Natan (kanan) menasehati Raja Daud, lukisan Matthias Scheits

Nabi Natan (~1000 SM) adalah nabi pada zaman Raja Daud yang dicatat di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama Alkitab Kristen.

Nubuat mengenai keluarga Daud dan Bait Allah

sunting

Daud mengumpulkan bahan-bahan untuk membangun rumah Allah di Yerusalem, tetapi Tuhan berfirman melalui Nabi Natan, bahwa bukan Daud, melainkan anaknya, Salomo, yang akan membangun Bait Allah. Nubuat yang penting adalah Firman Tuhan: "Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku."[1] Menurut orang Kristen, ini digenapi oleh Yesus Kristus, anak Daud, yang menjadi raja selama-lamanya dalam Kerajaan Allah.

Teguran atas Daud dan Batsyeba, istri Uria

sunting

Ia dikirim Tuhan untuk menegur Daud atas perbuatannya berzinah dengan Batsyeba dan menyuruh bunuh Uria orang Het, suami Batsyeba, supaya Daud dapat memperistri Batsyeba. Ia menubuatkan hukuman Tuhan atas dosa ini.[2]

Pergantian tahta

sunting

Ketika Daud telah tua dan hampir mati, Adonia anaknya dari Hagit, salah satu istrinya, mengangkat diri menjadi raja. Nabi Natan memberitahukan Batsyeba akan hal ini, supaya ia segera menghadap Daud dan menanyakan apakah Daud masih ingat sumpahnya, bahwa Salomo akan menjadi raja sesudah Daud. Nabi Natan ikut menghadap untuk mendukung informasi ini. Mendengar itu Daud menyuruh imam Zadok, nabi Natan dan Benaya bin Yoyada membawa Salomo ke Gihon dengan naik bagal betina kendaraan Daud sendiri. Imam Zadok dan nabi Natan disuruh mengurapi Salomo di sana menjadi raja atas Israel; kemudian meniup sangkakala dan berseru: "Hidup raja Salomo!" Sesudah itu mengiring Salomo ke istana untuk duduk di atas takhta Daud dan menjadi raja atas Israel dan Yehuda.[3]

Menulis riwayat Daud dan Salomo

sunting

Nabi Natan adalah salah satu yang mencatat riwayat hidup Daud (yang lain adalah Samuel dan Gad, para pelihat itu)[4] dan Salomo.[5] Daud menamakan salah satu putranya, Natan, seperti nama nabi ini.[6] Natan, putra Daud, ini dicatat dalam silsilah Yesus Kristus di Injil Lukas.[7]

Tradisi Kristen

sunting

Nabi Natan diperingati setiap tanggal 24 Oktober. Dalam Gereja Ortodoks Timur dan gereja-gereja Katolik Timur, yang mengikuti ritual Byzantine, ia dijadikan santo (orang kudus) pada hari Minggu Bapa-bapa Kudus (Holy Fathers), yaitu hari Minggu sebelum Perayaan Agung untuk Natal.

Pranala luar

sunting

Referensi

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Natan (nama pemberian)

digunakan dalam bahasa Inggris yaitu Nat dan Nate. Natan, nabi yang hidup semasa hidup Raja Daud dan Salomo Natan, putra Daud bersama istrinya Betsyeba (1 Tawarikh

Natan (putra Daud)

bernama "Natan" yang tidak jelas apakh sama dengan Natan bin Daud atau merujuk kepada nabi Natan. Salah satu contohnya adalah dalam Kitab 1 Raja-raja

Nabi

peranan kenabian. Para pemimpin ini digolongkan sebagai nabi-nabi awal. Dalam kelompok ini termasuk pula nabi-nabi terkenal lainnya seperti Natan, Elia

Nabi dalam Kekristenan

Nabi dalam Kekristenan, adalah tokoh-tokoh yang secara luas diakui sebagai nabi dimana disebutkan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru Alkitab Kristen

Nabi-nabi dalam agama Yahudi

Kitab Samuel Samuel โ€“ Nabi dan peramal dalam Alkitab Gad โ€“ Pelihat atau nabi yang disebutkan dalam Alkitab Ibrani Natan โ€“ Nabi dalam Alkitab Ibrani Daud

Riwayat Nabi Natan

Kitab Nabi Natan atau Riwayat Nabi Natan adalah salah satu kitab hilang dari Tanakh, yang diatributkan kepada nabi Natan. Kedua sebutan tersebut dianggap

Natan

Natan dapat mengacu pada beberapa hal berikut: Natan (nabi) Natan (putra Daud) Halaman disambiguasi ini berisi artikel dengan judul yang terkait dengan

Daftar nabi agama samawi

tabel yang berisi nabi-nabi dari agama samawi modern. CATATAN: Dalam kolom Yahudi, ditempatkan beberapa orang yang disebut sebagai Nabi termasuk yang tidak