Ilustrasi uji Turing, salah satu karya yang dianggap sebagai peletak dasar NLP

Pengolahan bahasa alami (disingkat PBA; bahasa Inggris: natural language processing, disingkat NLP) adalah cabang ilmu komputer, linguistik, dan kecerdasan buatan yang mengkaji interaksi antara komputer dan bahasa (alami) manusia, khususnya cara memprogram komputer untuk mengolah data bahasa alami dalam jumlah besar. Hasilnya adalah komputer mampu "memahami" isi dokumen, termasuk nuansa bahasa di dalamnya. Dengan ini, komputer dapat dengan akurat mengambil informasi dan wawasan dari dokumen sekaligus mengelompokkan dan menata dokumen-dokumen itu sendiri.

Kajian NLP antara lain mencakup segmentasi wicara, segmentasi teks, penandaan kelas kata, dan pengawataksaan makna. Meski kajiannya dapat mencakup teks dan wicara, pengolahan wicara telah berkembang menjadi suatu bidang kajian terpisah.

Sejarah

sunting

Pengolahan bahasa alami berawal pada tahun 1950-an. Pada 1950, Alan Turing memublikasikan artikel yang berjudul "Computing Machinery and Intelligence" yang mengusulkan ujian yang sekarang dikenal sebagai uji Turing menjadi salah satu syarat kecerdasan.

Metode

sunting

Pada awal perkembangannya, banyak sistem pengolah bahasa didesain dengan metode simbolik, yaitu penyusunan aturan secara manual dengan kamus, misal penyusunan tata bahasa atau aturan heuristik untuk pemotongan kata.[1][2]

Sejak "revolusi statistik"[3][4] pada akhir 1980-an dan pertengahan 1990-an, banyak penelitian pengolahan bahasa alami bergantung pada pemelajaran mesin. Paradigma pemelajaran mesin ini memakai statistika inferensi untuk mempelajari tata bahasa secara otomatis dari sebuah korpus.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Winograd, Terry (1971). Procedures as a Representation for Data in a Computer Program for Understanding Natural Language (Thesis).
  2. ^ Schank, Roger C.; Abelson, Robert P. (1977). Scripts, Plans, Goals, and Understanding: An Inquiry Into Human Knowledge Structures. Hillsdale: Erlbaum. ISBNย 0-4709-9033-3.
  3. ^ Johnson, Mark (2009). "How the statistical revolution changes (computational) linguistics". Proceedings of the EACL 2009 Workshop on the Interaction between Linguistics and Computational Linguistics.
  4. ^ Resnik, Philip (5 Februari 2011). "Four revolutions". Language Log.

Bacaan lebih lanjut

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Penerapan Kecerdasan Buatan

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing/NLP), dan Visi Komputer (Computer Vision). Dalam dunia pendidikan

Linguistik komputasi

bidang antardisiplin yang mengkaji pengolahan bahasa alami (Natural Language Processing) dengan statistika dan berbasis aturan dari sudut pandang komputasi

Rekayasa informasi

penglihatan komputer (computer vision), pemrosesan bahasa alami (natural language processing), bioinformatika, komputasi citra medis, robotika otonom, dan

Naomi Sager

Syntactic analysis of natural language. Advances in computers 8.153โ€“188 (1967): 35. Sager, Naomi, et al. Natural Language Processing and the Representation

ChatGPT

Klein and Edward Loper. Natural Language Processing with Python. O'Reilly Media, Inc.2009. ISBN: 978-0-596-51649-9". Natural Language Engineering. 17 (3):

Dampak kecerdasan buatan terhadap penyebaran disinformasi

Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) telah menjadi salah satu inovasi terpenting dalam era digital. AI menawarkan berbagai manfaat

Pemrosesan suara neurokomputasi

berbagai bidang seperti Ilmu Komputer (Pemrosesan Bahasa Alami, Natural Language Processing, NLP), Ilmu Bahasa (Komputasi Linguistik, Computational Linguistics)

Python dalam sains data dan kecerdasan buatan

2025-02-23. "NLTKย :: Natural Language Toolkit". www.nltk.org. Diakses tanggal 2025-02-23. "spaCy ยท Industrial-strength Natural Language Processing in Python".