Bekantan
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Haplorhini
Infraordo: Simiiformes
Famili: Cercopithecidae
Genus: Nasalis
Spesies:
N.ย larvatus
Nama binomial
Nasalis larvatus
Wurmb, 1787

Bekantan,[2] kahau, kera belanda[3] atau monyet belanda[4] (Nasalis larvatus) adalah jenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna hitam kemerahan. Bekantan merupakan hewan endemik pulau Kalimantan yang tersebar di hutan, rawa dan hutan pantai.[5] Ciri utama yang membedakan bekantan dari monyet lain adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Kampung Wisata Bekantan dijadikan sebagai tempat wisata edukasi.[6]Bekantan terdapat di Kalimantan Selatan, Timur dan Utara.

Spesies ini hidup di daerah yang sama dengan orangutan kalimantan dan monyet-monyet seperti lutung kelabu.[7] Bekantan termasuk kedalam genus monotipik Nasalis.[8][9]

Bekantan merupakan fauna identitas provinsi Kalimantan Selatan.[note 1] Hewan ini dikenal dengan berbagai nama, misalnya proboscis monkey atau long-nosed monkey dalam bahasa Inggris, kera bekantan dalam bahasa Malaysia, bangkatan untuk Brunei, sementara penduduk sekitar juga menyebutnya pika, bahara bentangan, dan raseng.[10][11] Bekantan termasuk jenis mamalia yang dilindungi dari ancaman kepunahan akibat dari konversi lahan hutan dan degradasi habitat. Berdasarkan hal ini, Bekantan temasuk satwa dengan status terancam punah (Endangered) dalam daftar merah IUCN.[12] Spesies ini dilindungi baik oleh organisasi dunia maupun pemerintah Indonesia.[note 2] Spesies ini ditempatkan dalam CITES apendiks I.[13]

Taksonomi

sunting

Bekantan termasuk kedalam subfamili Colobinae pada monyet dunia lama. Bekantan memiliki dua subspesies:

  • N. l. larvatus (Wurmb, 1787), yang hidup pada seluruh sebaran spesiesnya kecuali Kalimantan timur laut.[14]
  • N. l. orientalis (Chasen, 1940), yang hanya ditemukan di Kalimantan timur laut.[14]

Namun, perbedaan dari kedua subspesies tersebut hanya sedikit, sehingga tidak semua ahli mengakui N. l. orientalis.

Etimologi

sunting

Nama "bekantan" berasal dari bahasa Banjar, yaitu bekantang, yang secara harfiah berarti monyet.[15]

Kehidupan

sunting

Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75ย cm dengan berat mencapai 24ย kg. Monyet betina berukuran 60ย cm dengan berat 12ย kg. Spesies ini juga memiliki perut yang besar, sebagai hasil dari kebiasaan mengonsumsi makanan. Selain buah dan biji-bijian, bekantan memakan aneka daun, yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna. Ini mengakibatkan efek samping yang membuat perut bekantan jadi membuncit.

Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 monyet. Sistem sosial bekantan pada dasarnya adalah one-male group, yaitu satu kelompok terdiri dari satu jantan dewasa, beberapa betina dewasa dan anak-anaknya. Selain itu, terdapat kelompok all-male, yang terdiri dari beberapa bekantan jantan. Hewan jantan yang menginjak remaja akan keluar dari kelompok one-male dan bergabung dengan kelompok all-male. Hal itu dimungkinkan sebagai strategi bekantan untuk menghindari terjadinya inbreeding. Bekantan juga dapat berenang dengan baik, kadang-kadang terlihat berenang dari satu pulau ke pulau lain. Untuk menunjang kemampuan berenangnya, pada sela-sela jari kaki bekantan terdapat selaput. Selain mahir berenang bekantan juga bisa menyelam dalam beberapa detik, sehingga pada hidungnya juga dilengkapi semacam katup.

Populasi

sunting

Populasi bekantan di Kalimantan Selatan (Kal-Sel) yang merupakan satwa endemik pulau Kalimantan meningkat populasinya 10 persen dari tahun 2019 sekitar 3.000 ekor menjadi sekitar 4.000 ekor pada tahun ini berdasarkan laporan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)[16]

