📑 Table of Contents

Nectanebo II (transkripsi Manetho dari bahasa Mesir Nแธซt-แธคr-(n)-แธคbyt, "Kekuatan adalah Horus dari Hebit"[2][3]), memerintah pada 360โ€”342 SM[a] adalah firaun ketiga dan terakhir dari Dinasti ketiga puluh Mesir dan penguasa asli terakhir dari Mesir kuno.[5]

Di bawah kekuasaan Nectanebo II, Mesir mengalami kemakmuran. Pada masa pemerintahannya, para seniman Mesir mengembangkan gaya spesifik yang meninggalkan tanda khas pada relief-relief Kerajaan Ptolemaik.[6] Seperti Nectanebo I, Nectanebo II juga menunjukkan antusiasme terhadap banyak kultus pemujaan para dewa dalam agama Mesir kuno, dan lebih dari seratus situs di Mesir memberikan bukti akan hal itu.[7] Nectanebo II, bagaimanapun, melakukan lebih banyak konstruksi dan restorasi daripada pendahulunya, Nectanebo I, dimulai khususnya dari kuil Mesir Isis yang luar biasa (Philae).

Selama beberapa tahun, Nectanebo II berhasil menjaga Mesir dari ancaman Kekaisaran Akhemeniyah.[8] Akan tetapi, ia dikhianati oleh mantan pelayannya, Mentor. Nectanebo II akhirnya dikalahkan oleh gabungan pasukan Persia dan Yunani dalam Pertempuran Pelusium (343 SM). Orang-orang Persia menduduki Memphis dan kemudian merebut seluruh Mesir, memasukkan Mesir ke dalam Kekaisaran Akhemeniyah di bawah Artaxerxes III. Nectanebo II melarikan diri ke selatan dan masih mempertahankan kekuatannya selama beberapa waktu, setelah itu nasibnya tidak diketahui.

Catatan

sunting
  1. ^ a b According to J. von Beckerath & A. Dodson; 360โ€“343 BC according to N. Grimal and 359/58โ€“342/41 BC according to D. Arnold.[4]
  2. ^ The Dictionary of African Biography notes that "Precise details of Nectanebo II's death are lacking, although it is assumed that he died shortly after 341 BC."

Referensi

sunting
  1. ^ Emmanuel K. Akyeampong and Henry Louis Gates, Jr (2012). Dictionary of African Biographies - Gooogle Books. Oxford University Press. ISBNย 9780195382075. Diakses tanggal 17 December 2017.
  2. ^ I. A. Ladynin (2009). ""Nectanebos-the-Falcons": Sculpture Images of Nectanebo II Before the God Horus and Their Concept". Vestnik drevnej istorii. Diakses tanggal March 1, 2011.
  3. ^ Kipfer, Barbara Ann (2000). Encyclopedic dictionary of archaeology. Springer. hlm.ย 384. ISBNย 0-306-46158-7.
  4. ^ "XXXth Dynasty". Narmer.pl. Diakses tanggal March 2, 2011.
  5. ^ "Nakhthorhebyt". Digital Egypt for Universities. Diakses tanggal March 1, 2011.
  6. ^ Myล›liwiec, Karol (2000). The twilight of ancient Egypt: first millennium B.C.E. Cornell University Press. hlm.ย 173. ISBNย 0-8014-8630-0.
  7. ^ Grimal, Nicolรกs; Nicolas-Christophe Grimal (1994). A history of ancient Egypt. Wiley-Blackwell. hlm.ย 379. ISBNย 0-306-46158-7.
  8. ^ Sharpe, Samuel (1838). The history of Egypt under the Ptolomies. E.Maxon. hlm.ย 19.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Firaun

degrees, pharaonic Egypt had in effect died with the last native pharaoh, Nectanebo II in 343 BC" von Beckerath, Jรผrgen (1999). Handbuch der รคgyptischen Kรถnigsnamen

Artahsasta III

Artahsasta II. Setelahnya, takhta diwariskan pada putranya, Artahsasta IV. Masa kekuasaannya bertepatan dengan masa Filipus II di Makedonia dan Nectanebo II di

Dinasti Mesir Kuno

Egypt. Cambyses II was the second monarch of the Achaemenid Empire and the first Achaemenid ruler to establish control over Egypt. Darius II was the ninth

British Museum

Machine., Berlin yang berjumlah (203 tablet) (1350 SM) Obelisk Pharaoh Nectanebo II (360โ€“343 SM) Kucing Gayer-Anderson yang terbuat dari perunggu Ruang 4

Daftar penguasa Mesir

1867-1879 Tawfฤซq 1879-1892 โ€˜Abbฤs II 1892-1914 แธจusayn Kฤmil 1914-1917 Fuโ€™ฤd I 1917-1922 Fuโ€™ฤd I 1922-1936 Fฤrลซq 1936-1952 Fuโ€™ฤd II 1952-1953 Muhammad Naguib 1953-1954

Batu Rosetta

monumen Mesir Kuno yang diambil dari Prancis, termasuk sarkofagus Firaun Nectaneboย II (EA 10), patung Imam Agung Amun (EA 81), dan kepalan tangan besar yang

Naskah-naskah Elefantin

bahwa pembangunan kembali dan perluasan kuil Khnum yang dibangun oleh Nectanebo II (360-343) mengambil tempat bekas rumah ibadah untuk YHWH. Daftar artefak

Pelusium

Persia, pihak yang bertahan berada di atas angin. Namun, firaun Mesir Nectanebo II tergesa-gesa mengadakan pertempuran terbuka, sehingga tentaranya dibantai