Nasi aking adalah makanan yang berasal dari sisa-sisa nasi yang tak termakan yang dibersihkan dan dikeringkan di terik matahari[1]. Nasi aking biasanya dijual sebagai makanan unggas.[1] Tetapi belakangan masyarakat pun mulai mengonsumsi nasi aking.[butuh rujukan] Nasi aking bukanlah makanan yang layak dikonsumsi manusia; berwarna coklat dan dipenuhi jamur. Namun, masyarakat kelas bawah menjadikannya sebagai makanan pokok pengganti nasi karena tak mampu membeli beras. Untuk menghilangkan bau, nasi aking terlebih dahulu dipisahkan dari kotoran, dicuci, dijemur, lalu diberi kunyit untuk mengurangi rasa asam akibat jamur.

Proses pembuatan dan penggunaan

sunting

Nasi aking adalah sisa nasi yang tidak habis dikonsumsi, kemudian dibersihkan dan dikeringkan di bawah sinar matahari hingga menghasilkan tekstur kering berwarna coklat kekuning-kecoklatan. Proses pengeringan ini sering berlangsung selama lima hingga sepuluh hari tergantung kondisi cuaca, dan warna berubah akibat reaksi Maillard dan aktivitas mikroba.[2] Meski awalnya digunakan sebagai pakan unggas, adapun masyarakat di beberapa wilayah Jawa memanfaatkan nasi aking sebagai pengganti nasi pokok atau sebagai camilan murah. Karena berasal dari sisa makanan dan berisiko terkontaminasi jamur, konsumsi manusia dibatasi dan dianggap bukan pilihan utama pangan manusia.[2]

Isu kesehatan dan regulasi

sunting

Pengeringan nasi sisa di lingkungan rumah tangga tanpa standar higienis dapat memunculkan pertumbuhan jamur atau mikotoksin yang membahayakan kesehatan jika dikonsumsi manusia. Oleh karena itu, badan pangan lokal dan pelaku usaha pakan ternak menyarankan agar nasi aking hanya digunakan untuk pakan ternak dan bukan makanan manusia, kecuali telah melalui proses pengolahan ulang yang memastikan keamanannya.[2] Sejumlah pedagang tradisional menjual nasi aking dalam bentuk paket berat sekitar 1ย kg untuk pakan unggas dengan harga terjangkau, namun edaran sebagai pangan manusia masih tanpa regulasi kuat di banyak daerah dan perlu pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan atau konsumsi yang tidak aman.[3]

Referensi

sunting
  1. ^ a b "Mengenal Nasi Aking, Limbah Rumah Tangga yang Dijadikan Pakan Ternak". kumparan. Diakses tanggal 2025-11-05.
  2. ^ a b c "Mengenal Nasi Aking, Limbah Rumah Tangga yang Dijadikan Pakan Ternak". Kumparan. 8 Juli 2022. Diakses tanggal 11 November 2025.
  3. ^ "Nasi Aking Kering 1 Kg Untuk Pakan Ayam Dan โ€ฆ". Lazada. Diakses tanggal 11 November 2025.

[butuh rujukan]


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Nasi

Afghanistan/Nasi Afghan Nasi aking Nasi ambeng Nasi astakona Nasi ayam Nasi becek Nasi biryani Nasi bogana Nasi campur Nasi kebuli Nasi kentut Nasi mandi Nasi paru

Botok masin

Botok masin adalah masakan khas Kabupaten Pati yang terbuat dari nasi aking yang diolah dengan cara ditumbuk.[butuh rujukan] Makanan ini umumnya banyak

Idza Priyanti

memberikan gajinya pada Taripah bin Darsa, wanita warga Brebes yang makan nasi aking selama lima bulan setelah ditinggal mati suaminya dan rumahnya terbakar

Ikmal Jaya

dalam kunjungannya ke lingkungan masyarakat, Jaya juga pernah ikut makan nasi akingโ€”makanan darurat yang biasa dikonsumsi warga kurang mampuโ€”sebagai bentuk