Galeri

sunting

Catatan

sunting
  1. ^ Bekantan ditetapkan sebagai fauna identitas Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 29 Tahun 1990.
  2. ^ Bekantan merupakan jenis hewan dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MenLHK/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Referensi

sunting
  1. ^ Meijaard, E.; Nijman, V.; Supriatna, J. (2008). "Nasalis larvatus". Daftar merah IUCN. 2008: e.T14352A4434312. doi:10.2305/IUCN.UK.2008.RLTS.T14352A4434312.en. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-03-28. Diakses tanggal 12 January 2018. ;
  2. ^ "Arti kata bekantan". Kamus Besar Bahasa Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
  3. ^ "Arti kata kera belanda". Kamus Besar Bahasa Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
  4. ^ "Arti kata monyet belanda". Kamus Besar Bahasa Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
  5. ^ Massa, Yusran Nurdin; Fadilah, Ratnawaty; Iman, Akhzan Nur; Adila, Laila; Afifudin, Sulton; Nugroho, Ardiyanto Wahyu; Hukom, Frans Alexander A.; Arbiani, Aulia (2020). Bekantan dan Habitatnya di Sungai Hitam (PDF). Balitek KSDA. ; ;
  6. ^ "Kampung Wisata Bekantan Jadi Wisata Edukasi Keluarga di Balikpapan". Tribunkaltim.co. Diakses tanggal 2023-05-21.
  7. ^ "Conservation of the Proboscis Monkey and the Orangutan in Borneo: Comparative Issues and Economic Considerations" (PDF). Working Papers on Economics, Ecology and the Environment. March 2007.
  8. ^ Bradon-Jones D.; Eudey A. A.; Geissmann T.; Groves C. P.; Melnick D. J.; Morales J. C.; Shekelle M.; Stewart C. B. (2004). "Asian primate classification". International Journal of Primatology. 25: 97โ€“164. doi:10.1023/B:IJOP.0000014647.18720.32. S2CIDย 29045930.
  9. ^ Lhota, S.; Yap, J.L.; Benedict, M.L.; etย al. (2022). "Is Malaysia's "mystery monkey" a hybrid between Nasalis larvatus and Trachypithecus cristatus? An assessment of photographs". International Journal of Primatology. 43 (3): 513โ€“532. doi:10.1007/s10764-022-00293-z. PMCย 9039274. PMIDย 35498121.
  10. ^ "Bekantan, Si Hidung Besar Nan Mempesona". indonesia.go.id. Diakses tanggal 2019-10-22.
  11. ^ "Foto: Monyet Belanda Cuma di Pulau Kalimantan". Mongabay Environmental News. 2012-04-27. Diakses tanggal 2019-10-22.
  12. ^ "BEKANTAN SATWA ASLI KALIMANTAN SELATAN YANG BERADA DI WILAYAH KERJA KPH TANAH LAUT". Knowledge Management Infomation System KLHK | Forsitika (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-02-04.
  13. ^ "Tag: Wisata Bekantan". Banjarmasinpost.co.id. Diakses tanggal 2023-05-21.
  14. ^ a b Harding, Lee E. (2015-12-01). "Nasalis larvatus (Primates: Colobini)". Mammalian Species (dalam bahasa Inggris). 47 (926): 84โ€“99. doi:10.1093/mspecies/sev009. ISSNย 1545-1410.
  15. ^ "Bekantan: Simbol Kesehatan Hutan Kalimantan Yang Menawan". tamansafari.com. Diarsipkan dari asli tanggal 01 April 2025. Diakses tanggal 01 April 2025. ;
  16. ^ "Populasi bekantan di Kalimantan Selatan meningkat 10 persen". 11 Juli 2022. Diakses tanggal 21 Mei 2023.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Onthophagus nasalis

Onthophagus nasalis adalah spesies kumbang yang berasal dari genus Onthophagus dan famili Scarabaeidae. Kumbang ini juga merupakan bagian dari ordo Coleoptera

Dolophones nasalis

Dolophones nasalis adalah spesies laba-laba yang tergolong famili Araneidae. Spesies ini juga merupakan bagian dari ordo Araneae. Nama ilmiah dari spesies

Ptilogyna (Ctenogyna) nasalis

Ptilogyna (Ctenogyna) nasalis adalah spesies lalat yang tergolong famili Tipulidae. Lalat ini juga merupakan bagian dari ordo Diptera, kelas Insecta,

Kabupaten Berau

adalah: Orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) Monyet Belalai/ Bekantan (Nasalis larvatus) Beruang madu (Helarctos malayanus) Siamang (Symphalangus syndactylus)

Bangbara

sederhana dapat ditemukan di spesies Xylocopa sulcatipes dan Xylocopa nasalis. Ketika betina hidup disarang yang sama, maka koloni tersebut terkadang

Taman Nasional Tanjung Puting

terutama untuk perlindungan orang utan (Pongo pygmaeus) dan bekantan (Nasalis larvatus). Suaka Margasatwa Sampit kemudian pada sekitar tahun 70-an diubah

Daftar tulang pada rangka manusia

lakrimal Os lacrimale 2 Tulang kerang hidung bawah Tulang konka nasalis inferior Concha nasalis inferior 1 Tulang pisau luku Tulang vomer Vomer 1 Tulang lidah

Hidung

dan kelembapan. Proses ini dilakukan melalui sekat rongga hidung (concha nasalis). Di suatu rongga hidung (kiri atau kanan), terdapat 3 buah conchae yang