Papiamentu in contrast to its official significance in Aruba and Curaรงao (PDF). University of North Florida. hlm.ย 5. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-03-02. Diakses tanggal 2020-03-02.
- ^ a b Database of Surnames in The Netherlands
- ^ "Persoonsnamen". woordenlijst.org (dalam bahasa Belanda). Nederlandse Taalunie. Diakses tanggal 19 February 2023.